Kawal Indonesia, Polri Minta FPI Jaga Persatuan

Selasa, 19 Agustus 2018  18:20

Kawal Indonesia, Polri Minta FPI Jaga Persatuan

Peringatan milad FPI ke-20 di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018).

Jakarta (BM) – Front Pembela Islam (FPI) melaksanakan peringatan milad ke-20 di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018). Polri mengucapkan selamat kepada FPI yang telah berusia 20 tahun. Polri berharap FPI bisa me jaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Alhamdulillah pada pagi hari ini mudah-mudahan tadi sudah disampaikan bapak Gubernur bahwa untuk FPI bisa menjaga persatuan dan kesatuan untuk mengawal bangsa ini, untuk menjadi pendorong pemimpin-pemimpin yang terbaik. Amin ya robbal alamin," ujar Wakabaintelkam Polri Irjen Luki Hermawan di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018).

Luki mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tak bisa hadir dalam kegiatan peringatan Milad FPI ke-20. Dia datang bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi dan jajaran Polda lainnya.

"Pada kesempatan ini juga, sekali lagi permohonan saya, insyaallah pak Kapolri akan hadir pada acara berikutnya. Beliau sangat ingin sekali di tengah-tengah kita seperti pada saat 212, beliau juga hadir di tengah-tenga kita," ujar Luki.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut memberikan sambutan dalam Milad FPI ke-20. Anies berharap FPI bisa menjadi perekat persatuan umat.

"Dalam peringatan 20 tahun ini, FPI punya peluang ke depan untuk terus membuktikan, bahwa FPI bisa menjadi perekat persatuan umat. FPI bisa menjadi penopang dan persatuan itu tidak hadir di dalam ketimpangan. Persatuan itu hadir dalam keadilan, sulit menghdirkan rasa persatuan dalam ketimpangan. Karena itu, kita di Jakarta bekerja keras untuk memghadirkan keadilan. Karena kita ingin hadirnya keadilan nanti membuat rakyat merasakan ada rasa keseteraan," ujar Anies.

 

Sikap

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab memberikan arahan kepada anggotanya terkait Pilpres 2019. Habib Rizieq meminta seluruh anggota FPI tidak bersikap apapun sebelum keluar hasil keputusan Ijtimak Ulama II.

"Melalui acara ini saya ingatkan sekali lagi jangan anda memberikan sikap apapun jangan berkomentar apapun baik melalui medsos maupun melalui media lainnya, yaitu tentang pemilihan presiden tentang siapa yang akan kita dukung, siapa presidennya siapa calon wakil presidennya sebelum diputuskan Ijtimak Ulama II," kata Rizieq melalui rekaman yang diperdengarkan Milad FPI di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018).

Rizieq meminta anggota FPI taat kepada keputusan ulama. Menurut dia, Ijtimak Ulama II akan digelar seusai Idul Adha.

"Saya serukan kepada semua pengurus anggota serta simpatisan FPI supaya terap menjaga dan mengawal Ijtimak Ulama II yang akan datang, yang akan dilaksanakan yaitu setelah hari raya Idul Adha. Saya ingatkan kepada semua jangan bersikap apapun sebelum Ijtimak Ulama II digelar. Semua taat komando, semua ikut komando, semua wajib jaga, kawal Ijtimak Ulama II. Kalau anda ingin berkah, anda ingin dapat presiden yang baik, wakil presiden yang baik kita ikuti hasil Ijtimak Ulama II," papar Rizieq.

Dia juga meminta DPP FPI untuk berkoordinasi dengan GNPF-Ulama terkait pelaksanaan Ijtimak Ulama II. Rizieq mengatakan FPI akan 'all out' mendukung Ijtimak Ulama.

"Secara khusus kepada pimpinan pusat FPI untuk terus berkoordinasi dengan gerakan nasional pengawal fatwa ulama selaku panitia yang menggelar Ijtimak Ulama II. sampaikan kepada mereka bahwa FPI dan seluruh sayap juang seluruh ulama dan laskarnya tetap setia kepada Ijtimak Ulama tetap jaga Ijtimak Ulama, tetap ikut mematuhi Ijtimak ulama," tuturnya.

Rizieq juga yakin Ijtimak Ulama II akan menghasilkan keputusan yang baik. Menurut dia, umat perlu menghargai keputusan tersebut.

"Percayalah kalau ulama kita berkumpul dengan segala keikhlasan, mereka dengan ketinggian ilmu, mereka dengan kemuliaan akhlak mereka, mereka akan mendapatkan keputusan terbaik kepada kita semua. Jangan menghina ulama. Jangan mencaci maki ulama. Jangan merendahkan ulama, jangan menyepelekan ulama. Hormati ulama, hargai ulama, muliakan ulama maka anda semua dimuliakan Allah SWT," bebernya.

Habib Rizieq Syihab meminta anggotanya untuk merapatkan barisan dalam menghadapi Pilpres 2019. Habib Rizieq mengatakan pihaknya tak butuh presiden yang mengkriminalisasi ulama.

"Sudah saatnya merapatkan barisan satukan potensi untuk mendapatkan pemimpin yang baik. Kita tidak butuh kepada presiden yang pembohong. Kita tidak butuh kepada presiden yang penakut. Kita tidak butuh kepada presiden yang menyusahkan rakyatnya. Kita tidak butuh kepada presiden yang menjual aset negaranya. Kita tidak butuh kepada presiden yang menyerahkan kekayaan negara kepada penguasaan asing dan aseng. Kita tidak butuh kepada presiden yang tidak peduli kepada agama yang dinoda di sana sini. Kita tidak butuh kepada presiden yang membiarkan ulama dikriminalisasi, aktivis Islam dimakarisasi, ormas Islam dibubarkan," kata Rizieq lewat rekaman yang diperdengarkan di Milad FPI ke-20 di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018).

