19 Negara, Termasuk RI Larang Terbang Boeing 737 MAX 8

Rabu, 13 Maret 2019  17:23

19 Negara, Termasuk RI Larang Terbang Boeing 737 MAX 8

Ilustrasi

Jakarta (BM) - Negara-negara besar Eropa, termasuk Inggris, Jerman dan Prancis, mengikuti jejak negara lain untuk menangguhkan penerbangan pesawat Boeing 737 MAX 8, setelah peristiwa maut Ethiopian Airlines pada Minggu kemarin.

Badan Keamanan Penerbangan Eropa juga menghentikan semua operasi penerbangan pesawat ini di Uni Eropa. Namun, Boeing mengatakan yakin akan keselamatan pesawat 737 MAX, dan banyak negara dan maskapai penerbangan terus mengoperasikan pesawat jet ini.

Dan berikut adalah daftar negara yang melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8, seperti dikutip 13 Maret 2019, pukul 10.00 am.

1. AUSTRALIA: Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia mengatakan telah menghentikan sementara pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX ke atau dari negara itu.

2. AUSTRIA: Austria telah memutuskan untuk merumahkan pesawat Boeing 737 MAX atas alasan keamanan sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata menteri transportasi.

3. BELGIA: Belgia menutup ruang udaranya untuk pesawat Boeing 737 MAX, kata kantor berita negara, Belga, mengutip menteri transportasi Francois Bellot.

4. INGGRIS: Pada Selasa, Inggris juga menangguhkan penerbangan pesawat 737 MAX di atas wilayahnya. "Dengan ini kami, sebagai tindakan pencegahan, telah mengeluarkan instruksi untuk menghentikan penerbangan penumpang komersial dari operator mana pun yang tiba, berangkat atau melebihi batas wilayah udara Inggris," kata juru bicara otoritas penerbangan Inggris.

5. CINA: Otoritas penerbangan Cina pada Senin mendaratkan 96 MAX 8 termasuk yang dioperasikan oleh Air China, China Eastern Airlines, China Southern Airlines, dan Hainan Airlines.

6. PRANCIS: Otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC) pada hari Selasa melarang pesawat Boeing 737 MAX dari wilayah udara Prancis.

7. JERMAN: Menteri Transportasi Jerman, Andreas Scheuer, mengatakan kepada penyiar Jerman n-tv pada hari Selasa bahwa wilayah udara Jerman ditutup untuk pesawat Boeing 737 MAX.

8. INDIA: India akan segera merumahkan pesawat Boeing 737 MAX, kata kementerian penerbangan sipil pada Selasa malam.

9. INDONESIA: Indonesia untuk sementara melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 yang beroperasi di angkasa-nya untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata direktur jenderal penerbangan pada Senin.

10. IRLANDIA: Irish Aviation Authority untuk sementara menangguhkan pengoperasian semua varian pesawat Boeing 737 MAX di wilayah udara Irlandia.

11. ITALIA: Italia akan menutup wilayah udaranya ke pesawat Boeing 737 Max 8 mulai Selasa malam.

12. BELANDA: Belanda telah memerintahkan wilayah udaranya ditutup untuk pesawat Boeing 737 MAX 8, lapor kantor berita ANP, mengutip menteri transportasi Belanda.

13. NORWEGIA: Norwegia menutup wilayah udaranya untuk semua pesawat Boeing 737 Max 8, kata kepala otoritas penerbangan sipil Norwegia, Lars Kobberstad, kepada radio publik NRK.

14. POLANDIA: Polandia menutup wilayah udaranya ke pesawat Boeing 737 Max 8 mulai Selasa malam dan menerbangkan armada pesawatnya sendiri.

15. SINGAPURA: Otoritas Penerbangan Sipil Singapura menangguhkan operasi semua pesawat Boeing 737 MAX di dalam dan luar negeri.

16. KOREA SELATAN: Korea Selatan sedang melakukan inspeksi darurat pada dua jet Eastar Jet MAX 8, kata seorang pejabat kementerian. Maskapai murah Korea Selatan akan merumahkan sementara dua 737 MAX 8-nya mulai Rabu, kata seorang juru bicara maskapai penerbangan Selasa.

17. TURKI: Kementerian Transportasi Turki telah menangguhkan semua penerbangan dengan Boeing 737 Max 8 dan Max 9, dalam laporan kantor berita pemerintah, Anadolu.

18. UNI EMIRAT ARAB: Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA telah melarang pengoperasian model Boeing 737 MAX sebagai tindakan pencegahan, kata Kantor Berita Emirates.

19. VIETNAM: Media pemerintah Vietnam melaporkan Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV) tidak akan mengeluarkan lisensi terbang kepada maskapai penerbangan lokal untuk mengoperasikan Boeing 737 MAX 8 sampai penyebab kecelakaan Ethiopian Airlines diumumkan.

 

Badan Penerbangan AS

Badan penerbangan Amerika Serikat menyatakan saat ini tak ada dasar untuk mengandangkan pesawat-pesawat Boeing 737 MAX 8, menyusul kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat tipe tersebut dalam waktu kurang dari enam bulan.

