Di KTT ASEAN-RRC, Jokowi: Kita Ingin Laut China Selatan Stab

Senin, 13 November 2017  17:25

Di KTT ASEAN-RRC, Jokowi: Kita Ingin Laut China Selatan Stab

Jokowi tiba di Manila untuk menghadiri KTT ASEAN ke 31.

Jakarta (BM) –  Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-31, Manila, Filipina, Senin (13/11). Berbagai kegiatan akan dijalani Jokowi dalam KTT ini.

Deputi Protokol Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan pembukaan KTT ASEAN ke-31 tersebut dilakukan pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 09.00 WIB, di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Senin (13/11). Serangkaian agenda KTT ASEAN ke-31 telah menanti Presiden, dari sidang pleno, jamuan santap siang, hingga sejumlah pertemuan lainnya.

"Presiden juga akan menghadiri ASEAN Leader's Interface dengan ASEAN Business Advisory Council (ABAC), KTT ASEAN-AS, KTT ASEAN-Tiongkok, KTT ASEAN-Korea, KTT ASEAN-Jepang, serta Pertemuan APT Leaders lnterface dengan East Asia Business Council," kata Bey dalam keterangan tertulis, Senin (13/11/2017).

Presiden Joko Widodo meminta negara-negara ASEAN dan China bekerja sama untuk memulai dan menyelesaikan proses negosiasi Code of Conduct. Terutama yang berkenaan dengan kawasan Laut China Selatan.

Jokowi mengatakan, hal ini penting dilakukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa ASEAN dan China memiliki komitmen yang tinggi untuk segera memiliki Code of Conduct.

"Kita semua menginginkan agar Laut China Selatan menjadi laut yang stabil, damai, menopang kegiatan ekonomi, serta merekatkan kawasan bahkan dunia," ujar Jokowi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-20 ASEAN-RRC, Manila, Filipina, Senin (13/11/2017).

Di samping itu, Jokowi juga menyampaikan pentingnya upaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang menguntungkan kedua pihak. Apalagi, kata Jokowi, saat ini ASEAN mengalami defisit perdagangan yang cukup besar sehingga defisit perdagangan perlu ditekan dan sejumlah hambatan perdagangan juga harus dikurangi.

"Perdagangan harus saling menguntungkan dan harus ditingkatkan dari angka USD 368 milyar pada tahun lalu," kata Jokowi.

Jokowi berharap agar sinergi kerja sama infrastruktur dan konektivitas antara inisiatif Belt and Road dan Masterplan ASEAN untuk konektivitas dapat segera dilanjutkan.

"Saya yakin hubungan baik antara ASEAN and Tiongkok akan dapat diperkuat dan membawa manfaat bagi kedua pihak," ucap Jokowi.

 

 

 

Rakhine

Presiden Joko Widodo menyinggung soal konflik yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, saat pleno KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina, Senin (13/11/2017). Di hadapan para pemimpin negara ASEAN, Jokowi menegaskan tidak bisa berdiam diri atas apa yang terjadi di Rakhine State.

"Kita semua sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan juga paham akan kompleksitas masalah di Rakhine State, namun kita juga tidak dapat berdiam diri," ujar Jokowi pada pleno KTT ASEAN ke-31 di Philippines International Convention Center, Manila, Filipina, seperti yang disampaikan Deputi Protokol Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Senin (13/11/2017).

"Krisis kemanusiaan ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN, namun juga dunia," tambah Presiden.

Untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini, kata Jokowi, harus ada kepercayaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN. Semakin lama masalah ini dibiarkan akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan, termasuk munculnya radikalisme dan trafficking in person.

"Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam," ucap Presiden.

Indonesia sendiri, kata Jokowi, telah turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan tersebut dengan berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan. "Indonesia telah menyampaikan usulan formula 4+1 untuk Rakhine, termasuk mendukung implementasi rekomendasi Kofi Annan," kata Jokowi.

Indonesia juga mencatat pidato 'Report to the People' dari State Counsellor Myanmar. Jokowi berharap tiga butir dalam pidato tersebut, yaitu repatriation and humanitarian assistance, resettlement and rehabilitation, dan development and durable peace, dapat diimplementasikan.

"Indonesia mengharapkan pembicaraan antara Bangladesh dan Myanmar mengenai repatriasi dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan," ujar Presiden.

Jokowi juga berharap The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre) dapat diberi akses secara penuh untuk dapat membantu.

"Kegiatan AHA Centre di Myanmar akan baik bagi Myanmar dan bagi ASEAN," kata Jokowi.

Pada akhir pidatonya, Presiden menegaskan sekali lagi bahwa krisis kemanusiaan di Rakhine State perlu segera diselesaikan.

"Dan akan baik jika ASEAN menjadi bagian penyelesaian masalah. Kita harus buktikan kepada masyarakat kita dan dunia bahwa kita mampu menangani masalah kita," kata Jokowi. (kom/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>