Diperiksa 6 Jam, Amien Rais Dicecar 30 Pertanyaan

Rabu, 10 Oktober 2018  17:39

Diperiksa 6 Jam, Amien Rais Dicecar 30 Pertanyaan

Amien Rais di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10)

Jakarta (BM) - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Rabu (10/10). Amien Rais diperiksa selama 6 jam, dan menjawab 30 pertanyaan.

Meski pemeriksaan berlangsung selama 6 jam, Amien mengaku sebagian waktunya digunakan untuk kegiatan lain. "Memang lamanya 6 jam, tapi sesungguhnya yang separuh itu untuk makan dan salat dan ngobrol ke sana-kemari," ujar Amien di gedung Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).

Amien menyebut pertanyaan dari penyidik sangat jelas dan tidak berbelit-belit. Dia juga menyebut tidak ada pertanyaan jebakan dari penyidik. "Jadi terima kasih sekali," ucapnya.

Amien menjalani pemeriksaan dari sekitar pukul 10.00 WIB hingga akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.00 WIB. Menurutnya, ada 30 pertanyaan yang tadi diajukan penyidik kepadanya. "Jumlah pertanyaan 30 persis, (pertanyaannya) tanya penyidik, ya," ujar Amien.

Amien Rais merasa dihormati oleh polisi saat pemeriksaan tersebut. "Saudara-saudara, saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik. Jadi betul-betul suasananya akrab penuh tawa, penuh canda dan lain-lain," kata Amien Rais.

Amien mengatakan memang dia ada di ruang pemeriksaan selama 6 jam. Namun sesungguhnya pemeriksaan hanya berlangsung separuh dari waktu tersebut.

"Yang separuh itu untuk makan dan salat dan ngobrol ke sana ke mari," ujarnya. Amien Rais tampak santai.

"Demikian smooth, demikian bagus. Pertanyaannya tidak muter-muter apalagi menjebak. Saya terima kasih sekali," imbuh mantan Ketua MPR ini.

Amien juga mengaku dijamu makan siang oleh Polri. Dia bahkan sempat diperiksa tensi darahnya.

"Hari ini setelah makan ada dokter lewat, 'Pak ukur tensi saya, 120,80. Jadi sehat walafiat, boleh makan tongseng dan sate," ujarnya.

 

Seperti Kena Halilintar

Advokad yang juga politikus PAN Eggi Sudjana mengungkap keterangan yang disampaikan Amien Rais kepada penyidik soal kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Menurut Eggi, Amien merasa kecewa setelah tahu Ratna berbohong soal penganiayaan.

"Kemudian yang penting lagi (pertanyaan dari penyidik kepada Amien) adalah apa pandangan Pak Amien setelah tahu Ratna ini bohong. Pak Amien dengan lugas bilang saya (Amien) seperti disambar halilintar, saya merasa dibohongi saya kecewa berat," kata Eggi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Eggi mengatakan Amien merasa yakin Ratna dianiaya karena spontan peduli kepada Ratna Sarumpaet. Karena itu, Amien bersama Prabowo Subianto dan elite parpol koalisi menggelar jumpa pers.

"Tapi kenapa sebelumnya untuk terkait dengan konpers itu kok yakin betul bahwa bu Ratna Sarumpaet dianiaya, saya, kata Pak Amien spontanitas solidaritas. Karena Bu Ratna dalam struktur pemenangan termasuk anak buah saya jadi saya bersolidaritas untuk anak buah saya yang dihina, diinjak-injak, terpukuli sedemikian rupa. Jadi spontanitas itu, tidak ada motif atau niat buruk dari kita untuk mengkapitalisasi atau mempolitisir keadaan sehingga menjadi keruh karena yang dikhawatirkan kepolisian dampak konpers itu yang membuat tuduhan pihak sebelah atau siapa pun," papar Eggi.

Menurut Eggi, Amien juga ditanya penyidik soal pihak yang menginisasi jumpa pers pada 2 Oktober 2018. Menurutnya, tidak ada yang memerintahkan Prabowo dan Amien melakukan konferensi pers.

"Yang penting ada beberapa yaitu siapa yamg menyuruh adanya konferensi pers di Kertanegara, nah itu faktanya kita semua tahu nggak ada yang nyuruh karena di rumah Prabowo wartawan selalu standby jadi lewat, bisa dikejar lebih jauh, siapa yang merintah, nggak ada," ujar dia.

Amien berada di ruang pemerikaaan kurang lebih selama 6 jam. Dia dicecar sebanyak 30 pertanyaan.

pengacara Amien Rais, Ardy Mbalembout, juga memberikan keterangan atas pemeriksan itu. Menurutnya, Amien Rais ditanya penyidik Polda Metro Jaya soal pertemuannya dengan Ratna Sarumpaet, tersangka hoax penganiayaan.

"Ya materinya tadi seputar pertemuan Pak Amien dengan Ratna. Kemudian tentang komunikasi itu sendiri," ujar pengacara Amien Rais, Ardy Mbalembout kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Pertemuan tersebut menurut Ardy terjadi pada 2 Oktober. Saat itu, Ratna kepada sejumlah orang yang mengikuti pertemuan bercerita soal penganiayaan.

"Mungkin harus saya jawab bahwa ini inisiasinya karena kesadaran bersama lah. Ada orang datang tertua dalam keadaan menderita. Jadi ini sifatnya manusiawi, responsif, humanity. Jadi itu aja sebenarnya," ujar Ardy.

"Coba teman-teman, ada saudara, orang dekat, tiba-tiba datang dengan muka bengkak-bengkak terus menceritakan dan meyakinkan ada beberapa orang. Pasti kan responsnya iba lah," sambungnya.

Dalam pertemuan tanggal 2 Oktober itu, Ardy menegaskan tidak ada kalimat tuduhan dari Amien Rais atas cerita penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Tadi juga sudah diputar dalam penyidikan dan kita klarifikasi jadi tidak ada penuduhan dari Pak Amien Rais. Coba bisa melihat bahwa beliau ingin bertemu dengan Pak Kapolri. Tapi sebelum bertemu malah dipanggil kan, jadi lebih bagus lah. Hari ini beliau datang," imbuh dia.

"Pemeriksaan hari ini bagus, baik dan tidak ada mengarah ke yang disebutkan pasal itu. Jadi sebenarnya hanya mengklarifikasi pertemuan, jadi mendapatkan gambaran sebenarnya," tegas Ardy.

 

Periksa Kesehatan

Sementara itu, Ratna Sarumpaet dibawa ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Rabu (10/10). Ratna menjalani pemeriksaan kesehatan rutin "Pemeriksaan rutin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Rabu (10/10/2018).

Argo mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan tim dokter Biddokes. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan kesehatan hingga pemeriksaan psikologi.

"Pemeriksaan tim dokter, di dalamnya ada (pemeriksaan) psikologi," ujar Argo.

Ratna masuk ke Biddokes sekitar pukul 14.08 WIB. Ratna hanya diam saat berjalan ke ruang Biddokes.

Polisi sebelumnya memastikan kondisi Ratna Sarumpaet sehat selama berada di tahanan Polda Metro Jaya. Polisi menyebut tak ada keluhan dari tersangka hoax penganiayaan tersebut.

"Kondisi kesehatannya baik, tidak ada keluhan sakit," kata Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Imam, Selasa (9/10). (mer/det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>