Andi Arief Akan Geruduk Balik Pemfitnah

Senin, 06 Januari 2019  17:55

Andi Arief Akan Geruduk Balik Pemfitnah

Andi Arief

JAKARTA (BM) - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengancam akan melaporkan sejumlah pihak ke Bareskrim Polri terkait tuduhan menyebarkan hoax tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Niatan itu akan ditindaklanjutinya Senin (7/1). 

"Saya akan laporkan ke Bareskrim para pemfitnah: Arya Sinulinga anak buah Hari Tanoe, Hasto Sekjen PDIP, Ali Ngabalin, Guntur Romli, PSI dan tim TKN," kata Andi Arief, Minggu (6/1).

Ia bahkan sudah membentuk tim khusus untuk memudahkan tugas kepolisian. 

"Saya akan geruduk juga dengan baik-baik rumah mereka untuk saya jemput, memudahkan tugas polisi. Saya sudah buat tim," terangnya.

Untuk itu ia memohon izin kepolisian demi keadilan. Sebab pada Jumat (4/1) lalu, rumah lamanya (sudah dijual) di Lampung telah didatangi tim Subdit II Cybercrime Polda Lampung

"Kalau saya bisa digeruduk, perlakuan sama harus diterima para  pemfitnah saya. Itu namanya keadilan. Saya sudah mencatat alamat seluruh rumah pemfitnah saya. Saya mohon izin Pak Polisi, Saya akan geruduk baik-baik dan menyerahkan ke polisi," pintanya.

"Dalam kasus fitnah pada saya, draw saja saya tidak mau. Semua harus tahu batas, batas marah dan batas kebaikan. Anda bisa marah, orang lain juga demikian," tegas mantan staf khusus presiden era Susilo Bambang Yudhoyono ini.

"Kalau saya bisa digeruduk, perlakuan sama harus diterima para pemfitnah saya. Itu namanya keadilan. Saya sudah mencatat alamat semua rumah pemfitnah saya. Saya mohon izin pak polisi, saya akan geruduk baik-baik dan menyerahkan ke polisi," ungkapnya.

Kabar rumah Andi Arief digeruduk ini sebelumnya disampaikannya sendiri lewat Twitter. Polda Lampung membantah dan menegaskan rumah itu bukan milik Andi Arief lagi.

"Tidak ada gerebek ya, tidak ada penindakan oleh Krimsus Cyber ya, yang ada itu sambang, bukan rumahnya Andi Arief, itu sudah dijual sejak 2014," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih.

Sulis mengatakan rumah itu dijual pada 2014. Rumah itu kini milik seseorang bernama Yusrizal, yang siang ini disambangi polisi.

"Kalau polisi kan silaturahmi, sambang, kan maksud dan tujuannya banyak," ujarnya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga mengaku tak khawatir atas ancaman Andi Arief. "Kita nggak takut. Dia mau ngapain aja silakan, saya tidak perlu ada persiapan," kata Arya kepada wartawan, Minggu (6/1/2019).

Andi hendak menggeruduk rumah Arya dan sejumlah nama kubu Jokowi lainnya sebagai balasan karena rumahnya telah digeruduk polisi. Arya menyatakan urusan penggerudukan rumah di Lampung bukanlah urusannya, namun merupakan urusan polisi.

"Digerebek polisi kan bukan urusan kita. Kalau dia mau geruduk rumah kita itu artinya dia masuk ranah pribadi orang," kata Arya.

Selain hendak menggeruduk sejumlah nama kubu Jokowi dan membentuk tim untuk melakukan itu, Andi Arief juga berencana melaporkan sejumlah nama kubu Jokowi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim).

Arya kini ingin tahu, apakah rencana itu dilandasi perintah Ketua Umum Partai Demokrat atau tidak.

"Saya jadi bertanya-tanya, dia disuruh SBY apa nggak? Apalagi sampai bentuk tim," kata Arya.

Menanggapi ancaman Andi Arief, Ali Mochtar Ngabalin mengaku tak khawatir. Dia bahkan menilai penggerudukan itu tak akan benar-benar terjadi. Bila saja rumahnya perlu digerebek oleh polisi, maka Andi Arief dirasa Ali tak perlu membantu.

"Emang polisi kesulitan butuh bantuan Anda? Masa polisi bersekongkol dengan pembuat berita bohong," kata Ngabalin.

Sosok Andi disebutnya sama dengan Ratna Sarumpaet. Ratna adalah tersangka penyebaran berita bohong bahwa dirinya dianiaya. Adapun Andi sendiri baru-baru ini sempat bikin heboh soal isu tujuh kontainer surat suara. Gara-gara itu, Andi dipolisikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke Bareskrim Polri. Andi diduga menyebar berita bohong soal isu adanya tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos pada Kamis 3 Januari.

"Hoax soal tujuh kontainer surat suara itu," kata Ali.

Sementara itu, politikus PSI Guntur Romli siap mengusir Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, jika digeruduk. Guntur menuding Andi Arief memakai cara-cara Tim Mawar.

"Cara yang dipakai Andi Arief seperti Tim Mawar yang menculiknya dulu, apalagi saat ini Andi Arief berkoalisi dengan pimpinan Tim Mawar, jadi dia mau meniru Tim Mawar," kata Guntur kepada wartawan, Minggu (6/1/2019).

Isu soal Tim Mawar sendiri sudah berkali-kali dibantah oleh Gerindra. Gerindra mengatakan tidak ada nama Prabowo Subianto dalam putusan pengadilan soal kasus Tim Mawar terkait penculikan aktivis 1998.

Kembali ke pernyataan Guntur Romli, dia bakal menunggu Andi Arief di rumah. "Saya akan tunggu Andi Arief dan timnya di rumah, dan akan saya usir dengan baik-baik," ungkapnya.

Menurutnya, twit Andi Arief soal 'geruduk' sudah termasuk ancaman. Dia meminta polisi menangkap Andi Arief.

"Twit Andi Arief termasuk ancaman, harusnya polisi tangkap Andi Arief sejak ia menyebarkan hoax ada 7 kontainer suara suara sudah tercoblos semua, apalagi dia bisa diduga kuat mau hilangkan barang bukti dengan menghapus twitnya, sekarang dia mengancam saya dan beberapa orang lain, susah sepantasnya polisi menangkap Andi Arief, dia akan terus buat keributan," kata Guntur Romli. (rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>