JK: Maski Damai, Tetap Butuh Senjata

Rabu, 07 November 2018  17:12

JK: Maski Damai, Tetap Butuh Senjata

Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara pembukaan pameran Indo Defence 2018 di JiExpo and Forum, di Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/11).

Jakarta (BM) - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka pameran industri pertahanan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/11). JK mengatakan setiap negara harus mandiri dalam teknologi pertahanan. Acara berlangsung dari tanggal 7 hingga 10 November 2018.

Dalam sambutannya, JK mengatakan negara harus memiliki keamanan dan pertahanan dengan kepemilikan senjata. "Karena itu lah maka acara pameran ini tentu memberikan kita suatu pilihan-pilihan, memberikan suatu pengetahuan yang baru. Bagaimana suatu negara dapat memanfaatkan teknologi untuk keamanan dan pertahanan negerinya," kata JK.

"Adagium yang selalu kita ingat, bahwa dalam keadaan perang harus siap untuk berperang. Dalam keadaan damai harus siap untuk berperang. Dalam keadaan berperang harus siap untuk berdamai," lanjutnya.

Adagium tersebut dikatakan JK bermakna bahwa meski negara dalam keadaan damai, namun dibutuhkan senjata untuk mempertahankan kedamaian. Setiap negara harus mempunyai kekuatan untuk mempertahkan diri.

"Sehingga tidak mudah suatu negara untuk berperang satu sama lain karena kekuatan negara itu juga merupakan suatu cara untuk mempertahankan diri. Karena itu lah pameran hari ini yang tentunya memperlihatkan kita kemajuan teknologi, pada masa datang dan masa kini," ujarnya.

Usai membuka acara secara resmi, JK bersama Menhan Ryamizard Ryacudu meninjau gerai industri pertahanan dalam negeri dan industri negara lain yang ikut even tersebut. JK juga sempat berdiskusi langsung terkait produk pertahanan dalam negeri.   

Pada pameran ini, sejumlah produk industri pertahanan dipamerkan. Produk itu seperti senapan dan pesawat tanpa awak (drone).

JK mengatakan, acara ini akan memberikan banyak manfaat khususnya untuk pengembangan industri pertahanan nasional.

 "Tentunya bermanfaat untuk meningkatkan industri pertahanan di suatu negara termasuk Indonesia," ujarnya membuka acara, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

JK menerangkan, industri pertahanan dibutuhkan untuk kemandirian. Apalagi, Indonesia sempat mengalami kesulitan mendapatkan alat utama sistem senjata (alutsista) di tahun 1990-an.

"Industri pertahanan adalah dibutuhkan untuk kemandirian, kita mempunyai pengalaman embargo tahun 1990-an karena masalah Timor, bagaimana sulit kita mendapatkan alutsista karena embargo. Oleh karena itu, suatu negara harus selalu siap, mandiri, atas kemampuannya sendiri. Di samping tentu bekerja sama dengan negara lain," jelasnya.

Dia menambahkan, pengembangan industri pertahanan akan banyak memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Kemampuan industri suatu negara, research banyak bermanfaat untuk kemajuan masyarakat. Di samping membeli, kita juga bisa menjual sesuai kemampuan industri," tutupnya.

 

Terbesar di Asia Tenggara

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pameran internasional bidang teknologi industri pertahanan, kedirgantaraan dan helikopter serta kemaritiman pada Indo Defence Expo 2018 and Forum terbesar se Asia Tenggara. Tak hanya itu, dia mengklaim pameran ini setara dengan pameran industri pertahanan dunia.

"Kita patut berbangga, karena pameran ini diklaim terbesar di Asia tenggara dan dapat disejajarkan dengan pameran industri pertahanan dunia seperti di France dan London. Dan pameran ini juga masuk kalender dunia," ujarnya di JiExpo, Jakarta, Kamis (7/11).

Menhan Ryamizard mengatakan Indo defence expo and forum 2018 kali ini mengalami kenaikan peserta yang cukup pesat atau sekitar 15 persen dari dua tahun sebelumnya. Pada 2016 diikuti 761 peserta dari 45 negara, sedangkan tahun ini 867 peserta dari 60 negara.

"Pameran ini diselenggarakan dua tahun sekali. Tahun ini cukup besar. Di mana 30 negara hadir sebagai negara paviliun termasuk Indonesia. Jumlah official delegasi negara juga meningkat. Ada 10 menhan dan setingkat dari negara undangan," jelasnya.

Menhan Ryamizard menargetkan pameran ini akan dikunjungi oleh 20.000 pengunjung baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dia berharap, kegiatan ini akan memperluas pasar baik industri pertahanan Indonesia maupun untuk mata rantai industri pertahanan dunia.

"Pada Indo Defence 2018 hadir produk baru nasional yaitu medium tank produksi PT Pindad yang bekerja sama dengan SNS Turki. Medium tank ini adalah sebagai dukungan penuh pemerintah." katanya.

"Indo defense 2018 siap menerima kunjungan dari berbagai kalangan baik delegasi resmi, angkatan bersenjata, masyarakat umum yang selama 4 hari dari 7-10 November, diharapkan dapat mencapai angka 20 000 pengunjung," tandasnya. (mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>