Beredar Dokumen 'Good Friend', Gerindra Pastikan Bukan Kader

Selasa, 09 Januari 2018  18:26

Beredar Dokumen 'Good Friend', Gerindra Pastikan Bukan Kader

Ahok dan Veronica Tan

JAKARTA (BM) – Prahara rumah tangga Mantan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjadi perhatian publik. Di media sosial beredar foto-foto dan dokumen yang diduga menjadi penyebab retaknya hubungan rumah tangga Ahok.

Pihak Ahok sendiri menyatakan memiliki alasan kuat hingga akhirnya menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, perempuan yang telah bersamanya selama 20 tahun itu.

Ahok menyiapkan alat bukti berupa barang bukti dan saksi agar gugatan perceraiannya dikabulkan majelis hakim. "Saat bertemu, saya jelaskan ke Pak Ahok kalau memang mau mengajukan gugatan harus disiapkan semuanya, baik bukti surat, saksi, dan apapun itu, termasuk bukti elektronik juga. Katanya, pasti disiapkan," ujar kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur, Senin (8/1/2018).

Josefina belum tahu siapa saja saksi dan bukti apa saja yang akan ditunjukkan oleh Ahok dalam sidang pembuktian nanti. Yang pasti, saksi dan barang bukti tersebut berkaitan dan mendukung dalil gugatan cerainya terhadap Veronica Tan.

Josefina menjawab diplomatis saat dikonfirmasi perihal alasan kuat Ahok ingin menceraikan Veronica Tan adalah karena perselingkuhan maupun perebutan harta.

Menurutnya, dirinya selaku kuasa hukum tidak bisa membeberkan hal itu karena menyangkut privasi dan kepercayaan dari klien. Hal ini juga berlaku untuk orang-orang terdekat Ahok. "Saya enggak bokeh kasih tahu. Yang jelas masalah keluarga," ujar Josefina.

"Karena saya sebagai advokat, besok-besok orang enggak mau percaya saya. Pokoknya, enggak boleh. Sampai-sampai keluarga dekat juga saya enggak kasih tahu. Banyak banget yang menanyakan hal itu. Yang nanya itu keluarga saya sendiri, temannya Pak Ahok, keluarga Pak Ahok juga. Tapi, saya enggak kasih tahu. Enggak boleh kasih tahu karena saya jaga klien saya. Nanti di persidangan pertama juga akan terungkap. Nanti juga pada tahu," jelasnya.

 

Pihak ke Tiga

Beredar kabar, ada sosok pria yang dikait-kaitkan dengan perceraian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Veronica Tan. Pria yang diisukan sebagai orang ketiga ini disebut-sebut sebagai kader Gerindra. Namun isu itu dibantah.

Wajah dan nama pria itu dibuat meme dan disebar di media sosial. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan pria itu bukan kader Gerindra.

"Saya sangat mengenal kader Gerindra. Nama ini asing buat saya. Saya pastikan dia bukan pengurus atau kader Gerindra. Dari wilayah mana dia? Saya tidak kenal sama sekali," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif kepada wartawan, Selasa (9/1/2018).

Syarif merasa isu perceraian Ahok digoreng untuk mendiskreditkan Gerindra. Dia menegaskan perceraian Ahok-Vero tak ada kaitannya dengan partai.

Ini gorengan isu yang murah dan menjurus mendiskreditkan Gerindra. Tidak ada urusan apapun soal ini dengan Gerindra," ujarnya.

Soal 'good friend' ini muncul dalam dokumen yang beredar di media sosial. Dalam dokumen yang diduga gugatan cerai Ahok itu, disebutkan ada 'good friend' Veronica yang membuat rumah tangga Ahok retak.

Foto 'orang ketiga' itu disebar di media sosial, dan disebut-sebut merupakan kader Partai Gerindra. Gerindra menolak diseret-seret ke urusan rumah tangga mantan gubernur DKI Jakarta itu.

"JT itu kader partai lebay kali. Apa-apa dikaitkan dengan Gerindra," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Selasa (9/1/2018).

Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa saat dikonfirmasi terpisah tak tahu apakah JT merupakan kader partainya. Menurut Desmond, kader Gerindra sangat banyak sehingga sulit terdata.

Meski demikian, Desmond menegaskan perceraian Ahok-Vero sama sekali tak ada kaitannya dengan partai besutan Prabowo Subianto itu.

"Apa hubungannya perceraian Vero dengan Gerindra? Apa hubungannya? Nggak ada. Aku pikir ya nggak perlu direspons lah. Biarlah proses pribadi seseorang, nggak usah dikait-kaitkan urusan partai. Ini kan sesuatu yang nggak ada diada-adain aja," sebut dia.

Waketum Gerindra lainnya, yaitu Fadli Zon, mengaku tak mengenal sosok pria yang dikaitkan dengan Vero. Bagi Fadli, jika perceraian Vero-Ahok dikaitkan dengan Gerindra, itu tindakan fitnah.

"Saya nggak pernah kenal dan juga saya nggak tahu benar apa tidak," tegas Fadli.

