Jokowi: Gelorakan Semangat Bangun Negara

Sabtu, 11 November 2018  18:31

Jokowi: Gelorakan Semangat Bangun Negara

Jokowi naik sepeda keliling kota Bandung saat peringatan hari Pahlawan.

BANDUNG (BM) - Dua hari di Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan serangkaian kegiatan dan bertemu dengan warga setempat. Tepat pada hari pahlawan 10 November, Jokowi menyempatkan diri mengenakan kostum Bung Tomo, yang tak lain adalah pejuang dari kota Surabaya.

Ia menyampaikan alasan bahwa baju pahlawan seperti Bung Tomo yang dikenakan adalah untuk mengenang suasana sejarah masa-masa perjuangan tahun 1945. “Ini kan hari Pahlawan, 10 November. Suasana sejarah di tahun- tahun ’45, masa-masa perjuangan. Suasana itu yang tadi kenapa saya pakai pakaian ini,” jelas Presiden kepada wartawan usai mengikuti Gowes Bandung Lautan Sepeda di Kantor Gubernur Jawa Barat, Sabtu (10/11).

Mengenai semangat yang ingin digelorakan, Presiden Jokowi menegaskan itu adalah semangat untuk membangun negara, untuk terus membangun negara.

“Saya kira semangat-semangat pahlawan dulu juga sama. Semangat untuk merdeka setelah itu semangat untuk membangun negara, semangat untuk memajukan negara, semangat untuk membuat Indonesia maju. Semangat di situ,” jelas Presiden.

 

Sepeda Tanpa Rem

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menjelaskan bahwa sepeda yang dipilihkan ada beberapa, kemudian dipilih itu yang paling enteng, tetapi memang enggak ada rem.

“Yang tadi saya agak-agak mikir, agak groginya di situ, remnya. Enggak ada remnya, paling-paling tadi kalau misalnya jalan yang menurun tajam itu saya tubrukan ke trotoar mungkin biar berhenti,” cerita Presiden.

Alhamdulillah, lanjut Presiden, semua aman karena memang jalannya nanjaknya sedikit, turunnya juga sedikit.

“Kalau turunnya tajam, waduh, saya pilih turun saya tuntun, seperti itu,” cerita Presiden sambil tersenyum.

Saat acara tersebut, Presiden juga menceritakan bahwa dirinya belum keluar keringat karena hanya 5-6 kilometer.

“Enggak, ini tadi hanya 5 kilo-6 kilo. Engga keluar keringat terlalu. Kalau 30 kilo-40 kilo ya baru,” ujar Kepala Negara.

Di akhir pernyataan, Presiden menyampaikan kembali bahwa kontum yang digunakan mencerminkan semangat untuk memajukan bangsa ini, semangat untuk membuat negara Indonesia ini maju, semangat berinovasi, semangat berkreasi, semangat berkarya, dan semangat bekerja.

“Semangat ya semangat terus, semangat optimis. Semangat apa lagi? Semangat, pokoknya yang semangat, semangat, semangat semangat,” pungkas Presiden.

 

 ‘Creative Hub’ Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini kota Bandung, Jawa Barat, paling siap menjadi creative hub Indonesia. “Semuanya ada. Ada konten kreator, semuanya, sampai waduh, terbuka betul bahwa merespon perubahan global kita ini tidak ketinggalan,” kata Presiden Jokowi saat bertemu para pelaku industri kreatif Bandung di JL. Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11) malam.

Menurut Presiden, yang dibutuhkan saat ini adalah sebuah ekosistem yang baik. Sedangkan soal regulasi, Presiden menilai tidak perlu, karena kalau terlalu banyak diatur-atur, nanti jadi tidak kreatif lagi.

“Menurut saya, keterbukaan lebih baik untuk memunculkan ide-ide baru, memunculkan gagasan-gagasan baru, memunculkan program-program baru. Apalagi anak-anak muda,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan, dirinya selalu menyampaikan ke Menteri, agar jangan membuat aturan yang aneh-aneh yang berkaitan dengan digital ekonomi, yang berkaitan dengan industri kreatif.

“Kalau sudah diminta betul oleh pelaku-pelaku, baru munculkan,” ucap Presiden seraya menambahkan, sering regulasi itu tidak memberikan dukungan untuk memunculkan ide dan gagasan baru tapi justru malah menghambat. Ini yang saya takut.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat datang industri kreatif, industri digital, digital ekonomi di negara kita yang sudah disambut secara cepat oleh Bandung.

Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Seskab Pramono Anung, Menperin Airlangga Hartarto, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala BEKRAF Triawan Munaf, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

 

Jadi Kementerian

Jokowi mengatakan, kalau konsisten dengan dengan apa yang dijalankan, dimana kita akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang yang kuat dan desainer Indonesia dari kita dan produk dari apa yang lain-lainnya yang mungkin, bisa saja Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menjadi satu kementerian.

“Kenapa kemarin BEKRAF kita bentuk, salah satunya adalah untuk memberikan peluang itu. Kalau memang nanti ada suatu saat memang diperlukan suatu kementerian ya bisa saja Badan Ekonomi Kreatif itu loncat menjadi satu kementerian,” kata Presiden Jokowi saat berdialog dengan para milenial pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11) malam.

