Tolak Adendum, Pelaksana RSUD Basoeni Terancam Blacklist

Selasa, 28 November 2017  23:18

Tolak Adendum, Pelaksana RSUD Basoeni Terancam Blacklist

Proyek pengembangan RSUD Gedeg masih dalam pengerjaan.

Mojokerto(BM)-Menjelang akhir tahun, sejumlah proyek besar pembangunan fisik di Kabupaten Mojokerto, dipastikan mengalami kemoloran penyelesaiannnya, Bahkan sejumlah pihak meminta agar pihak Kejaksaan segera turun tangan terhadap proyek yang tidak mampu diselesaikan tepat waktu. Seperti pekerjaan pembangunan RSUD RA Basoeni tahap II senilai Rp 20 miliar lebih yang dipercayakan Pemkab Mojokerto kepada PT Dwi Mulya Jaya diperkirakan meleset dari target. Proyek pengembangan RS daerah senilai Rp 10.173.181.000 dan pembangunan RSUD gedung B senilai Rp 10.7 miliar yang seharusnya selasai tiga hari mendatang atau per 1 Desember sesuai papan pengumunan terlihat belum dapat dituntaskan. 

Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  RS juga mendesak rekanan mengebut sisa pekerjaannya. "Kalau nggak selesai denda saja.  Kita juga nggak memberikan pencairan termin kalau rekanan tak membayar denda," tukas PPK pembangunan RSUD RA Basoeni Tahap II
Janadi, ditemui dilokasi proyek, kemarin. Janadi bahkan memastikan tidak akan memberikan adendum atau kontrak ulang pada rekanannya tersebut. "Nggak ada istilah adendum,  cuma mengundang perkara saja. Kami kerja sesuai aturan saja, nggak perlu ribet-ribet,"tegasnya. 
Adendum atau peninjauan kontrak kerja,  ujarnya hanya diberikan pada saat darurat akibat force major. "Kalau nggak selesai ya didenda. Daripada menyusahkan kami saja,"  jawabnya.
Ditanya soal jaminan kualitas pekerjaan lantaran mepetnya waktu,  pihaknya enggan ambil pusing. "Sudah ada konsultannya.  Kita yang penting sesuai spek itu saja,"imbuhnya. 
Dirinya mengaku tak tahu menahu proses pemenangan kedua proyek kepada satu PT yang sama. "Kalau itu bukan wewenang kami.  Karena kami hanya menerima pekerjaan saja,"jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Dwi Mulya Jaya,  Hendrik ketika dikonfirmasi terlihat enggan menjawab sepatah katapun.  Memasang wajah sinis dirinya bahkan buang muka dan langsung ngeloyor pergi ketika ditanya soal kemampuannya merampungkan pekerjaannya. 
Sejumlah pekerjaan pembangunan RSUD gedung B dan paket pekerjaan konstruksi gedung RS yang ditargetkan tuntas per 1 Desember mendatang.  Namun hingga kemarin,  pihak pelaksana masih mengerjakan sejumlah proses finishing.  Seperti instalasi listrik dan pemasangan tulisan RS dibagian luar.(yoi/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>