Antisipasi Kedatangan HRS, 1.500 Pasukan Berjaga di Bandara

Selasa, 20 Februari 2018  21:25

Antisipasi Kedatangan HRS, 1.500 Pasukan Berjaga di Bandara

Tabligh Akbar penyambutan Habib Rizieq di Cengkareng, Selasa (20/2/2018) malam.

JAKARTA (BM) - Ribuan personel  kepolisian disiagakan pada Selasa (20/2/2018) malam di Bandara Soekarno Hatta untuk mengantisipasi kedatangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab (HRS).

"Ada 1.500 anggota yang berjaga," ujar Kasubag Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta, Ipda Prayogo kepada Warta Kota, Selasa (20/2/2018).

Ribuan personel ini gabungan dari TNI dan Polri. Mereka disiagakan di sejumlah titik area Bandara Soetta.

"Berjaga dari mulai di tiap - tiap jalan mengarah ke Bandara dan juga Terminal 1, 2, serta 3," ucapnya.

Proses pengawalan pun dilakukan ketat dan melekat. Terlebih Bandara Soetta menjadi objek vital dalam segi pelayanan umum. "Malam ini para personel sudah disiapkan untuk berjaga," kata Prayogo.

Sementara itu Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soetta, Erwin Revianto menambahkan pengamanan ini sesusai dengan prosedur yang ada. "Kalau pelayanan tetap berjalan normal, untuk pengamanan sudah diserakan oleh Polban (Polisi Bandara)," papar Erwin.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Marif meminta agar kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tak perlu diganggu oleh pemerintah, bahkan oleh aparat kepolisian.

Apalagi sampai melakukan penangkapan karena Habib Rizieq dituduh terkait kasus dugaan pornografi.

Menurut Maarif, apabila Rizieq langsung diamankan pihak kepolisian pada tanggal 21 Februari mendatang saat kepulangannya, maka pihaknya dan pendukungnya tak akan tinggal diam.

"Jadi, kalau pemerintah atau kepolisian mengambil cara paksa, maka kami akan ambil paksa juga imam kami," ujar Maarif di Gedung DDII, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Lebih lajut, Maarif mengaku, pihaknya akan tetap mengedepankan negosiasi dengan pemerintah dan menjunjung tinggi langkah damai. "Tapi kalau memaksa, maka kami akan ajak umat Islam untuk memaksa juga," ujarnya.

Sementara itu, dia menuturkan, pihaknya tak akan bubar sebelum Habib Rizieq sendiri yang menyatakan dia tidak jadi pulang ke Indonesia.

"Dan kami tidak akan bubar sampai beliau bertemu dengan kami," kata Marif.

Di tengah kabar bakal pulangnya HRS, ratusan orang menghadiri acara tabligh akbar dan ‎istigosah di Masjid Jami Baitul Amal, Jalan Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (20/2/2018) malam.

 

Acara tersebut mendapat pengawalan ketat dari para Laskar Pembela Islam (LPI).

Para anggota LPI yang mengenakan pakaian serba putih itu membentuk barikade di depan masjid.

Sementara itu, para personil kepolisian juga terlihat mengamankan kegiatan tabligh akbar ini. Sejumlah anggota polisi tampak berjaga di depan jalan masuk menuju Masjid Jami Baitul Amal‎.

 

Kepastian

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengaku belum menerima informasi pembatalan kepulangan Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Indonesia. Karena itu, penyambutan tetap dilakukan.

"Sampai detik ini, belum ada ucapan, WA (WhatApp), telepon bahwa beliau ada batal pulang. Karena sampai ini belum ada jawaban beliau batal pulang, maka kami tetap melaksanakan acara penyambutan beliau sampai ada kabar dari beliau," kata Slamet di kantor DDII, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Slamet tak akan menghiraukan pernyataan siapa pun soal batalnya kepulangan Rizieq. Dia hanya akan mendengar langsung informasi kepulangan itu dari Rizieq.

"Yang saya ambil keputusan adalah ketika HRS mengatakan pulang, kami siap. Sebaliknya, ketika tidak jadi pulang, kami pun akan sami'na wa atho'na (kami dengarkan dan patuhi)," tuturnya.

Slamet juga meminta pemerintah memfasilitasi kepulangan Rizieq. Dia berharap Rizieq selamat sampai di Indonesia.

"Jadi kita sudah berupaya semaksimal mungkin dan meminta kepada pemerintah untuk bisa memfasilitasi kepulangan HRS tanggal 21 (Februari). Untuk bisa menjamin keamanan beliau pulang tanggal 21," ujarnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku ikut membicarakan soal isu kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia dengan pihak TNI dan Polri. Pemerintah akan terus memantau perkembangam kepulangan HRS.

"Habib Rizieq kan sudah terus menerus diberitakan, tunggu saja perkembangannya bagaimana," kata Wiranto di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Wiranto telah mengumpulkan para pejabat yang bersangkut paut dengan masalah hukum dan keamanan. Pertemuan itu untuk melakukan koordinasi antara penegak hukum dan aparat keamanan.

"Aparat keamanan bertindak harus melihat rambu-rambu hukum. Aparat keamanan bertindak harus melihat hukum mana yang dilanggar oleh orang-orang tertentu, kelompok tertentu, masyarakat tertentu. Sehingga dengan demikian maka Republik ini terjaga tatkala aparat keamanan bersatu padu mengamankan seluruh kehidupan masyarakat dan wilayah nasional," terangnya.

Terpisah, mantan Ketua MPR Amien Rais meminta pemerintah bersikap bijak dalam menangani kasus dugaan pornografi Habib Rizieq Syihab. Amien mengatakan umat Islam tak pernah mencari masalah dengan pemerintah.

"Jadi saya pesan rezim penguasa ini hati-hati, umat Islam itu tidak pernah mencari gara-gara. Tapi kalau imam besarnya dihina, dipelintir-pelintir proses hukum untuk memojokkan imam besar kita ini, maka saya sudah mengatakan hati-hati. Jangan sampai saya mengatakan, 'I've told you,'" kata Amien di kantor DDII, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Amien juga meminta Presiden Jokowi mengingatkan aparat keamanan terkait hal tersebut. Menurutnya, umat Islam juga termasuk pemilik sah republik ini.

"Jadi ini langsung Pak Jokowi saya sampaikan hati-hati. Anda adalah 'lurah' negeri ini, beri tahu aparat keamanan jangan jumawa, jangan takabur, karena kita juga pemilik sah negeri ini. Negeri ini milik kita semua, jadi jangan macam-macam," ujarnya.

Selain itu, Amien membandingkan kasus Rizieq itu dengan dugaan prostitusi di Alexis. Kata Amien, dua kasus itu sangat jauh berbeda.

"Jadi tolong tuduhan, percakapan pornografi yang dituduhkan itu dibandingkan dengan prostitusi ala Alexis dll, itu bukan seperseribunya. Saya tak ingin membela sesuatu yang memang sudah begitu jelas," kata Amien. (tri/mer/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>