Dizolimi Kakak Ipar, Apeng lapor Balik

Senin, 08 Januari 2018  23:03

Dizolimi Kakak Ipar, Apeng lapor Balik

Terdakwa Apeng diadampingi kuasa hukumnya,Sumardhan SH

MALANG (BM) – Konflik dua bersaudara kakak dan adik semakin meruncing. Sebab, Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng (59) melalui kuasa hukumnya Sumardhan SH melaporkan Chandra Hermanto (69) warga Ngaglik Batu ke Polda Jatim dengan aduan dugaan keterangan palsu dalam persidangan. Hal itu dilakukan Timotius Tonny alias Apeng selaku adik ipar dari Chandra Hermanto,dikarenakan kakak iparnya sudah tidak ada itikad baik. Sehingga Apeng melalui kuasa hukumnya,melaporkan balik Chandra Hermanto ke Polda Jatim.

Dalam laporan polisi nomor LPB/07/I/UM/Jatim, Apeng melaporkan Chandra setelah kakak iparnya itu diduga memberi keterangan palsu dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Selasa 4 Mei 2016 pukul 14.00 WIB dengan terdakwa Apeng. Laporan ini dibuat di Polda Jatim pada Rabu, 3 Januari 2018 lalu. “Laporan kita diterima Polda Jatim, dan sedang dalam proses lebih lanjut,” ungkap Sumardhan SH,kuasa hukum Apeng usai sidang di PN Kota Malang,Senin (8/1).

Dugaan pemberian keterangan palsu dalam persidangan, diawali dari kasus yang menjerat Apeng tentang penipuan penggelapan. Chandra melaporkan Apeng ke Polda Jatim pada 18 April 2009. Setelah proses hukum berjalan, Apeng yang menjadi terdakwa harus menjalani sidang di PN Kota Malang.

Pada sidang 4 Mei 2016, Chandra sebagai saksi korban, memberi keterangan dalam persidangan kepada hakim PN Malang. Dia mengatakan bahwa belum menerima satu sen pun uang Apeng dalam kasus penipuan penggelapan lahan. “Tapi, Apeng sudah mentransfer uang sejumlah Rp 3 miliar dengan bukti transfer dari bank CIMB Niaga 2 Februari 2015, dikirim ke rekening terlapor,”beber Mardhan sapaan pengacara kondang tersebut.

Dalam berita acara laporan Polda Jatim, terlapor dianggap sudah memberikan keterangan palsu dalam persidangan PN Kota  Malang, sehingga Apeng dirugikan. Yakni, harus diputus bersalah pada 15 Juni 2016, dan dipenjara tiga tahun. Apeng juga melaporkan kerugian materiil sejumlah Rp 3 miliar. Laporan ini diterima KA Siaga C SPKT Polda Jatim Kompol Sarwo Waskito.

Terkait laporan Apeng ke Polda Jatim terhadap terlapor Chandra yang dirujuk ke Polres Batu, penyidik Reskrim sudah dua kali melakukan pemanggilan. “Namun dua kali juga dia mangkir dari panggilan Polres Batu, yakni tanggal 15 Maret 2017 dan 21 April 2017,” jelasnya.

Sementara itu, persidangan sore kemarin tentang dugaan penipuan penggelapan lahan Solo, agendanya adalah pemeriksaan tiga saksi,yakni  Hadian Ramadhan,Agus Marianto dan Ida Ariani. Namun, saksi berhalangan hadir sehingga jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Riyanto yang membacakan keterangan saksi Hadian Ramadhan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Rightmen Situmorang. Sidang akan berlanjut pada Senin (15/1) pekan depan, dengan agenda keterangan saksi penyidik Polda Jatim.(lil/dra).
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>