Amnesty International: Polri Janji Usut Rusuh 21-22 Mei

Senin, 08 Juli 2019  18:58

Amnesty International: Polri Janji Usut Rusuh 21-22 Mei

Direktur Amnesty International, Usman Hamid memberi keterangan kepada awal media.

JAKARTA (BM) - Direktur Amnesty International, Usman Hamid bertandang ke Bareskrim Polri Jakarta untuk menanyakan hasil investigasi terkait kerusuhan dan kekerasan aparat 21 dan 22 Mei lalu. Usman ditemui oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter), Brigjen Fadil Imran sebagai ketua tim yang menyupervisi investigasi Polri.

“Ada banyak hal kami bahas dalam prtemuan tersebut, baik itu terkait insiden-insiden kekerasan yang dilakukan Polri, juga kekerasan-kekerasan yang dilakukan peserta aksi di sejumlah titik,” kata Usman di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (8/7).

Dalam pertemuan tertutup itu, Polri memperlihatkan beberapa hasil temuanya. Untuk itu, ia berharap agar korps Bhayangkara mengusut tuntas semua orang yang terlibat, baik itu aktor lapangan, orang yang merencanakan aksi, hingga kepada aktor intelektual.

Polri, sambung Usman, juga menyampaikan telah melakukan proses terhadap 10 anggota Brimob yang diketahui berasal dari Polda NTT.

“Atas penyampaian tersebut, tim supervisi Mabes Polri buka diri dan jelaskan ke kami bahwa pristiwa-peristiwa kekerasan lainnya di luar dari insiden Kampung Bali yang menurut Kepolisian juga akan didalami, itu juga akan diselidiki,” pungkas Usman. 

 

Hasil Labfor Polri

Pihak Polri mengatakan penembak misterius yang beraksi saat peristiwa kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 diduga menggunakan senjata api laras pendek jenis Glock 42. Identifikasi jenis senjata tersebut dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Itu (Glock) diduga, dari hasil (pemeriksaan) Laboratorium Forensik, pelaku menggunakan Glock 42 dengan ciri-ciri tinggi 175 cm, kurus, menggunakan tangan kidal," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Dedi juga menyampaikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya saat ini sedang memeriksa seorang saksi kunci. Saksi kunci tersebut menerangkan, diduga penembak misterius menyembunyikan Glock 42-nya di dalam pakaian sebelum beraksi.

"Keterangan saksi yang mengatakan disembunyikan di bajunya. Ada saksi kunci yang sedang diperiksa oleh Polda Metro Jaya," ucap Dedi.

Saksi kunci yang dimaksud Dedi bukanlah bagian dari 447 perusuh yang ditangkap Polda Metro Jaya dari tempat kejadian perkara kerusuhan. Dedi enggan menjelaskan secara rinci identitas saksi kunci itu.

"Bukan bagian dari 447 perusuh. Kan kemarin ada tambahan 8, ya penyelidikan terus berkembang. Bukan (termasuk) 447 orang itu," tutur dia.

Hingga saat ini, lanjut Dedi, penyidik masih terus berupaya mengungkap identitas penembak misterius yang diduga menjadi dalang tewasnya korban-korban kerusuhan.

"(Identitas penembak) itu yang sedang didalami, baik analisa seluruh CCTV, foto, video, identifikasi rekam wajah atau face recognize," imbuh Dedi. (rmo/mer/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>