Meski Boeing sendiri telah memastikan bahwa pesawatnya aman dan layak terbang, namun Uni Eropa, Inggris, India, Uni Emirat Arab dan India mengikuti langkah China dan negara-negara lainnya yang mengandangkan pesawat tersebut ataupun melarangnya terbang di wilayah udara mereka, sembari menunggu hasil penyelidikan atas kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines.

Namun pemerintah Amerika Serikat sejauh ini menolak untuk mengambil tindakan serupa terhadap pesawat terlaris buatan raksasa penerbangan AS itu.

"Sejauh ini, tinjauan kami tidak menunjukkan masalah kinerja sistemik dan tidak memberikan dasar untuk memerintahkan pesawat dikandangkan," demikian disampaikan Kepala Badan Aviasi Federal Amerika Serikat (FAA), Daniel Elwell dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/3/2019).

"Otoritas penerbangan sipil lainnya juga tidak memberikan data kepada kami yang bisa membuat kami mengambil tindakan itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Transportasi AS, Elaine Chao mengatakan bahwa FAA akan "segera mengambil langkah yang tepat" jika suatu kecacatan ditemukan pada pesawat tersebut.

Pesawat Ethiopian Airlines jatuh di dekat Bishoftu, 60 km arah tenggara dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia pada Minggu (10/3), hanya sekitar enam menit setelah lepas landas. Penyebab kecelakaan tersebut belum jelas, namun pilot melaporkan ada masalah dan meminta untuk kembali ke Addis Ababa.

Para penyidik telah menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan digital, namun temuannya belum dibuka kepada publik. Jarak penglihatan disebut bagus tapi pemantau lalu lintas udara Flightradar24 melaporkan bahwa "kecepatan vertikal pesawat tidak stabil setelah lepas landas".

Pilotnya bernama Kapten Senior Yared Getachew, yang menurut Ethiopian Airlines telah mencatat lebih dari 8.000 jam terbang dan memiliki catatan kinerja "yang sangat baik".

Sebelumnya pada Oktober 2018, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air juga jatuh hanya sekitar 12 menit setelah lepas landas dari Jakarta. Keseluruhan penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 189 orang tewas. Menyusul jatuhnya pesawat Lion Air, penyelidik mengatakan bahwa pilot tampaknya berkutat dengan sistem otomatis yang dirancang untuk mencegah pesawat mandek (stall) di angkasa, fitur terbaru dalam jet tersebut.

Sistem anti-mandek tersebut berkali-kali memaksa hidung pesawat turun, meskipun pilot berusaha mengangkatnya, menurut temuan awal. Pesawat Lion Air tersebut juga baru dan kecelakaan terjadi tak lama setelah lepas landas.

 

Tunggu Arahan FAA

Kementerian Perhubungan belum bisa memastikan nasib Boeing 737 Max 8 di Indonesia. Pihaknya menunggu surat dari otoritas sipil penerbangan Amerika, The Federal Aviation Administration (FAA) untuk langkah selanjutnya.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto mengatakan instruksi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menahan operasional Boeing 737 Max 8 selama sepekan hanya bersifat sementara. Keputusan selanjutnya, Kemenhub akan menunggu rekomendasi FAA.

"Kita kan grounded sementara. FAA boleh bicara seperti itu (tetap terbang), tapi negara punya otoritas. Punya kedaulatan bahwa saat ini grounded seperti kata Menteri sepekan. Dalam satu pekan pemeriksaan nggak sehari selesai, tapi ada tiga tahapan yang seminggu juga belum selesai. Mudah-mudahan keluar besok atau lusa, ya kita ikut FAA," ujarnya saat konferensi pers, di Gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2019).

Avirianto mengatakan sambil menunggu rekomendasi FAA itu, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan. Sejauh ini, pemeriksaan sedang dilakukan di empat pesawat jenis Boeing 737 Max 8.

"Ada tiga dari maskapai Lion, satu maskapai Garuda. Ada tiga tahapan kita cek. Kita masih pengecekan tahap pertama baru cek Angle Of Attack. Nanti ada cek Speed Altitude Disagree, terus nanti trainingnya pilot juga kita cek lagi," ucapnya.

Pemeriksan itu, jelas Avirianto tidak cukup memakan waktu hanya sepekan. Pihaknya akan menambah waktu secara bertahap untuk menyelesaikannya.

"Kan pemeriksaan belum selesai seminggu. Nanti kita akan kasih tahu akan lanjut. Sebelum seminggu kita akan beri keterangan lagi. Kan bertahap, sehingga berharap notice FAA sudah keluar lah besok," katanya.

Meski begitu, Avirianto menegaskan pihaknya tetap mengikuti FAA untuk menentukan nasib Boeing 737 Max 8 selama waktu pemeriksaan berjalan.

"Kalau FAA bilang nggak boleh terbang ya nggak boleh. Jadi kita tunggu FAA karena semua negara sudah banned. Tinggal senat AS juga ada FAA juga. Kalau FAA besok notice banned, ya sudah," katanya.             (det/tem/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>