Kejari Kota Malang, Lidik Aset Pemkot

Kamis, 21 Juni 2018  19:05

Kejari Kota Malang, Lidik Aset Pemkot

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Amran Lakoni (kanan) didampingi Kasi Pidsus, Rahmat Wahyu (kiri).

MALANG (BM) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang  melakukan penyelidikan dugaan korupsi pada kasus sejumlah aset Pemerintah Kota Malang yang diduga lepas dan telah beralih kepemilikan. Sejak awal bulan Ramadhan 2018 lalu, Kejaksaan telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan.Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Amran Lakoni, Kamis (21/6). Menurut Kajari, pengungkapan adanya dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) atas penyelewengan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di kawasan Kelurahan Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu, saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya.

“ Kita akan telusuri siapapun orangnya (pelakunya) akan kita cari. Kami  sudah memintai keterangan beberapa orang yang ada kaitannya dengan aset Pemkot di Jalan BS Riyadi, Kelurahan Oro – Oro Dowo dan sudah bersertifikat hak milik atas nama seseorang,” ungkap Kajari, Amran Lakoni saat ditemui awak media diruang kerjanya. Ketika disinggung terkait kematian tidak wajar salah satu staf kelurahan oro – oro dowo yang bernama Wiyono dua hari lalu?. Kajari  Amran Lakoni menegaskan, dirinya kaget mendengar almarhum Wiyono meninggal dengan cara bunuhy diri. Disebutkannya bahwa almarhum Wiyono merupakan salah satu dari 30 saksi yang dimintai keterangan Kejaksaan terkait dugaan beralihnya kepemilikan aset milik Pemkot tersebut.

"Almarhum Wiyono sebelum bunuh diri, telah dua kali dimintai keterangan dikantor Kejaksaan dibulan puasa kemarin," tuturnya.Untuk kematian almarhum,pihaknya menyerahkan hal itu ke pihak Kepolisian. Apakah murni gantung diri atau ada unsur lain. Seperti apa kematiannya kita gak ikut campur. "Yang kita tangani adalah kasus tipikornya," tegasnya. Kajari pun menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah ragu dalam melakukan penyelidikan maupun penyidikan manakala terjadi tipikor di Kota Malang. “ Siapapun orangnya, siapapun orang dibelakangnya serta siapapun saudara dibelakangnya, apabila melakukan tindak pidana korupsi, tetap kami sikat,” tegasnya.

Hal itu dilakukan jika terbukti melakukan pelanggaran. Akan tetapi, "Sekiranya gak cukup bukti pastikan diberhentikan tanpa ragu," tandasnya.Mangkanya, dengan adanya laporan masyarakat terkait  aset Pemkot di kawasan Jl. BS. Riadi Kelurahan Oro Oro Dowo, yang diduga dikuasai orang tidak bertanggungjawab, dan diduga sudah berbentuk sertifikat atas nama perorangan, maka pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “ Surat perintah penyelidikan sudah kami keluarkan pada awal bulan Ramadhan lalu,” tandasnya. Sedangkan almarhum Wiyono sendiri nekat melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Berdasarkan surat wasiat yang diketik sepertinya ia merasa tertekan dengan permasalahan yang ia hadapi. Dan sejauh ini pihak Kejaksaan masih melakukan proses penyelidikan dan sebanyak 30 orang saksi telah dimintai keterangan. (lil).

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>