Distribusikan Gas Kangean untuk Mojokerto

Senin, 11 Februari 2018  23:29

Distribusikan Gas Kangean untuk Mojokerto

Menteri Ignasius Jonan, Walikota Masud Yunus dan Wabup Pungkasiadi meresmikan instalasi Jargas di Kecamatan Prajuritkulon.

Mojokerto(BM)-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pembangunan proyek Jaringan Gas (Jargas) 10.101 Sambungan Rumah (SR) di Kabupaten/Kota Mojokerto, ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan. "Ini program pemerataan, jadi jangan berpikir pengembangan kawasan hanya untuk Indonesia timur," jelasnya. Dalam acara peresmian distribusi gas bertajuk ketahanan energi di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, (9/2) kemarin Jonan menyatakan akan melanjutkan program tersebut di daerah ini. 

Dalam mengkalkulasi pengembangan jaringan di kawasan Mojokerto sesuai permintaan Walikota Mojokerto Masud Yunus dan Wabup Mojokerto Pungkasiadi. "Saya sepakat dengan untuk pengembangan jargas di Mojokerto.  Apalagi kedua pemerintah mendukung penuh program ini, "sambungnya. 
Menurutnya  program ini sangat mungkin dikembangkan di daerah sekitar kilang gas.  "Bisa dibangun di daerah yang dekat dengan sumur gas. Estimasinya sampai dengan 100 km," ujarnya. Menurut Jonan, proyek jargas yang dimulai tahun 2017 sudah terbangun sebanyak 235.925 SR di 31 Kabupaten/kota di 15 Provinsi di Indonesia. “Khusus di Mojokerto anggaran pembangunannya mencapai Rp 86 miliar, untuk membangun 10.101 SR dengan rincian di Kota Mojokerto 5000 SR, di kabupaten 5.101 SR,” jelasnya.
Proyek jargas di Kota Mojokerto dikerjakan oleh PT PGN (Persero) Tbk dengan pekerjaan membangun 5. 000 SR yang tersebar di lima kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon, meliputi Kelurahan Mentikan, Kauman, Miji, Prajurit Kulon dan Surodinawan. “Gas buminya dipasok dari Husky CNOOC Madura Limited dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD,” tambahnya.
wilayah kabupaten Mojokerto, Kementerian ESDM menugaskan PT Pertamina dan anak usahanya untuk membangun jargas sebanyak 5.101 SR di wilayah Kecamatan Ngoro. “Pasokan gasnya berasal dari Kangean Energi Indonesia dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD,” jelasnya.
Beroperasinya sambungan gas bumi untuk rumah tangga ini, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan energi yang hemat, aman dan nyaman, karena gas bumi jauh lebih aman dari gas LPG.
Sementara,  Walikota Masud Yunus mengharapkan program ini dapat membantu warga dalam menghemat kebutuhan rumah tangga, yang  bersih dan aman. "Program gas sangat efisien.  
Warga dapat menghemat Rp 55 ribu x 5000 SR,  atau setara membantu Rp 275 juta perbulan. Kalau dikalikan setahun berapa miliar efisiensi yang didapat,"  tandasnya. Ia berharap pada 2019 mendatang ESDM memberikan sambungan baru lagi.  Harapan yang sama disampaikan wabup 
Pungkasiadi.  Ia mengapresiasi bantuan kementeriam ESDM dan berharap ada proyek yang sama untuk pemerataan. 
Peresmian jargas untuk rumah tangga di Mojokerto oleh menteri ESDM ini, juga dihadiri Dirjen Migas, Ego Syahrial, beberapa pejabat PGN, Pertamina, Walikota Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto.(nan/dra)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>