Namun Presiden Jokowi menegaskan, agar produk industri kreatif Indonesia memiliki diferensiasi dengan produk-produk sejenis dari negara lain sehingga memberikan perbedaan antara Indonesia dan Jepang itu apa, Indonesia dan Jerman itu apa, Indonesia dan Korea itu apa intinya.

“Ya mungkin kayak Korea mainnya di apa Entertainment pop apa saya masuk beberapa tempat di sana apa musik misalnya kita main di ini yang lain Lini yang lain. Kalau kita konsisten dengan dengan apa yang kita jalankan ini kita akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang yang kuat dan desainer Indonesia dari kita dan produk dari apa yang lain-lainnya yang mungkin,” ujar Presiden Jokowi.

 

Permodalan

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga mengingatkan para pelaku industri kreatif agar tidak terus merasa jadi pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga) terus, khususnya dalam pengajuan kredit.

Ia menyebutkan, pemerintah telah memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku industri UMKM dengan bunga kredit sudah diturunkan menjadi 7 persen. Namun plafon KUR, lanjut Presiden, sudah dinaikkan jadi Rp500 juta. Kalau pelaku industri kreatif membutuhkan modal di atas Rp500 juta, Presiden menyarankan untuk lepas dari UMKM.

“Kalau sudah mentok 500 dan meloncat ke bunga yang komersial. Jadi bisa menjadi apa miliar dan bisa naik lagi triliun kalau perlu, gitu. Jangan yang UMKM di bawah itu,” tutur Presiden seraya menambahkan, kalau sudah gede ya jangan merasa di situ terus enggak jadi menengah nanti.

“Kita kan pengen yang mikro menjadi kecil yang kecil menjadi menengah dan menengah menjadi gede,” sambung Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan, pemerintah menyiapkan sebuah lembaga modal ventura untuk mem back up digital ekonomi kyang sampai saat ini memang belum ada yang berani membiayai start up kita untuk bisa meloncat ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun Presiden menyampaikan kebanggaannya karena sudah ada 4 unicorn yang kita miliki sekarang ini dari 7 yang ada di ASEAN 4 , yaitu Gojek, Traveloka, Bukalapak sama Tokopedia.

“Saya senang Gojek sekarang sudah mulai ekspansi ke Vietnam akan ke Filipina, akan ke Singapura,” ucap Presiden Jokowi.

 

Kunjungi Pasar

Mengawali hari kedua kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke pasar Cihaurgeulis, Bandung, Minggu (11/11) pagi.

Sebagaimana biasa, Presiden melakukan peninjauan terkait harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) maupun barang lainnya di pasar.

Usai kunjungi pasar, Presiden Jokowi memyempatkan untuk berkunjung ke Car Free Day (CFD) yang berlokasi di Dago, Bandung.

 “Harga-harga semuanya sama.

Misalnya beli satu iket, tadi satu iket kangkung Rp2.000. Di Bogor juga Rp2000, di Banten juga Rp2.000. Satu ikat singkong sayur di sini Rp2.000, di Bogor Rp2.000, di Banten juga Rp2.000,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara Car Free Day (CFD) di Dago, Bandung.

Lebih lanjut, Presiden mengemukakan bahwa harga telur sama, sebelumnya Rp28.000 sekarang Rp20.000-22.000, Daging harga dari Rp28.000-Rp30.000, naik sedikit menjadi Rp33.000-35.000 sehingga harganya relatif stabil.

“Cabai harga Rp40.000-an. Pernah kan sampai ke Rp80.000-an, sekarang pada posisi stabil. Memang tidak bisa kita itu menghendaki harga cabai sampai Rp10.000, harga bawang kadang-kadang kan sampai Rp5.000, petaninya yang kasihan,” tambah Presiden.

Artinya, lanjut Presiden, Pemerintah ingin menjaga keseimbangan harga-harga itu pada posisi normal dan wajar. Dengan demikian, tambah Presiden, petaninya senang sebagai produsen dan konsumennya masyarakat senang karena harganya tidak fluktuatif.

“Dan kedua, Pasar tadi masih proses dibangun oleh pemerintah kota. Sehingga saya sangat menghargai upaya-upaya membenahi pasar-pasar yang becek, yang bau, yang tidak tertata menjadi sebuah pasar yang bersih, pasar yang rapi, manajemennya baik, tidak bau, saya kira semua pasar tradisional arahnya ke sana,” ujar Kepala Negara.

Sampai saat ini, menurut Presiden, kurang lebih ada 2.500 pasar yang dibangun, itu pasar-pasar di kota/kabupaten. Kalau pasar desa, lanjut Presiden, sudah lebih dari 5.000 yang dibangun, yakni berupa pasar kecil-kecil gitu.

Hasil belanja di pasar tadi, menurut Presiden, untuk dimasak karena belinya tadi juga memilih-milih.

“Kalo pesenan saya daun singkong ya belinya daun singkong, bukan pepaya.

Iya, dibeli. Rp2.000 bisa sehari bisa 2 hari,” pungkas Presiden di akhir keterangannya. (set/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>