Kahiyang Bulan Madu di Indonesia Saja

Rabu, 08 November 2017  18:18

Kahiyang Bulan Madu di Indonesia Saja

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana foto bersama pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Solo (BM) - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, dan pasangannya Bobby Nasution telah resmi jadi pasangan suami-istri.  Kahiyang dan Bobby meninggalkan gedung resepsi di Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, Rabu (8/11/2017), pukul 14.35 WIB. Raut bahagia terpancar dari wajah mereka.

Sebelum mereka keluar meninggalkan gedung, ada sejumlah orang yang mengajak Kahiyang dan Bobby selfie. Mereka pun ramah meladeni.

"Ayo sini, cepet," kata Kahiyang. "Terima kasih, ya," sambungnya setelah selfie selesai.

Keluar dari gedung, Kahiyang dan Bobby kemudian diserbu warga dan para awak media yang menanti. Mereka juga mendapat ucapan selamat jadi pengantin baru.

"Makasih buat buat teman-teman yang datang, yang mendukung acara ini. Mohon doanya untuk acara berikutnya," ujar Kahiyang.

Kahiyang tersenyum lebar saat ditanya akan bulan madu ke mana. "Indonesia," ucapnya singkat.

Kahiyang dan Bobby kemudian pergi meninggalkan lokasi. Jika awalnya mereka memakai kereta kencana, kini mereka pergi naik mobil Alphard warna hitam bernomor polisi AB-1224-ZA.

Resepsi diadakan lagi pada malam hari pukul 18.30-22.00 WIB.

Setelah di Solo, nantinya resepsi juga akan digelar di Medan, Sumatera Utara. Akan ada upacara adat pula untuk pemberian marga bagi Kahiyang. Dia akan diberi marga Siregar, seperti marga ibunda Bobby.

Besan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ade Hanifah Siregar, ingin segera punya cucu. Dia berharap putranya, Bobby Nasution, dan putri Jokowi, Kahiyang Ayu, cepat dapat momongan.

"Oh, tentu (ingin Bobby-Kahiyang segera punya anak)," kata Ade di Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, Rabu (8/11/2017).

Soal jenis kelamin anak Bobby dan Kahiyang nanti, Ade pasrah saja. "Terserah Yang di Atas (Tuhan)," kata dia sambil tersenyum.

Dia menilai Kahiyang, atau dia panggil Mbak Ayang, sebagai perempuan ramah. Karakternya luwes dan mudah bergaul.

"Orangnya fleksibel, di mana saja bisa masuk, terutama ke keluarga besar kami," kata dia.

Resepsi sesi siang di pernikahan Kahiyang dan Bobby selesai digelar sekitar pukul 14.30 WIB. Resepsi akan diadakan lagi pada malam hari nanti pukul 18.30-22.00 WIB. Sejumlah pejabat rencananya hadir.

Risma Hadir

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hadir di acara pernikahan Kahiyang-Bobby. Risma menilai acara pernikahan itu tergolong sederhana untuk ukuran presiden.

"Sederhana, sederhana," kata Risma di Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, Rabu (8/11/2017).

Ada Surat Edaran MenPANRB Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gaya Hidup Sederhana yang membatasi jumlah undangan pernikahan pejabat sebanyak 400 undangan saja. Pesta nikahan Kahiyang mengundang 8.000 orang.

Risma menilai batasan 400 undangan itu relatif terhadap posisi pejabat yang hajatan. Untuk konteks presiden, menurutnya, wajar bila yang diundang sampai melampaui 400.

"Saya kira itu tergantung, ya. Ya Pak Presiden kan temannya banyak. Nanti kalau nggak diundang, sakit hati," kata Risma.

Kata dia, bisa saja pesta pernikahan tetap mewah walau yang diundang hanya sedikit orang. Mewah dan tidaknya pesta pernikahan juga bisa dilihat dari tempat pelaksanaan.

"Yang paling penting sebenarnya bukan 400-nya. (Bisa saja) 400 undangan mewah, kalau (digelar) di luar negeri juga, ha-ha-ha..." kata Risma diikuti derai tawa.

Pesta nikahan Kahiyang-Bobby digelar di Graha Saba Buana ini, gedung milik Jokowi alias bapak Kahiyang. Risma mendoakan agar anak Kahiyang-Bobby menjadi orang yang baik.

"Semoga menjadi putra-putri yang berbakti untuk orang tuanya dan berguna untuk bangsa dan negara," kata Risma, yang berkebaya merah.

 

Kritik Fahri

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritik pesta pernikahan yang digelar di Graha Saba Buana, gedung pribadi Jokowi. Fahri mengkritik Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana yang diterbitkan pada era eks MenPANRB Yuddy Chrisnandi. Poin nomor 1 SE itu mengatur jumlah undangan resepsi nikah tidak lebih dari 400 orang. Fahri menyebut SE itu hanyalah omong kosong karena tak diterapkan di acara Kahiyang-Bobby.

"Kita ini kan suka ada hal-hal yang di luar hukum negara, gitu lo. Hukum tuh jadi nggak berlaku, seperti Surat Edaran Presiden (SE MenPANRB) itu kan, dibikin bulan November 2014, sebulan setelah dilantik, jelas di situ hasil rapat kabinet. Tapi itu, revolusi mental, marak aja itu pejabat kalau kawinan segala macam, harusnya kan Istana bilang, 'Hei, ini pernah ada,'" kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/11/2017).

"Sekarang malah bilang Presiden nggak terikat aturan itu. Yang disebut revolusi itu akhirnya apa? Kan jadi omong kosong!" imbuh dia.

Menurut Fahri, aturan tetaplah aturan. Dia menyayangkan jika SE MenPANRB kalah dengan apa yang disebutnya basa-basi.

"Dengan basa-basi, kadang-kadang kalah hukum yang tertulis dan yang harus dipegang itu harus kalah oleh basa-basi kita. Itu yang sebabkan Indonesia muter-muter terus, nggak jelas gitu ya kan, kayak di bawah puteran air. Korea udah sekian puluh ribu income per kapita, Malaysia, Singapura, kita masih saja," katanya.

Yuddy telah memberikan klarifikasi terkait SE Gerakan Hidup Sederhana itu. Menurut Yuddy, SE itu jadi tak relevan andai resepsi itu diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal sendiri dengan memperkenankan masyarakat sekitar untuk hadir, juga memberikan kesempatan masyarakat setempat untuk turut merasakan kebahagiaan dari resepsi tersebut. Fahri punya jawaban sendiri soal klarifikasi Yuddy.

"Kita itu kan ikut yang tertulis. Itu yang saya bilang, orang kita itu mengalahkan yang tertulis dengan basa-basinya. Terus-menerus gitu, 'Oh, nggak apa-apa begini.' Ya, kan," katanya.

Fahri juga mempertanyakan kehadiran KPK dalam setiap acara pernikahan. Tanpa menyebut langsung nikahan Kahiyang-Bobby, Fahri mengkritik KPK yang menurutnya tak lagi menerapkan standar moral tinggi di suatu acara pernikahan pejabat/keluarga pejabat.

"Dulu KPK itu standar moralnya tinggi sama orang nikah. Digeledah itu semua orang nikah, 'apa ini, apa ini', iya kan? Datang, tegang orang datang ke pernikahan. Nggak ada tuh sekarang," pungkasnya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>