Jelang Pemberlakuan HPTL, Bea Cukai Malang Gelar Sosialisasi

Kamis, 02 Agustus 2018  21:29

Jelang Pemberlakuan HPTL, Bea Cukai Malang Gelar Sosialisasi
MALANG (BM) – Menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan nomor 146/PMK.010/2017, tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau tentang kebijakan pengenaan cukai terhadap vape yang mulai diberlakukan pada awal Oktober 2018. Kantor Bea Cukai Malang menggelar sosialisasi aturan tentang tarif cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), Kamis (2/8).

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Rudi Hery Kurniawan menjelaskan, dengan adanya peraturan itu, maka Kantor Bea Cukai Malang gencar melakukan sosialisasi terhadap pelaku usaha Vape Store dan Assosiasi Vapor yang berada di Malang Raya. Dengan demikian, selama masa sosialisasi ini, pihaknya akan terus melakukan pendampingan hingga masa berakhirnya sosialisasi.

"Vape ini relatif baru, namun cukup pesat perkembangannya. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui aturan terkait penggunaan vaper liquid. Olahan yang mengandung Nikotin / vape itu terkena cukai. Karena itu, para pengusaha itu kami undang untuk mendapatkan penjelasan," tutur Kepala Bea Cukai Malang, Rudi Hery Kurniawan disela sosialisasi di kantor Bea dan Cukai Malang, JL. Surabaya No. 2, Kota Malang, Kamis (2/8).

Ia melanjutkan, beberapa yang disampaikan dalam sosialisasi juga terkait perizinan, cara menempel pita cukai sebagai tanda lunas cukai. Selain itu, para pengusaha mempunyai kewajiban pengurusan izin, bagi yang melakukan pencampuran komposisi liquid.
"Selama masa sosialisasi, dilakukan juga penyuluhan, pendampingan. Namun juga dilakukan pengawasan tentang penjualan di lapangan, apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah bulan Oktober, akan dilakukan sanksi penindakan bagi yang melanggar," terangnya.

Sementara itu, Suryaningsih selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai mengaku, hingga saat ini, memang belum ada data yang pasti tentang  jumlah pengusaha vape yang tersebar di malang Raya. " Peserta sosialisasi ini ada 54, terdiri atas Vape Store dan Asosiasi Vapor di Malang Raya. Kami mengetahui data mereka dari pendataan di lapangan," kata Suryaningsih sembari mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).

HTPL ini, kata dia, adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau selain yang disebut sigaret, cerutu, rokok, daun, dan tembakau iris yang dibuat secara lain sesuai dengan perkembangan teknologi dan selera konsumen tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan.

HTPL meliputi ekstrak dan esens tembakau, tembakau mollases, tembakau hirup, dan tembakau kunyah. Produk terkenal dari ekstrak dan esens tembakau adalah cairan atau Vape. Yani pun menjelaskan, jika produk HTPL dikenakan tarif cukai 57 persen dari harga jual eceran yang diajukan. "Kami menyosialisasikan aturan ini karena memang benar-benar baru. Aturan ini baru berlaku 1 Juli dan ada relaksasi hingga Oktober 2018," pugkasnya. (adv/lil)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>