Bertemu Pimpinan KPK, Mahfud MD Pertanyakan 'Buku Merah'

Rabu, 07 November 2018  17:57

Bertemu Pimpinan KPK, Mahfud MD Pertanyakan 'Buku Merah'

Mahfud MD di Gedung KPK Jakarta.

JAKARTA (BM) - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD melalukan pertemuan rutin dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (7/11). Usai melakukan pertemuan, Mahfud mengatakan, sempat menanyakan 'buku merah' terkait perkara bos CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman.

"Kami singgung masalah isu-isu Indonesialeaks. Kami tanya saja bagaimana masalahnya dan kami menjadi tahu masalahnya," kata Mahfud di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11).

Selain soal 'buku merah', menurut Mahfud, dirinya juga menyinggung masalah di internal KPK. "Ya sedikit-sedikitlah. Tapi kan kami tidak boleh ikut campur ke dalam. Kami mendengar masalah ini masalah ini, sedikit-sedikit saja," ujarnya.

Mahfud menambahkan, dalam pertemuan tersebut, ia juga meminta KPK untuk lebih aktif menanamkan antikorupsi di lembaga perguruan tinggi. Menurut Mahfud, pendidikan antikorupsi dan peran aktif KPK di perguruan tinggi sangatlah penting karena perguruan tinggi yang melahirkan para pemimpin bangsa.

"Karena kader-kader bangsa kan di perguruan tinggi ya," kata Mahfud.

Terkait 'buku merah', diketahui, KPK terus melakukan koordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya serta jaksa terkait penyitaan barang bukti yang dikenal publik 'buku merah' terkait perkara bos CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman.

"Ada koordinasi yang dilakukan. Jadi pihak penyidik Polda Metro Jaya dan juga ada jaksa yang sudah ditunjuk yang menangani kasus tersebut dan unit korsup di KPK sudah melakukan koordinasi terkait dengan perkembangan penanganan perkaranya," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonformasi, Selasa (6/11) kemarin.

Namun, terkait perkembangan ataupun penetapan tersangka baru, Febri enggan berkomentar. "Bagaimana perkembangannya, apakah sudah ada tersangka baru atau sudah ada perkembangan lebih lanjut mungkin akan lebih baik pihak penyidik yang menangani yang menjawabnya," ucap Febri.

Febri hanya menjelaskan, Polda Metro Jaya melakukan penyitaan terhadap dua barang bukti. Bukti pertama, yakni satu buku berwarna merah dari Bank Serang Noor, No Rek 28175574, BCA KCU ‎Sunter Mall, beserta satu bundel rekening koran PT Cahaya Sakti Utama periode 4 November 2015 sampai 16 Januari 2017. Kemudian, disita juga satu buah buku bank berwarna hitam bertuliskan Kas Dollar PT Aman Abadi tahun 2010.

Selain itu, Mahfud Md mengaku membahas tentang pendidikan antikorupsi dengan pimpinan KPK. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ingin agar KPK memperbanyak pendidikan antikorupsi di lingkungan kampus.

"Yang dibahas ya yang pokok tadi kita bicara pendidikan antikorupsi," ujar Mahfud selepas pertemuan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).

"Ya pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi agar KPK lebih banyak proaktif," imbuh Mahfud.

Menurut Mahfud hal itu penting karena penerus kepemimpinan Indonesia saat ini sedang berada di bangku kuliah. Mahfud menyebut pendidikan antikorupsi itu penting untuk semuanya sehingga tidak perlu harus masuk kurikulum.

"Karena kalau kurikulum itu kan artinya hanya di fakultas tertentu," ucap Mahfud.

Terlepas dari itu, Mahfud mengamini pembahasan tentang kasus-kasus korupsi yang baru-baru ini diungkap KPK. Namun Mahfud tidak merinci kasus apa saja yang dibicarakan dengan pimpinan.

"Kita diskusikan ke mana arahnya dan bagaimana mengklirkan itu semua agar pemberantasan korupsi berjalan cepat," ucap Mahfud. (rep/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>