Proyek GMSC Molor, Pemkot Siapkan Denda

Rabu, 06 Desember 2017  23:16

Proyek GMSC Molor, Pemkot Siapkan Denda

Walikota Mas’ud Yunus saat meninjau penyelesaian proyek GMSC

Mojokerto(BM)-Seperti sudah diprediksi sebelumnya, bahwa sejumlah mega proyek di Kota Mojokerto bakal kedodoran dalam penyelesaian, akhirnya terbukti. Seperti proyek Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto senilai Rp 31,7 miliar dipastikan molor, progres pembangunannya saat ini baru mencapai 72 persen, padahal masa kontraknya tinggal 22 hari. Pantauan di lokasi, di lantai 1 GMSC pekerjaan hanya tinggal finishing, tapi dilantai 2 terlihat banyak pekerjaan berat yang belum selesai, seperti pemasangan AC, kelistrikan, keramik dan pemasangan plafon.

Mas’ud Yunus, walikota Mojokerto saat meninjau proyek GMSC mengatakan, Pemkot akan memberi toleransi selama 24 hari lagi kepada pelaksana proyek untuk menyelesaikan pekerjaannya. “Prosedur itu sudah kita setujui, ada tambahan waktu pengerjaan selama 24 hari untuk penyelesaian proyek.”terangnya.

Walikota mengatakan, meski ada tambahan waktu pengerjaan, pihak kontraktor tetap akan dikenai denda sesuai aturannya. “Tetap dikenai denda seperseribu, sesuai aturan yang berlaku.” ujarnya. Mengacu pada peraturan LKPP No. 14 tahun 2012, besarnya denda kepada penyedia atas keterlambatan adalah seperseribu dengan maksimal 5 persen dari nilai proyek, artinya, kontraktor Proyek GMSC yang nilainya mencapai Rp 31,7 miliar, dengan perpanjangan waktu 24 hari terancam dikenai denda Rp 760 juta.

Proyek finishing pembangunan gedung perijinan terpadu Graha Mojokerto Service City (GMSC) yang dikerjakan PT Ardi Tekindo Perkasa Surabaya (ATP) sebagai pemenang proyek senilai Rp 31.763.752.000 miliar baru menyelesaikan pekerjaan luar. Padahal,  bagian dalam gedung belum selesai pekerjaan. 
Bahkan sebelumnya kalangan DPRD Kota Mojokerto menagih janji Plt Sekdakot Mojokerto Gentur Prihantono yang mentakan siap mengawal pekerjaan tersebut secara ketat agar dapat diwujudkan. "Kita tetap berpatokan pada janji Plt Sekdakot bahwa pengawasan dan evaluasi akan dilakukan setiap dua hari sekali.  Kita akan minta penjelasan, apa yang menjadi kendala, " Sony Basoeki Rahardjo yang anggota Komisi II DPRD Kota Mojokertotetap akan membawa persoalan ini ke dalam Komisi II yang membidangi pembangunan.  "Pemenang tender proyek, yakni PT ATP. Pelaksana ini merupakan rekanan kami dari pekerjaan rehabilitasi trotoar Jalan Gajah Mada tahun lalu," papar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) GMSC, Ferry Hendri.
Menurut Fery,  mengacu kontrak, masa pekerjaan yakni selama 120 hari terhitung mulai 31 Agustus-28 Desember 2017. Sementara pekerjaan yang disepakati meliputi struktur pembangunan ruang genset dan ruang panel, arsitek untuk pemasangan keramik, cat, plesterisasi dan pemasangan pintu serta kaca. (nna/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>