 

Harus Dibuktikan

Foto-foto lembaran yang disebut sebagai dokumen gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap istrinya, Veronica Tan, beredar di media sosial. Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang akan menangani gugatan cerai Ahok-Vero, menyatakan setiap berkas gugatan harus dibuktikan lebih dulu.

"Saya kurang tahu, nanti saja karena gugatan itu harus dibuktikan. Kalau yang beredar itu ya tanya saja siapa yang mengedarkan di media sosial. Kalau menyangkut di pengadilan, tunggu saja persidangan awalnya," kata pejabat Humas PN Jakut Jootje Sampaleng kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Jootje pun menyarankan agar foto-foto lembaran yang disebut sebagai dokumen gugatan cerai Ahok terhadap Veronica Tan itu dikonfirmasi ke kuasa hukum Ahok sebagai pihak penggugat.

"Kalau kita begitu terbatas kita harus hormati privasi seseorang. Kan gugatan itu harus dibuktikan apakah isi gugatan itu benar atau tidak harus dibuktikan. Kalau nanti tidak terbukti ya kasihan tergugat. Jadi nanti saja setelah perkara itu diperiksa," kata Jootje.

 

Media Sosial

Pada Selasa (9/1/2018) pagi, akun Lambe Turah sempat memposting 5 buah foto yang judulnya "Versi Full yang lagi rame dari kemaren...

Pada foto yang diposting Lambe Turah, terungkap alasan penggugat yang diduga Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok melayangkan cerai kepada Veronica Tan.

Dalam surat itu diungkapkan 9 alasan diajukannya gugatan perceraian dan hak asuh anak.

Berikut beberapa poin alasan yang terungkap dalam surat tersebut.

"Bahwa kehidupan perkawainan yang rukun harmonis dan bahagia tersebut brubah drastis dikarenakan adanya perubahan sikap dari TERGUGAT kepada PENGGUGAT sejak tahun 2010 yaitu sejak TERGUGAT secara terang-terangan tidak peduli lagi dengan permintaan dari PENGGUGAT. Adapun perubahan sikap tersebut adalah ketika anak yang bernama NICHOLAS SEAN sedang sakit, PENGGUGAT meminta TERGUGAT tidak pergi, namun pada malam hari TERGUGAT tetap bersikeras dan diam-diam tetap ikut paduan suara di daerah Tamansari yang cukup jauh dari tempat tinggal bersama PENGGUGAT dan TERGUGAT di daerah Pluit. Padahal anak sedang sakit, kenapa tetap pergi?

Sejak saat itu, PENGGUGAT merasa ada yagn tidak beres dalam perkawainan PENGGUGAT dan TERGUGAT dan kemungkinan besar ada pihak ketiga. Namun karena PENGGUGAT belum mempunyai bukti apapun, sehingga PENGGUGAT hanya menegur TERGUGAT saja dan setiap kali PENGGUGAT menanyakan hal tersebut, TERGUGAT selalu beralasan kegiatan gereja, untuk menutupi hubungannya dengan pihak ketiga.

Bahwa dengan adanya fakta-fakta tersebut, di mana TERGUGAT seringkali mengingkari janjinya sendiri, membuat PENGGUGAT tidak bisa lagi percaya kepada TERGUGAT, ditambah lagi dengan tidak adanya perubahan sikap dari TERGUGAT sebagaimana diuraikan di atas, sehingga telah menyebabkan timbulnya perbedaan pendapat yang kemudian diikuti dengan perselisihan dan pertengkaran terus menerus antara PENGGUGAT dan TERGUGAT.

Bahwa PENGGUGAT telah melakukan segala macam upaya maksimal untuk merukunkan kembali rumah tangga yang telah retak tersebut dan hanya meminta satu hal agar TERGUGAT bergenti berhubungan dengan laki-laki good friend-nya tersebut. Sampai akhirnya PENGGUGAT sudah mencoba untuk rukun kembali dengan menggunakan mediator (Pendeta), akan tetapi usaha dimaksud tidak pernah berhasil, sebab dari TERGUGAT sendiri tidak ada upaya untuk hidup rukun dalam rumah tangga.

Padahal selain anak-anak pun juga telah meinta agar TERGUGATberhenti berhubungan dengan laki-laki good friend-nya, dalam kondisi PENGGUGAT yang saat ini sedang berada dalam tahanan di MAKO BRIMOB, tentu hal yang paling dibutuhkan oleh PENGGUGAT adalah dukungan moril dari TERGUGAT selaku istri sah dari PENGGUGAT. Namun dengan perbuatan TERGUGAT yang justru memilih untuk tetap berhubungan dengan laki-laki good friend-nya dan tidak menghiraukan permintaan PENGGUGAT serta permintaan anak-anak, membuat PENGGUGAT semmakin merasa tidak dapat lagi membinta serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan kekal bersama TERGUGAT berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan Pasal 1 Undang-undang No.1 Tahu 1974 tentang Perkawinan. Dnegan demikian gugatan perceraian ini merupakan satu-satunya jalan keluar terakhir yang ditempuh oleh PENGGUGAT. (tri/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>