Amien Rais Kembali ‘Serang’ Jokowi

Rabu, 04 Juli 2018  18:16

Amien Rais Kembali ‘Serang’ Jokowi

Amien Rais saat berbicara di acara Muhammadiyah dan 'menyerang' Jokowi.

Jakarta (BM) - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sudah terbiasa dengan kritik-kritik tajam kepada pemerintahan Jokowi. Kini, Amien kembali melancarkan 'serangan', dengan menyebut kegagalan gagasan ekonomi Jokowi sampai Nawacita.

"Jadi menurut saya, Jokowinomics itu memang belum berhasil. Kalau saya katakan gagal, masih ada 8 bulan lagi sampai pilpres, siapa tahu ada keajaiban, sukses," kata Amien dalam sambutannya di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Soal Jokowinomics, pada 2017 Muhammadiyah pernah mengundang Presiden Jokowi untuk hadir di acara tanwir di Ambon. Kala itu Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menyatakan pihaknya ingin mendengar gagasan ekonomi Jokowi yang mungkin bisa disebut sebagai 'Jokowinomics'.

Kembali ke 'serangan' Amien Rais, yang juga mantan Ketum Muhammadiyah, dia juga menyebut adanya diskriminasi dalam demokrasi saat ini. Meski tak menyebutkan detail kasus yang dimaksud, Amien menilai ada diskriminasi di dunia hukum.

Perlakuan diskriminatif pemerintahan Jokowi, disebut Amien, juga terlihat dalam urusan politik. Ketua Dewan Kehormatan PAN ini menyebut ada politik pecah belah.

"Jadi demokrasi kita itu penuh diskriminasi. Diskriminasi politik, kalau temannya itu dibetul-betulkan, tapi kalau lawannya kalau bisa dipecah-pecah, dilemahkan," sambungnya.

Amien juga menyoroti diskriminasi di bidang sosial. Menurutnya, terjadi kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin.

"Oxfam yang mengatakan ada 4 orang lebih tinggi kekayaannya daripada 100 juta rakyat miskin ini kan (dianggap) nggak ada apa-apa," sebut dia.

"Lihat apa yang tidak tebang pilih di negeri kita ini? Lihat hukum, yang kecil dikejar-kejar, yang gede mana mungkin," kata Amien.

Jokowi mengusung jargon 'Revolusi Mental' dalam kampanyenya pada 2014. Amien Rais mempertanyakan realisasi visi tersebut.

"Nawacita jadi Nawasengsara, kemudian Revolusi Mental itu sampai ke mana? Yang direvolusi mental yang kayak apa?" kata Amien.

Nawacita merupakan sembilan program prioritas yang terdapat dalam visi dan misi Jokowi-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. Kesembilan program itu kemudian terejawantah dalam kebijakan pemerintahan Jokowi-JK periode 2014-2019.

Kritik ini dilontarkan Amien Rais saat menggambarkan kondisi negara yang menurutnya tidak membaik. Dia menyebut pemimpin bangsa seakan-akan menyodorkan demokrasi, tapi kenyataannya diskriminatif.

"Bahkan dengan firmed saya mengatakan, KPK saja itu merupakan lembaga obstruction of justice. Yang puluhan triliun pasti lewat, tapi yang OTT seratus juta, dua ratus dikejar," ujar Amien.

 

Enough is Enough

Setelah melontarkan sederet 'serangan', Amien mengatakan 'cukup' untuk Jokowi. Tak hanya Muhammadiyah, kalangan Nahdlatul Ulama pun diajaknya.

"Jadi Muhammadiyah, nahdliyin, dan kita yang paham masalah itu harus mengatakan enough is enough," kata Amien Rais.

Amien mengatakan enough is enough sembari mengangkat kisah Nabi Yusuf. Ia mengajak tokoh yang bisa memberikan solusi untuk muncul.

"Saya kira is now or never, jadi saya kira yang merasa insyaallah bisa, berkumpullah, menyatukan kekuatan, kemudian satu lagi saya katakan yang saya hadapi ini bukan pak ini dan pak itu, di belakangnya ini, itu ada 'dajjal ekonomi', 'dajjal intelijen', itu yang menyebabkan kelihatannya gagah," ujar Amien.

 

Respons Istana

Menanggapi kritik Amien tersebut, pihak Istana Presiden justru mempertanyakan maksud dari pernyataan tersebut.

Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, pemerintah tidak memahami istilah Jokowinomics yang dipakai Amien Rais.

"Nah itu apa yang dimaksud dengan Pak Amien Rais mengenai yang dia pahami tentang Jokowinomics kita nggak ngerti," katanya,di  Jakarta, Rabu (4/7/2018).

"Jadi kalau yang dimaksud dengan Pak Amien Rais mengenai Jokowinomics kami sendiri juga nggak pernah tahu, karena tidak pernah presiden itu menyampaikan istilah Jokowinomics atau pemerintah misalnya kementerian ekonomi bilang Jokowinomics, lanjutnya.

Jokowinomics yang disebut Amien Rais gagal, meliputi daya beli yang makin lemah, utang makin menggunung, hingga serbuan tenaga kerja asing (TKA). Istana pun menepis kegagalan itu.

Erani mengatakan, pemerintahan Presiden Jokowi sudah membawa perekonomian lebih baik. Paling tidak ada 6 poin besar, yakni mewujudkan keadilan ekonomi, tata kelola pembangunan, dan kerangka makroekonomi yang kuat.

Kemudian, penguatan daya saing dan iklim investasi, landasan pertumbuhan yang berkesinambungan dalam jangka panjang, dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Nah kalau platform besar pemerintah di ekonomi itu kan dibagi paling tidak dalam 6 tadi itu lah. Kurang lebih itu yang dikerjakan, dan capaian capaian itu hampir semuanya positif. Makanya kita susah menyampaikan dimana letak kegagalan tadi itu," jelasnya.

"Kita ingin sampaikan bahwa apa yang dikatakan pemerintah misalnya tidak cakap untuk mengelola ekonomi itu jauh panggang d,ari api. Semua data itu nggak ada yang menunjukkan kemunduran ekonomi, itu nggak ada," tutur mantan Dirjen di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>