Sumardhan: Terdakwa Apeng Dijerat dengan BAP Palsu

Senin, 27 November 2017  23:14

Sumardhan: Terdakwa Apeng Dijerat dengan BAP Palsu

Hakim ketua Righmen MS Situmorang memanggil saksi Candra (baju batik)

MALANG(BM)-Perseteruan dua bersaudara terus berlanjut, buktinya pada sidang lanjutan kasus dugaan penipuan penggelapan dengan terdakwa Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng (53) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, upaya majelis hakim yang memimpin persidangan pada pekan lalu mengupayakan agar pelapor Candra Hermanto yang merupakan kakak ipar terdakwa Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng (adik ipar pelapor) untuk berdamai akhirnya kandas. Sehinga sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan berlanjut, Senin (27/11).

Agenda yang semula tujuh saksi yang diperiksa, majelis hakim hanya memeriksa dua saksi, hal itu disebabkan keterbatasan waktu sidang hingga sore hari. Dalam persidangan, hakim PN Malang, Rightmen MS Situmorang memimpin sidang, menanyai Setyaningrum mantan pegawai Bank Permata Solo, serta Tantri, pegawai aktif Bank Permata, tempat Apeng meminjam uang pada 2009 lalu. Dalam keterangannya dibawah sumpah kepada hakim, Tantri, tak pernah diperiksa untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Apeng pada tahun 2016. Selain itu, Setyaningrum juga mengaku tidak pernah diperiksa penyidik pada 2016, karena dia sudah resign atau berhenti dari Bank Permata tahun 2012.

Kuasa hukum Apeng, Sumardhan SH, menegaskan bahwa kliennya dijerat dengan BAP palsu. “Saksi dari Bank Permata, Setyaningrum maupun Tantri mengaku tidak pernah di-BAP kepolisian Polda Jatim maupun didatangi penyidik di rumahnya tahun 2016. Tapi, dalam BAP, keduanya disebut pernah diperiksa penyidik Polda,” ungkap  Mardhan, sapaan akrab Sumardhan saat dikonfirmasi awak media usai mendampingi kliennya dalam persidangan.Senin (27/11).

Melihat fakta kesaksian dalam persidangan, Mardhan menuding ada manipulasi dokumen BAP pada tahun 2016 yang dipakai untuk menjerat kliennya. Meski demikian, sidang pemeriksaan saksi diskorsing pada sore hari pukul 17.00 WIB kemarin. Hakim Rightmen memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan saksi Senin pekan depan.

Dalam persidangan kemarin, saksi yang hadir antara lain Dewi, istri Chandra Hermanto pelapor kasus Apeng.  Vavan, adik Chandra, Tantri pegawai Bank Permata, Setyaningrum mantan pegawai Bank Permata, Fitri mantan karyawan Chandra, Sumardhan SH serta istri Apeng. Chandra Hermanto sebagai pelapor, tampak menghadiri persidangan adik iparnya. Menurut Mardhan, demi mematuhi undang-undang, hakim Rightmen menolak kuasa hukum Apeng Sumardhan SH dan istri Apeng, Irma Sagita, sebagai saksi. Sidang sore kemarin, hanya memeriksa Tantri dan Setyaningrum.

Terkait tawaran damai dari hakim Rightmen, Mardhan menegaskan itu bukan solusi terbaik dari hakim. “Solusi majelis hakim sangat bijak dan mulia, serta tak berdampak pada kekeluargaan dari saudara Apeng maupun Chandra. Tapi, kalau pada proses persidangan belum ada itikad baik berdamai kami akan minta hakim memerintahkan penahanan terhadap saudara Chandra karena memberi keterangan palsu dalam persidangan sebelumnya,” tegas Mardhan.

Sementara, Apeng membantah tuduhan bahwa dialah yang sering ingkar janji. “Padahal Candra yang ingkar janji, sudah tiga kali Candra  mengingkari janjinya. Kalau diberitahu Apeng bahwa aset  di Solo telah dijual  seharga Rp 23 miliar, saya rasa hakim tak akan melanjutkan perkara ini,”tutur Mardhan dan diamini Apeng.(lil/dra).

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>