Dinkes Serahkan Sampling Sarden ke BPOM

Rabu, 04 April 2018  19:17

Dinkes Serahkan Sampling Sarden ke BPOM

Dinkes Kota Mojokerto telah menyeraahkan sampling sarden yang diduga tercemar cacing

Mojokerto(BM)-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto akhirnya menarik lima merk produk Sarden dan Makarel dari sejumlah toko dalam giat pengawasan peredaran obat dan makanan. Kelima produk makanan kaleng tersebut ditarik untuk dijadikan sampling Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur.  Penarikan ini menyusul dugaan maraknya peredaran makanan Sarden dan Makarel yang mengandung cacing parasit di pasaran. 

"Kami sudah ambil lima merk Sarden,  Makarel untuk dijadikan sampling ke BPOM Jatim. Karena kita nggak punya keahlihan untuk memeriksa persoalan produk macam ini," kata Kadinkes Kota Mojokerto,  Christiana Indah Wahyu,  kemarin.
Terkait adanya peredaran dugaan produk yang mengandung cacing, Dinkes mengaku belum ada laporan masyarakat.  "Sejauh ini belum ada keluhan atau temuan dari masyarakat soal makanan kaleng bercacing.  Saya kira masyarakat tak perlu panik karena sangat memungkinkan tidak semua produk terjadi kasus macam ini," katanya.
Karenanya Kadinkes menduga kasus makanan cacing tidak terjadi pada semua produk.  "Pola pengemasan makanan kaleng melalui standar baku mutu yang ketat.  Artinya,  tidak mungkin semua produk ada cacingnya.  Maka itu BPOM tengah menyampling nomer bacht atau nomer produksi mana saja yang mengandung cacing dan selanjutnya ditarik berdasar nomer berdasar tanggal produksi itu," ujarnya.
Menurutnya, penarikan produk itu menjadi tanggung jawab produsen, bukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  "Penarikan itu kewajiban produsen.  Kalau pihak lain,  berarti ya harus melalui pembelian.  Kecuali toko melanggar ketentuan UU Konsumen yakni memperjual belikan barang rusak atau kadaluarsa  kita bisa menarik tanpa bayar," urainya.
Sejauh ini pihak Dinkes sedang melakukan sosialisasi ke masyarakat.  "Kita hanya sosialisasi masyarakat jangan beli produk merk itu.  Karenanya ia menyarankan toko bilang ke produsen agar diganti, sehingga toko dan atau masyarakat tidak dirugikan,"ujarnya.(nan/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>