Dua SST Brimob Buru Kelompok Ali Kalora

Rabu, 02 Januari 2019  16:11

Dua SST Brimob Buru Kelompok Ali Kalora

Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA (BM) - Sebanyak dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob dikerahkan untuk membantu Polres Parigi Moutong mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Pengejaran dilakukan menyusul aksi penembakan terhadap dua polisi yang tengah mengevakuasi korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, 60 personil Brimob tergabung dalam Satuan Tugas Tinombala Polda Sulteng yang bertugas sisa-sisa dari kelompok teroris Poso setelah tewasnya Santoso.

"Saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng masih mengejar kelompok Ali Kalora dan kawan-kawan," kata Dedi di Jakarta, Selasa (1/1).

Sementara kondisi dua polisi yakni Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso yang mengalami luka tembak telah berangsur membaik pasca operasi di RS Bhayangkara Polda Sulteng. "Membaik, kondisinya stabil. Saat ini masih di rumah sakit," ujar Dedi, seperti diberitakan Antara.

Sebelumnya, aparat yang tengah mengevakuasi RB alias A (34), jasad warga sipil korban mutilasi di Desa Salubanga ditembaki kelompok Ali Kalora pada Senin (31/12).

Penembakan dilakukan saat salah satu petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

 

Keterangan Saksi Kunci

Polisi telah memeriksa seorang saksi yang mengaku tahu peristiwa pembunuhan seorang penambang emas tradisional di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Saksi tersebut membenarkan pembunuhan dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora.

"Ada saksi kunci yang sudah diamankan oleh Satgas Tinombala. Saksi tersebut sudah dikonfirmasi terhadap foto-foto DPO yang dimiliki Polda Sulteng. Dari daftar DPO yang diperlihatkan kepada saksi kunci, saksi kunci sudah membenarkan 100 persen," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).

Foto-foto yang dimaksud Dedi adalah gambar wajah orang-orang yang diburu Satgas Tinombala terkait kelompok teroris Santoso di Poso. Diketahui, Ali Kalora dulu merupakan anak buah Santoso alias Abu Wardah.

Santoso, yang merupakan komandan MIT, tewas ditembak Satgas Tinombala dua tahun lalu. Saat itu dia dan kelompoknya terlibat baku tembak dengan aparat di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin (18/7/2016) silam.

"(Saksi kunci) mengonfirmasi satu per satu foto yang dikenali oleh saksi melihat peristiwa pembunuhan tersebut. Dari keterangan tersebut, Satgas sudah betul-betul menyimpulkan pelakunya kelompok Ali Kalora," ucap Dedi.

Dedi menerangkan kelompok Ali Kalora beranggotakan sedikit orang dengan minim perbekalan senjata saat ini. Dedi mengatakan pengerahan Satgas Tinombala, yang terdiri dari anggota TNI-Polri, di wilayah Sulteng dinilai sudah cukup untuk mengejar Ali dan kelompoknya.

Kelompok Ali Kalora sebelumnya muncul di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (31/12/2018). Mereka menembaki dua polisi, yaitu Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso, yang tengah mengevakuasi tubuh seorang penambang, korban pembunuhan.

Kasus pembunuhan sendiri diketahui warga pada Minggu (30/12/2018). Warga menemukan kepala manusia terpenggal dan diletakkan di jembatan desa. (rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>