Lima Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Nanik

Rabu, 22 November 2017  23:12

Lima Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Nanik

Terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmi (baju tahanan) didampingi kuasa hukumnya

MALANG(BM)- Sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmi (53) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang,Rabu (22/11).Dalam siding kali ini, majelis hakim menghadirkan 5 saksi yakni Hasanah, Jainuri (menantu  pihak pemilik tanah), Alfarisi cucu dari  pihak pemilik tanah sebelum dibeli PT.Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) serta Saiman dan Risa Dwi Rahayu selaku perantara jual beli tanah yang menjerat terdakwa Nanik Indrawati.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai,Isnurul Syamsul Arif SH M.Hum serta Jaksa Penuntut Umum (JPU),Suhartono,SH,saksi Jainuri  mengatakan bahwa dalam penjualan tanah itu, pihaknya menerima Rp 2,7 miliar dipotong pajak  sebesar Rp 140 juta. Rinciannnya, menerima tanda jadi dari Saiman sebesar Rp 500 juta. “Saya menerima tanda jadi dari Pak Saiman sebesar Rp 500 juta, sisanya ditranfer ke rekening Alfarisi. Totalnya Rp. 2,7 miliar di potong pajak,” kata Jainuri dalam keterangannya dipersidangan,Rabu (22/11).

Sementara itu,Gunadi Handoko SH MH M Hum selaku kuasa hukum Nanik  Indrawati mengatakan bahwa kasus ini tidak ada tindak pidananya. Hal itu mengacu pada keterangan saksi. “Dari persidangan ini terungkap, Pak Saiman selaku pembeli tanah seharga  Rp.225 ribu per meter. Saiman selaku pembeli tanah, sudah membayar November, Desember 2014 dan Januari 2015, yakni memberikan pembayaran uang pribadi sebesar Rp 500 juta, kedua, membayar Rp 500 juta dan Rp 112,5 juta.

 “Jadi dalam 3 bulan itu,pak Saiman sudah membayar Rp Rp 1, 125 Miliar .Kemudian pada  9 Maret dijual  tanah itu ke Perusahaan. Itu keterangan saksi, jadi dimana tindak pidananya,” tutur Gunadi usai mendampingi kliennya dalam persidangan. Terkait uang Rp 2 Miliar yang didakwakan kepada kliennya, Gunadi mengatakan bahwa uang tersebut untuk menganti uang milik Saiman dan pembayaran hutang Rp 850 juta dari Elang, kepada Saiman. “ Bahwa uang yang ditranfer ke Risa sebesar Rp 2 Miliar yang dipersoalkan adalah uang milik Saiman. Yakni uang pribadinya untuk tanda jadi pembelian tanah dan hutang milik Elang (Alm) sebesar Rp 850 juta. Tadi saya tanya ke pak Saiman, apakah ada uang yang diberikan kepada Nanik, dia menjawab tidak ada,” bebernya. 

Sementara itu Direktur PT STSA, Adji Prajitno, usai persidangan itu mengungkapkan bahwa Nanik telah mengeluarkan uang tidak pada tempatnya. “Dalam persidangan ini, terbukti Nanik Indrawati telah mengeluarkan uang milik PT STSA tidak semestinya. Uang untuk bayar tanah kok dibuat bayar hutangnya Elang. Elang punya hutang ke Saiman, kaitannya apa sama perusahaan. Ini menguatkan bahwa Nanik seenaknya saja. Kalau berani buka rekening bank, alirannya dana kemana saja. Nanik mengeluarkan uang tidak pada tempatnya. Nanik mengeluarkan bukan untuk kepentingan pembebasan tanah. Terpenting disini, Nanik mengeluarkan uang Perusahaan  bukan  untuk membayar  tanah. Kalau Elang punya hutang ke Saiman itu urusan dia, kenapa kog menggunakan  uang Perusahaan. Itukan urusan pribadi,”ungkap Adji Prajitno dengan nada geram.

Adji Prajitno menyebutkan  bahwa Nanik adalah ketua Tim pembebasan tanah yang diperuntukan pembangunan perumahan  Citra Garden City di kawasan Buring,Kecamatan Kedung Kandang,Kota Malang. “Dia ketua Tim pembebasan tanah. Dia mengajukan dana pembebasan tanah senilai Rp 4,7 miliar. Uang itu untuk pembebasan tanah dan pajak. Uang yang dibayar ke petani sebesar Rp 2,7 miliar, sedangkan uang Rp 2 miliar ditranfer ke rekening Risa,” tegas pria selaku pemilik Perusahaan tersebut.

Ditempat yang sama, Suhartono SH selaku JPU,mengatakan bahwa melihat fakta yang dibayarkan kepada petani hanya Rp 2,7 Miliar. “Terdakwa mengajukan dana Rp 4,7 miliar. Faktanya yang dibayarkan Rp 2,7 miliar, yang Rp 2 miliar sisanya ditranfer ke Risa. Alasannya untik bayar hutang Elang ke Saiman. Tidak boleh seperti itu. Itukan tidak sesuai  peruntukannya,” tandasnya.(lil/dra).

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>