Site Plan Dipalsu,Bunga Properti Alami Kerugian
Berkembang : Gangsar (43) Pengelola Bunga Properti saat menunjukan lokasi perumahan Bumi Royal Park 3
By: redaktur
12 Jul 2017 11:15
 
 

 

MALANG(BM) - Menjalani bisnis properti harus siap tantangan. Adakalanya menjadi pengusaha properti juga mengalami banyak kerugian. Seperti penurunan daya beli masyarakat di tahun 2017, sedikit banyak menghambat perputaran uang bagi para pebisnis properti level menengah. Seperti dikemukakan pengelola Bunga Property, Gangsar (43) saat ditemui di kantornya,Ruko Bumi Royal Park 3,Jl.Kyai Parseh,Kelurahan Bumiayu,Kedung Kandang,Kota Malang.

 “Tanah ditengah kota sudah sangat langka,untuk itu kami kelola lebih menyisir lahan yang berada di pinggiran, namun masih dekat dengan perkotaan,”ucap Gangsar,Selasa (11/7).

Disebutkan, bisnis properti yang dikelolanya saat ini sedang mengembangkan lahan perumahan kota di Timur-Selatan. Tepatnya, daerah Kecamatan Kedungkandang, beberapa perumahan antara lain Bumi Royal Park, Gadang Nirwana Regency, Griya Buring Permai, Alam Buring Inside, Gadang Residence, Kenikir Permai hingga Kecipir Permai.

Sedangkan, daerah luar Kota Malang, antara lain Griya Dau Inside hingga Karanglo Inside. “Semenjak Bunga Properti berdiri hingga saat ini,sekitar 1400 unit rumah sudah kami realisasikan untuk user.Bunga properti saat ini juga tengah mengerjakan perumahan di beberapa daerah kota maupun kabupaten,”tambahnya.

Disebutkannya mulai Grand Villa Dau, Telagawaru Permai, Griya Tambakasri, Sukun Inside, Dieng Inside hingga Karangduren Inside. “Griya Buring Permai 1 sedang kita garap dengan unit sekitar 850-an. Kalau dijumlah, sekitar 1600-an unit yang tengah dalam proses realisasi dari KPR bank,” beber pria asli Malang tersebut sembari mengantar puluhan awak media melihat lokasi salah satu Perumahan Bumi Royal Park yang tengah dikerjakan Bunga Properti.

 Kisaran harga perumahan, tergantung daerah yang dipilih oleh user, yakni sekitar Rp 200-400 juta. Khusus untuk Dau, Gangsar menyebut bahwa Bunga Property memanfaatkan tingginya harga tanah dan rumah di Dinoyo Kota Malang maupun Batu. Lahan Dau, dekat dengan kampus UIN 3.

 

“Tengah kota lahan sudah sulit. Kota Batu juga demikian, tanah dan rumah mahal. Sedangkan, posisi Dau ada di perbatasan Dinoyo dan Kota Batu. Kita sasar di sana. Pertumbuhan sekarang sudah terjadi di pinggir kota,” tuturnya.  Meski demikian, saat ini dia mengaku sedang menghadapi problem yaitu penarikan cicilan user yang ingin pembatalan realisasi rumah.

Ada user yang mendatangi kantornya untuk meminta uang karena batal. Namun, dia menegaskan bahwa kondisi perputaran ekonomi Bunga Properti sedang terhambat pemalsuan site plan oleh salah satu oknum mantan pegawainya yang kini kabur.

“Site plan adalah persyaratan untuk mencairkan dana dari bank. Saat kita daftarkan untuk realisasi KPR, ternyata site plan dipalsu. Site plan tidak teregister di Dinas Perizinan Kabupaten Malang,” ungkapnya. Hal ini membuat pencairan anggaran dari bank macet. Sedangkan, pegawai yang dipercaya mengurus site plan, sudah melarikan diri dengan uang ratusan juta rupiah.

 

Karena itu, dia meminta para usernya sabar, Bunga Properti mengurus ulang perizinan site plan, dan mencairkan dana dari bank. “Lahan sudah siap, tapi terhambat site plan palsu yang ternyata tak terdaftar di dinas perizinan. Kami harus memulai lagi dari awal proses perizinan untuk realisasi dari bank,” pungkasnya.(lil/dra)

Create Account



Log In Your Account