Sidak Gedung GMSC, Plt. Walikota Geram

Senin, 21 Mei 2018  19:46

Sidak Gedung GMSC, Plt. Walikota Geram

Saat dilakukan sidak ke gedung GMSC senilai hampir Rp 50 miliar, sudah banyak yang rusak

Mojokerto(BM)-Awali kegiatan di lapangan, Wawali Kota Mojokerto sebagai Plt Walikota melakukan sidak ke sejumlah proyek di Kota Mojokerto diantaranya gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC), Saat sidak Plt Walikota merasa kaget dengan kualitas bangunan yang dinilai prestisius. Buktinya, masih setengah jalan gedung yang menelan anggaran APBD Pemkot Mojokerto hingga mendekati Rp 50 miliar itu sudah banyak yang rusak. 

Rusaknya sejumlah bagian gedung ini ditemukan Plt.  Walikota Mojokerto Suyitno saat inspeksi mendadak (sidak) bersama kepala OPD teknis, Senin (21/5) kemarin. "Saya minta kepada panitia untuk segera memanggil kontraktornya terkait kualitas bangunan. Bila dipanggil hingga tiga kali tak merespon, saya yang akan memanggil sendiri. Masak bangunan sebesar itu kualitasna jelek,"kesal Suyitno kepada wartawan saat buka bersama di Mojokerto. 
Orang nomer dua dilingkup Pemkot Mojokerto itu menduga kerusakan plafon itu diakibatkan oleh bocornya genting. Padahal,  pihak pelaksana telah menerapkan sejumlah pekerjaan untuk melindungi plafon.  Beberapa diantaranya adalah melapisi genting dengan plastik sehingga ketika bocor air hujan tidak langsung jatuh ke bawah. "Gentingnya ada yang bocor. Saya sudah perintahkan PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)  agar segera menghubungi pelaksana mumpung ini masih dalam masa pemeliharaan,"  tegasnya. 
Dikonfirmasi soal adanya kerusakan beberapa bagian gedung Kepala DPUPR Mashudi tak menampik. "Iya memang banyak yang rusak,  dan saya sudah beberapa kali menghubungi rekanan tapi iya iyo thok ae. Ini kami desak terus,"  ungkapnya. 
Ia memastikan bahwa kerusakan tersebut segera dibenahi. Sementara itu menyinggung soal kelanjutan pembangunan tahap III,  Mashudi mengungkapkan pihaknya masih menunggu rekomendasi Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan Daerah (TP4D).  "Ini masih evaluasi TP4P.  Kami berhati-hati agar proyek ini tidak meninggalkan masalah hukum,"  akunya. 
Ia memprediksi evalusi akan selesai maksimal akhir Mei ini. "Saya berharap Mei ini tuntas dan Juni nanti segera naik lelang. Kalau waktunya tentu masih cukup,"  pungkasnya. 
Proyek GMSC tahap III akan dilanjutkan tahun ini.  Proyeknya meliputi pengadaan utility seperti pengadaan dan pemasangan eskavator atau tangga berjalan,  litf dan pembangunan rumah genset. Seperti diketahui progres lelang pengadaan barang dan jasa di Kota Mojokerto tak jua membaik.  Hingga jelang pertengahan tahun,  Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) setempat masih belum melelang satu pun proyek infrastruktur pemda setempat. (nan/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>