Puluhan Pengacara, Lurug Polsek Klojen

Senin, 08 Januari 2018  23:08

Puluhan Pengacara, Lurug Polsek Klojen

Puluhan pengacara bersama Kapolsek Klojen Kompol Andi Yugha Pranata usai audensi.

MALANG(BM)-Sebanyak 25  pengacara yang tergabung dalam Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Malang Raya, mendatangi Polsek Klojen, Jl. Kelud, Kecamatan Klonjen, Kota Malang, Senin (8/1).Kedatangan mereka untuk mengetahui sejauh mana perkembangan laporan tentang kejadian upaya pembacokan yang dilakukan oknum guru di SD Taman Harapan, terhadap salah Advokat, Suud SH, pada Jumat (5/1) lalu.

"Kami melakukan audiensi dan ingin mengetahui sejauh mana kasus sajam yang kami laporkan. Menurut kami, kasus sajam sendiri sudah ada undang-undangnya, yakni Undang - Undang Darurat. Semoga Polisi segera mengusut kasus ini, dan kami akan selalu memonitor atas penanganan kasus ini," tutur ketua Ikadin.
Menurutnya, penggunaan senjata tajam di lingkungan sekolah, tentu menimbulkan tanda tanya. Apalagi yang melakukan adalah seorang guru, maka tindakan tersebut menurutnya perlu ada dugaan terkait terencana atau tidak."Saya tidak menduga akan terjadi peristiwa itu, saat itu celurit sudah diayunkan ke saya. Untungnya saya bisa menghindar dan mundur satu langkah ke belakang. Kami berharap segera ada tersangka dalam kasus ini," tutur Suud SH, korban dugaan upaya pembacokan,.
Sementara, Kapolsek Klojen, Kompol Andi Yuda Pranata menyatakan, bahwa pihaknya akan berlaku seobyektif mungkin. Menurutnya, saat ini tim penyidik sedang melakukan tugasnya.
"Kami menyambut baik kedatangan rekan - rekan advokat untuk beraudiensi. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan. Kami mengacu kepada fakta yang terjadi di lapangan," ujarnya.
Sebelumnya, seorang okum guru SD Taman Harapan, Jl. Aris Munandar, Kecamatan Klojen, Kota malang, Andres Lutfi (49), dilaporkan ke Polisi Polsek Klojen, Jumat (5/1).
Guru olah raga ini dilaporkan atas dugaan upaya tindakan pembacokan terhadap, Su'ud (50), Advokat, warga perumahan Bumi Mondorko Raya, RT 01 / RW 15, Kelurahan Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang di halaman sekolah SD Taman Harapan, Jum'at (5/1), sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa ini terjadi, saat Su’ud, pengacara dari kantor advokat Dr Solehoddin SH, MH datang ke sekolah. Ia datang setelah diminta kepala sekolah untuk memberikan penjelasan terkait progres gugatan yang saat ini berlangsung di PTUN Jakarta itu. Su'ud datang bersama Solehoddin, setelah kepala sekolah, Dewi Rendjani menghubungi mereka.Dijelaskan Solehoddin, akhir tahun 2017, Tjaturono, ketua yayasan menunjuk Rudi Subandrio sebagai Kepala SD Taman Harapan. Padahal, Kepala SD pengurus sebelumya, masih dijabat Dewi Rendjani dan berkantor di SD tersebut.(lil/dra).

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>