Eks Komandan Tim Mawar Datangi Dewan Pers dan Bareskrim

Selasa, 11 Juni 2019  17:38

Eks Komandan Tim Mawar Datangi Dewan Pers dan Bareskrim

JAKARTA (BM) –  Dengan didampingi beberapa pengacara, eks Komandan Tim Mawar Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Chairawan, mendatangi Dewan Pers dan Bareskrim Polri, Selasa (11/6). Mereka hendak melaporkan berita yang menjadi headline Majalah Tempo.

"Mau laporan, mau laporkan Majalah Tempo karena pemberitaannya halaman depan. Saya keberatan, itu saja," kata Chairawan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).

Chairawan tiba di Bareskrim pada pukul 12.58 WIB. Dia enggan berkomentar banyak dan mengatakan akan memberi penjelasan setelah memberikan laporan.

Sebelum bertolak ke Bareskrim Polri, Chairawan lebih dulu menyambangi kantor Dewan Pers dengan tujuan yang sama, yaitu mengadukan keberatan soal pemberitaan yang mengaitkan Tim Mawar dengan rusuh 21-22 Mei 2019.

"Kami di sini melakukan pelaporan, kami kuasa hukum Pak Chairawan secara pribadi. Melakukan pelaporan terhadap pemberitaan Majalah Tempo," kata Herdiansyah, salah seorang pengacara Chairawan, dalam konferensi pers terbuka setelah melakukan pelaporan, Selasa pagi.

Konten yang diadukan Chairawan adalah pemberitaan Majalah Tempo Edisi 10 Juni 2019 yang mengangkat cover utama tentang 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'. Chairawan merasa dirugikan oleh pemberitaan itu.

Wakil Ketua Dewan Pers Hendri Bangun, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, menyatakan pihaknya akan mendalami aduan pengacara Chairawan tersebut.

"Ini yang kami cek apakah berita itu ke arah sana. Kita punya analis yang mengecek satu per satu kalimat demi kalimat," tutur Hendri.

Sementara itu, Majalah Tempo pun siap mengikuti mekanisme Dewan Pers terkait aduan tersebut.

"Prinsipnya, kami terbuka terhadap pelaporan. Karena UU mengatur setiap sengketa antara narasumber dengan media itu akan dimediasikan oleh Dewan Pers. Jadi sudah benar kalau pengadu pergi ke Dewan Pers. Nanti dalam selanjutnya kami mengikuti proses yang akan ditetapkan oleh Dewan Pers. Biasanya akan ada mediasi, dipertemukan dan seterusnya begitu. Itu yang dari Dewan Pers," ujar Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli, Selasa (11/6).

Pria yang akrab disapa Azul itu mengatakan pihaknya terbuka atas pelaporan yang ditujukan kepada Majalah Tempo. Namun dia menegaskan Majalah Tempo selalu berupaya memegang teguh kaidah-kaidah jurnalistik dalam setiap pemberitaannya.

"Tapi tentu saja dalam bekerja jurnalistik kami memegang teguh kaidah-kaidah jurnalistik. Check and recheck, cover bothside, konfirmasi kepada narasumber dan hal-hal prinsip seperti itu. Jadi silakan saja Dewan Pers yang akan mengeksaminasi kita, apakah sesuai dengan (kaidah jurnalistik) apa tidak. Tapi kami sudah bekerja semaksimal mungkin yang bisa kami lakukan," tutur Azul.       

 

Lapor Bareskrim

Usai menyambangi Bareskrim Polri, Chairawan menyatakan bahwa ia bersama pengacaranya berkonsultasi terkait pemberitaan Majalah Tempo yang mengaitkan Tim Mawar dengan rusuh 21-22 Mei 2019.

"Barusan kita berkonsultasi untuk masalah pemberitaan majalah Tempo, karena kita kan melaporkan pencemaran nama baik bersama fitnahnya. Dan alhamdulillah, kita sudah konsultasi, insyaAllah besok balik lagi karena hari ini kan baru konsultasi," kata pengacara Tim Mawar, Herdiansyah, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).

Herdiansyah mengatakan pihaknya tak akan hanya berhenti di konsultasi dengan polisi. Rencananya, besok pukul 10.00 WIB pihaknya akan kembali menyambangi Bareskrim untuk melaporkan Majalah Tempo secara resmi.

"Besok kita baru laporan secara resmi dan menyerahkan bukti-bukti tambahan lainnya," katanya.

Pelaporan itu dilakukan lantaran Majalah Tempo diduga melakukan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Tim Mawar. Herdiansyah menilai narasumber yang digunakan Majalah Tempo tak jelas.

"Narasumbernya tidak jelas. Kita kan semua tahu Undang-undang Pers. Kok bisa sebesar majalah Tempo menulis berita, langsung menuduh tanpa ada dugaan atau apapun. Eks Tim Mawar secara pribadi merasa dirugikan karena beliau lagi santai di rumah, sudah bubar dan tidak ada lagi tim mawar itu, dari tahun '99 sudah bubar. Ini kan sama saja membangkitkan zombie yang suda tidak ada," imbuh Herdiansyah.

Herdiansyah mengungkapkan, kliennya merasa keberatan terhadap pemberitaan Majalah Tempo. Dia juga mengatakan atas pemberitaan Majalah Tempo yang mengaitkan kerusuhan 21-22 Mei dengan Tim Mawar, kliennya merasa dirugikan secara imateriel.

"Ya kerugian immateril lah. Orang sudah santai-santai di rumah, dibilang terlibat kerusuhan kan," lanjut dia.

Dia juga mengatakan sejumlah pihak akan dilaporkan dalam laporannya besok. Di antaranya sang penulis berita hingga Pimpinan Redaksi Majalah Tempo.

"Penulis dan Pimred segala macam, redaksinya. Susunan redaksinya," ujar Herdiansyah.

 

Tim Mawar Sudah Bubar

Eks komandan tim ini, Brigjen Purn Chairawan, memastikan Tim Mawar sudah bubar setelah putusan pengadilan pada 1999.

"Tim Mawar sudah bubar tahun 1999 dengan adanya putusan pengadilan. Kami bekerja masing-masing," tutur Chairawan di Dewan Pers, Selasa (11/6/2019).

Pada saat rusuh 21-22 Mei, lanjut Chairawan, dia berada di rumah. Dia memastikan sama sekali tidak ke lapangan ataupun terlibat aksi kerusuhan.

Bahkan Chairawan pun siap dicek ataupun diklarifikasi mengenai keberadaannya pada saat rusuh 22 Mei itu.

"Kalau ada tanya saya tahu atau tidak, saya tahu dari TV. Jaman sekarang ini kan tidak bisa bohong. HP ini kan ada BTS. Sekarang orang bohong harus diikuti dengan HP. Saya tahu itu," kata Chairawan.

Chairawan hari ini ke Dewan Pers untuk mengadukan Majalah Tempo yang mengeluarkan laporan utama berjudul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'. Purnawirawan jenderal bintang satu ini mengatakan langkah yang ditempuhnya ini sebetulnya tidak ingin dilakukannya. Namun, karena kabar mengenai dugaan keterlibatan Tim Mawar di rusuh 22 Mei itu sudah menyebar, dia lalu berniat melakukan pengaduan.

"Berita seperti ini kan selalu cepat tersebar. Saya tidak ingin dikit-dikit harus lapor. Tapi saya harus sampaikan. Saya tunggu polisi dulu. Tapi saya pikir-pikir setelah lama kok makin lama ini," kata Chairawan. (rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>