Pelaku Pembunuhan di Mojokerto Tertangkap!

Selasa, 14 Mei 2019  18:51

Pelaku Pembunuhan di Mojokerto Tertangkap!

Eko Yuswanto, korban pembunuhan di Mojokerto.

Mojokerto (BM) - Kasus pembunuhan dan pembakaran pengusaha rongsokan asal Mojokerto, Eko Yuswanto (32), menemui titik terang. Polisi telah menangkap salah seorang pelaku yang diduga membunuh dan membakar korban.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, pelaku yang sudah diringkus berinisial P (38). Menurut dia, pelaku tinggal satu kampung dengan korban di Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

"Tadi malam Satreskrim Polres Mojokerto Kota bersama dengan Jatanras Polda Jatim berhasil mengamankan seorang terduga pelaku yang membunuh korban. Kami amankan di wilayah Mojokerto," kata Sigit kepada wartawan di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Selasa (14/5/2019).

Untuk sementara, lanjut Sigit, pembunuhan dengan cara sadis ini dipicu dendam pelaku terhadap korban. Dia menyebut, pertikaian pelaku dengan korban diawali cek-cok antara istri mereka. "Namun, masih kami dalami lagi kemungkinan adanya motif lain," terangnya.

Sigit menambahkan, P mengaku tak sendirian membunuh dan membakar Eko Yuswanto. Saat ini pihaknya memburu satu pelaku lainnya.

"Kami bergerak memburu pelaku lainnya yang menurut pelaku pertama masih di wilayah Mojokerto," ungkapnya.

Namun, dari penangkapan P, polisi belum menemukan uang maupun mobil pikap milik korban. Uang tunai Rp 4 juta dan mobil pikap Daihatsu GranMax warna biru metalik nopol W 9204 N itu diduga dibawa kabur pelaku yang masih buron.

"Harapannya demikian (dibawa pelaku ke dua). Kami belum bisa memastikan juga. Yang pasti info dari terduga pelaku pertama, dia diturunkan, lalu mobil dibawa pelaku yang lain. Apapun pengakuan pelaku ini belum bisa dipastikan sebelum dikonfrontir dengan pelaku kedua," tandasnya.

Informasi yang dihimpun, P mempunyai nama panggilan Yoyok. Dia sudah mempunyai istri dan dua anak.

Mayat Eko Yuswanto dalam kondisi terbakar pertama kali ditemukan Partono (58) di hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Senin (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu, buruh tani warga Dusun Manyarsari tersebut sedang bekerja menanam jagung. Penggarap lahan adalah Tegas (50), juga warga Dusun Manyarsari.

Kondisi mayat tengkurap dengan kepala menghadap ke selatan. Kepala korban terbungkus karung plastik. Jarak penemuan mayat hanya sekitar 3 meter dari jalan cor yang menghubungkan permukiman penduduk Manyarsari dengan jalur Mojokerto-Gresik. Dari permukiman penduduk sendiri, jarak penemuan mayat sekitar 1 Km.

Eko tewas meninggalkan istri dan 2 anak yang masih sekolah. Pria asal Dusun Temenggungan, RT 2 RW 5, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu dikenal pekerja keras. Dia menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

 

Urusan Anak

Kepala Dusun Temenggungan, Trowulan, Mojokerto, Ali Mustofa tak menyangka warganya terlibat dalam aksi pembunuhan ini. Pasalnya, baik pelaku ataupun korban terkenal sebagai orang yang baik.

Sementara dari kesaksian beberapa kerabat, Mustofa mengatakan kedua warganya itu sempat ada cekcok. Perselisihan ini terjadi karena anak Eko dengan anak Yoyok sempat bertengkar dan berlanjut ke orang tua. Namun perselisihan tersebut terjadi dua tahun yang lalu.

"Pelaku sopir, inisialnya SD. Namanya Priyo, atau Yoyok biasa dipanggil. Kalau menurut keluarga, dua tahun yang lalu ada masalah urusan si anak, jadi anak sama anak lalu ke orang tua," kata Mustofa saat menemani istri dan dua anak korban melakukan tes DNA di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Selasa (14/5/2019).

Namun, Mustofa mengatakan dirinya enggan berspekulasi lebih lanjut, karena peristiwa cekcok itu sudah terjadi lama.

"Keterangan warga ada sedikit urusan anak dengan anak, dua tahun yang lalu, ndak tahu kok munculnya sekarang. Tetangga dekat, depan rumah agak selip sedikit," tandasnya.    

 

Test DNA

Kasus pembunuhan tersebut semakin menemui titik terang. Setelah identitas mayat terungkap, kini istri dan dua anak korban menjalani tes DNA di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan hasil forensik yang sudah didapat tim labfor Polda Jatim akan dicocokkan dengan DNA dua anak korban.

"Ini yang kita dapatkan hasil forensik kita hari ini bawa dua orang anak dan istri yang bersangkutan untuk diambil DNA-nya. DNA diperlukan mencocokkan identifikasi lanjutan dan luar," kata Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (14/5/2019).

Sementara itu, istri dan dua anak korban telah datang di RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. Ketiganya datang dengan ditemani kakak Eko, kepala dusun, dan perangkat desa lainnya.

"Ke sini untuk mengantar warga saya untuk mengawal tes DNA," kata Kepala Dusun Temenggungan Ali Mustofa di RS Bhayangkara. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>