Baku Tembak, Satu Terduga Teroris Tewas

Selasa, 15 Mei 2018  21:45

Baku Tembak, Satu Terduga Teroris Tewas

Kerumunan warga Manukan Kulon sesaat setelah terjadinya pelumpuhan terduga teroris.

Densus Kejar 2 Guru Keluarga Pengebom di Surabaya

SURABAYA (BM) - Baku tembak terjadi antara anggota Densus 88 dengan kelompok terduga teroris di Jalan Sikatan 1, Manukan Kulon, Surabaya, Selasa (15/5). Operasi ini merupakan pengembangan dari rentetan aksi teror di beberapa titik beberapa hari ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan ada satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak. Jasad terduga teroris itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara.

Diduga terduga teroris yang terlibat baku tembak merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok yang berafiliasi dengan ISIS ini berada di balik teror bom Surabaya.

"Iya benar ada tembak-tembakan di lokasi," kata Frans Barung Mangera dalam keterangannya, Selasa (15/5).

"Pelaku melawan petugas sehingga dilakukan penindakan. Seorang laki-laki usia 39-41 tahun," tuturnya.

Frans Barung Mangera mengatakan istri dan anak terduga teroris yang disergap sudah diamankan.

"Anak-anak tiga orang dan istrinya satu. Mereka sudah diamankan, rencananya mau dibawa ke Ditreskrimum atau Brimob," kata Frans Barung.

Pihak polisi menyatakan punya bukti kuat keterlibatan terduga teroris tersebut. "Kita sudah memiliki bukti, sudah memiliki yang namanya alat bukti yang sah, dengan yang bersangkutan masuk kelompok membahayakan," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (15/5/2018).

Ditambahkan Frans, Densus 88 punya tiga pertimbangan sebelum melakukan tindakan tegas. Pertama, terduga teroris tersebut melakukan perlawanan; kedua, membahayakan nyawa petugas; dan ketiga, aksi terduga teroris ini bisa membahayakan nyawa warga karena lokasi baku tembak berada di sekitar permukiman.

Frans menyatakan saat ini lokasi di seputar area baku tembak sudah disterilkan. Ambulans sudah datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Saksi mata mengatakan, suara tembakan terdengar saat penyergapan.  "Banyak tembakannya," kata warga bernama Shandi.

Ia mengaku mendengar rentetan tembakan sekitar pukul 17.00 WIB. Posisi Andi saat itu berada di Jl Sikatan 3.

Penyergapan terduga teroris disebut warga dilakukan di rumah kos. Rumah itu dihuni satu keluarga.

Belum ada keterangan dari polisi mengenai identitas terduga teroris yang terlibat baku tembak. Warga berada di radius 100 meter dari lokasi rumah tempat penyergapan terduga teroris. Garis polisi dipasang, personel menggunakan rompi dan dilengkapi senjata laras panjang.

Polisi menjaga ketat area baku tembak Densus 88 Antiteror dengan terduga teroris di Manukan Kulon, Surabaya. Warga diminta menjauh dari lokasi.

Pantauan di lokasi, ada sejumlah polisi yang datang dan langsung berjaga di jalan arah ke lokasi baku tembak sekitar pukul 18.50 WIB, Selasa (15/5/2018).

Alif, yang merupakan warga setempat menyebut penyergapan terduga teroris dilakukan di rumah kos. Diduga kos itu dihuni satu keluarga. "Ada lima orang satu keluarga," ujar Alif di lokasi kejadian.

Tim Gegana mengecek rumah kos terduga teroris yang ditembak mati dalam baku tembak tersebut.

Pantauan di lokasi, ada lebih dari lima personel Gegana yang berada di area kos di Jl Sikatan Nomor 6A pukul 20.30 WIB, Selasa (15/5/2018). Tampak satu personel mengenakan rompi.

Warga sekitar menyebut rumah kos lokasi penyergapan terduga teroris dihuni Teguh. Terduga teroris itu disebut warga tinggal bersama istri dan tiga anaknya.

 

Kejar 2 Guru

Ada tiga keluarga yang diduga menjadi teroris, dua di antaranya bahkan sudah beraksi mengebom tiga gereja dan kantor polisi di Surabaya. Mereka punya guru yang sama.

"Kita cari, masih dalam pengejaran oleh teman-teman kita di lapangan itu," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfud Arifin, di dalam jumpa pers di Markas Polda Jawa Timur, Jl Frontage Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Para personel kepolisian masih terus berusaha mengejar sosok guru itu. Polisi menyatakan guru teror itu tak hanya satu orang, melainkan dua orang.

"Ada dua yang saya berharap segera cepat ditangkap," kata Machfud.

Machfud bersyukur polisi bisa memetakan kelompok teror di Jawa Timur dalam waktu relatif singkat. Polisi akan mengejar jaringannya sampai lapisan atas, sampai ke guru-guru ideologi teror.

"Mudah-mudahan itu ketangkap ya. Kira-kira begitu," kata dia.

 

Tangkap 13 Terduga Teroris

Polda Jawa Timur telah merilis hasil penindakan terduga teroris di wilayah Jawa Timur pascaserangan teror bom bunuh diri. Ada 13 orang yang ditangkap hidup-hidup.

Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera di Mapolda Jawa Timur, Selasa (15/5/2018). Frans menyebut sejumlah terduga teroris ditangkap di wilayah Surabaya, Pasuruan, dan Malang.

"Penangkapan di daerah Malang tadi malam itu ada 2 orang, kemudian di daerah Pasuruan 1 orang, dan kembali lagi daerah Surabaya 1 orang," ujarnya.

"Jadi jumlah adalah 9 ditambah 4 menjadi 13 total yang sudah ditangkap hidup di luar dari mereka-mereka yang sudah ditembak mati," sambung Frans.

Selain itu, Frans menyebut, hingga Selasa (15/5) pukul 14.00 WIB, belum ada satu pun anggota keluarga terduga teroris yang datang ke RS Bhayangkara. Polri mengimbau keluarga terduga teroris datang agar Polri bisa mencocokkan data postmortem dan antemortem.

 

Penggeledahan

Tim Densus 88 Anti Teror menemukan banyak bom rakitan di rumah kontrakan Tri Murtiono (50) di Tambak Medokan Ayu, Rungkut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan saat di lokasi membenarkan jika ditemukan banyak bom di rumah bomber Polrestabes Surabaya itu.

"Iya...iya...iya.. Puluhan makanya kami bawa kesini, makannya kami ledakkan di sini," kata Rudi, Selasa (15/5/2018).

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga di lokasi kejadian, petugas gegana dan brimob membawa bom itu ke lapangan latihan militer kodim 0831 Surabaya Timur.

Terlihat petugas dari gegana membawa mobil penjinak bom menuju lokasi pemusnahan. Selain itu juga terlihat alat berat sedang melakukan evakuasi memindahkan bom dengan cara ditanam sedalam 2 meter ke dalam tanah.

Dari informasi yang dihimpun, saat pengeledahan, densus menemukan 54 kotak kontainer yang berisi plastik dan 2 pipa. Sementara itu, Rudi juga menjelaskan jika jumlah bom yang ditemukan lebih banyak dibandingkan saat pengeledahan di rumah Dita di kawasan Wonorejo.

"Temuannya lebih banyak dibandingkan dengan wonorejo," pungkas Rudi. (det/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>