Buru Aktor Kekerasan, Polda Sebar DPO

Kamis, 12 November 2017  19:28

Buru Aktor Kekerasan, Polda Sebar DPO

Daftar DPO

TEMBAGAPURA (BM) - Aksi kekerasan berkepanjangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Tembagapura memantik Kepolisian Daerah Polda Papua mengeluarkan maklumat bagi kelompok separatis tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Tembagapura, Minggu (12/11/2017) mengatakan, atas situasi yang memanas di wilayah Tembagapura, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar MH menyebarkan maklumat Kapolda Papua Nomor: B / MKLMT / 01 / XI / 2017 tanggal 12 November 2017.

Menurut Kamal, maklumat tersebut telah disebarkan di wilayah Tembagapura meliputi Kampung Utikini, Kampung Kimbeli, Kampung Banti, Kampung Obitawak, Kampung Arwanop, dan Kampung Singa.

Tujuan penyebaran maklumat Kapolda tersebut untuk diketahui oleh masyarakat sipil dan kelompok kriminal bersenjata agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Adapun isi maklumat tersebut adalah, diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara illegal agar secepatnya : 1. Meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (Kepolisian Negara Republik Indonesia)

2. Agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

"Langkah-langkah Kepolisian yang dilakukan menyebarkan maklumat Kapolda Papua kepada masyarakat sipil yang berada di sekitar Distrik Tembagapura untuk diketahui dan dilaksanakan," kata Kamal.

Kamal menambahkan, langkah ini sebagai langkah persuasif dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat atas keberadaan dan perilaku kelompok kriminal bersenjata yang berada di sekitar Distrik Tembagapura.

Selain itu, Polda Papua juga merilis daftar pencarian orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi di Tembagapura, Mimika, Papua. Sebanyak 21 orang masuk dalam daftar tersebut.

"Langkah ini sebagai langkah persuasif dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat atas keberadaan dan perilaku kelompok kriminal bersenjata yang berada di sekitar Distrik Tembagapura," kata Kamal.

Adapun identitas 21 buron tersebut, yakni :

1. Ayuk Waker; 2. Obeth Waker; 3. Ferry Elas; 4. Konius Waker; 5. Yopi Elas; 6. Jack Kemong; 7. Nau Waker; 8. Sabinus Waker; 9. Joni Botak; 10. Abu Bakar alias Kuburan Kogoya;

11. Tandi Kogoya; 12. Tabuni; 13. Ewu Magai; 14. Guspi Waker; 15. Yumando Waker alias Ando Waker; 16. Yohanis Magai alias Bekas; 17. Yosep Kemong; 18. Elan Waker; 19. Lis Tabuni, 20. Anggau Waker;  21. Gandi Waker.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyandera karyawan PT Freeport Indonesia dan menggunakan alat berat untuk merusak jalan menuju Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

"Memang betul ada laporan tentang karyawan PT Freeport yang disandera KKB bersama kendaraan berat jenis eksavator milik perusahaan yang kini digunakan untuk merusak jalan dari Utikini ke Banti," ujar Boy di Jayapura, Minggu (12/11).

Irjen Boy Rafli mengatakan saat merusak jalan, KKB bersenjata api melakukan pengawalan agar aksi perusakan jalan menggunakan alat berat yang dikemudikan oleh karyawan Freeport yang disandera itu terus dilakukan.

Namun, belum diketahui identitas karyawan yang disandera saat sedang mengerjakan jalan itu.

Kapolda Papua juga mengakui, hingga kini KKB masih membatasi aktivitas warga sipil di Banti dan Kimberly, Distrik Tembagapura.

"Para sandera (warga sipil) hanya diizinkan berada di sekitar lokasi yakni di kampung Kimberly dan Banti," kata Boy Rafli seraya menambahkan, pihaknya sedang berupaya untuk membebaskan warga sipil dengan mengedepankan tindakan persuasif.

Tokoh masyarakat dan tokoh agama juga dilibatkan untuk bernegosiasi guna membantu proses evakuasi warga.

Sebelumnya dikabarkan, telah terjadi baku tembak antara aparat dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Sabinus Waker sejak Sabtu (21/10) lalu.

Akibat baku tembak, personel Brimob Briptu Berry Pratama meregang nyawa. Selain mendiang Briptu Berry, tujuh anggota Brimob Polda Papua lainnya menderita luka tembak.

Tidak sampai di situ. Kelompok tersebut juga menebar teror di tengah warga. Mereka nekat berpura-pura menjadi pembeli yang kemudian memerkosa si penjaga warung hingga membakar kios warga.

Yang terbaru, KKB menyandera ribuan warga sipil di kawasan Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Papua. Padahal, lokasi tersebut hanya berjarak 300 meter dari Polsek tembagapura.

Kelompok itu nekat menjadikan warga sebagai tameng untuk menghindari serangan dari aparat.

Alhasil, warga dilarang beraktivitas bahkan untuk mencari bahan makanan saja tidak boleh.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara. Jenderal bintang empat ini mengakui jika KKB Sabinus Waker merupakan 'pemain lama' di Papua.

Motifnya ekonomi hingga menyerempet ke aksi separatisme. Beberapa di antara anggota KKB kerap bekerja sebagai pendulang emas, bergabung bersama warga lainnya.

Mereka mendulang emas di Kali Kabur, buangan dari Freeport.

"Memang ada beberapa kelompok bersenjata di sana. KKB kalau kami sebut, kelompok kriminal bersenjata. Sebenarnya kelompok lama ya. Pada saat saya Kapolda Papua juga, ada kelompok itu, tapi mereka bersama-sama dengan pendulang disana. Disitu kan di bawah Freeport ada kali kabur," ungkap Kapolri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/11).

Kapolri melanjutkan ada sekitar 8 hingga 10.000 pendulang liar yang terdiri dari warga lokal maupun pendatang. Namun, di antara pendulang tersebut disusupi kelompok bersenjata.

"Mereka (kelompok bersenjata) sebenarnya mendulang juga. Tapi kadang mereka melakukan kekerasan kepada pendulang liar ini. Memang ada permasalahan sosial ini karena bertahun tahun ribuan orang sudah mendulang di situ, di kali Kabur ini. Hasil limpahan dari Freeport namanya teling."

Namun, belakangan ini kelompok bersenjata yang juga berkerja sebagai pendulang tersebut menyerang polisi yang berjaga di Freeport.

"Anggota kami ada yang tertembak dan jadi korban. Oleh sebab itu, Pak Kapolda, Pak Pangdam berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum dengan cara-cara yang soft, negosiasi, juga dengan mengedepankan tokoh agama dan adat termasuk langkah-langkah penegakan hukum. Termasuk juga saya dapat laporan dari Pak Kapolda Papua, Pak Asops juga sudah kesana, kekuatan pasukan dari Kalteng."

Medan yang sulit dan kerap dilanda cuaca ekstrim menjadi kendala petugas untuk meringkus KKB.

"Ini memang karena di sana medan agak sulit ya, karena pegunungan ya dan hutan. Modus yang paling sering dilakukan adalah, para pendulang ini dijadikan tameng. Jadi yang dikatakan penyanderaan itu adalah para pendulang yang kemudian dijadikan tameng. Sebenarnya enggak banyak kelompok ini, paling 20 atau 25 orang."

"Senjatanya lima sampai sepuluh pucuk. Mereka menggunakan metode hit and run. Kami dan TNI akan diperkuat dan dilakukan pengejaran di sana. Sambil juga soft aproach, negosiasi dilakukan dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat di sana," tandasnya. (kom/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>