Rizieq menambahkan, pihaknya juga tak membutuhkan presiden yang tidak taat pada Allah dan Rosul. Menurut dia, rakyat ingin presiden yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

"Kita tidak butuh kepada presiden yang tidak taat pada Allah dan rasulnya kita menginginkan presiden dan wakil presiden yang beriman dan bertakwa kepada Allah," imbuhnya.

Rizieq menyampaikan pernyataan itu dalam rangka memberi arahan kepada FPI terkait Pilpres 2019. Dia meminta anggotanya untuk taat kepada ulama.

"Hari ini kita punya kesempatan ayok mari sama-sama ikuti ulama, taat ulama insyallah kita akan mendapat presiden yang baik yang akan selalu kita kawal, yang selalu kita nasehati yang selalu kita peringatkan kalau dia menempuh jalan yang salah," tuturnya.

Dia kemudian bicara mengenai kriteria presiden yang seharusnya. Menurut Rizieq, presiden itu harus menjunjung tinggi ayat suci di atas ayat konstitusi.

"Karena itu kita tegaskan di sini bahwa kita bangsa dan rakyat Indonesia menginginkan presiden, dan wakil presiden yang siap mewujudkan NKRI yang menjungjung ayat suci di atas konstitusi. Kita menginginkan presiden dan wakil presiden yang siap mewujudkan NKRI dan selalu menjaga ayat konstitusi agar tidak bertentangan dengan ayat suci. Kita bangsa dan rakyat Indonesia menginginkan presiden dan wakil presiden yang siap mewujudkan NKRI yang bersih dari korupsi, bersih dari judi, prostitusi, LGBT, narkoba, miras dan aneka ragam kemaksiatan lainnya," paparnya.

Selain itu, menurut Rizieq, presiden yang diharapkan oleh rakyat adalah presiden yang dapat menghilangkan paham-paham seperti komunisme hingga marxisme. Presiden yang akan datang juga diharapkan dapat menghilangkan riba dan utang.

"Kita bangsa dan rakyat Indonesia menginginkan presiden dan wakil presiden yang siap mewujudkan NKRI yang bersih dari komunisme, lenimisme, marxisme serta bersih dari sekularisme, pluralisme, juga liberalisme. Juga bersih dari aneka aliran sesat dan menyesatkan," ujarnya.

"Kita bangsa dan rakyat Indonesia menginginkan presiden dan wakil presiden yang siap mewujudkan NKRI bersih dari riba dan bebas dari utang. Bersih dari riba, bebas dari urang agar negara kira menjadi NKRI yang berkah. Kita bangsa dan rakyat Indonesia menginginkan presiden dan wakil presiden yang siap mewujudkan NKRI yang menegakan keadilan dan membasmi kezaliman, yang melindungi semua agama dari penodaan, yang melindungi negara dari perampokan kekayaan alamnya, yang melindungi pribumi dari asing dan aseng," sambungnya.

 

Perekat Persatuan Umat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-20. Anies mengatakan FPI bisa menjadi perekat persatuan umat.

"Dalam peringatan 20 tahun ini, FPI punya peluang ke depan untuk terus membuktikan, bahwa FPI bisa menjadi perekat persatuan umat. FPI bisa menjadi penopang dan persatuan itu tidak hadir di dalam ketimpangan. Persatuan itu hadir dalam keadilan, sulit menghdirkan rasa persatuan dalam ketimpangan. Karena itu, kita di Jakarta bekerja keras untuk memghadirkan keadilan. Karena kita ingin hadirnya keadilan nanti membuat rakyat merasakan ada rasa keseteraan," kata Anies di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018).

Anies mengatakan perjalanan 20 tahun FPI merupakan perjalanan yang telah menorehkan sejarah. Dia berharap FPI bisa menjaga terus persatuan.

"20 tahun perjalanan ini adalah 20 tahun perjalanan yang telah menorehkan sejarah, saya membaca di depan kalimat yang amat penting, merajut persatuan umat," ujar dia.

Anies kemudian bicara tentang keunikan Indonesia. Menurut dia, kelebihan Indonesia dibanding negara lain bukan soal keberagaman tetapi titik tekannya adalah persatuan.

"Indonesia memiliki keunikan, sering kali kita disebut keunikannya karena negeri ini beragam. Saudara-saudara semua yang saya hormati, ya negeri ini beragam. Ada lebih dari 700 bahasa, lebih dari 400 suku bangsa tetapi sesungguhnya kalau hanya beragam, ada banyak negeri-negeri lain yang nggak kalah beragam dari Indonesia," imbuhnya.

"Yang membedakan kita dengan negeri lain, bukan keberagamannya. Yang membedakan kita dengan negara lain adalah di tengah beragam, hadir persatuan," sambung Anies.

Anies mengatakan bangsa Indonesia sering melupakan kata persatuan dan kerap merayakan perbedaan. Padahal, kata dia, persatuan merupakan kata kunci yang menjadi ciri khas Indonesia.

"Kata kuncinya persatuan. Kita sering lupa bahwa kata kunci yang ada di Indonesia adalah persatuan. Dan persatuan ini yang sering dilewatkan, kita sering terlaku merayakan keperbedaan, merayakan keberagaman, lupa merayakan persatuan. Justru persatuan ini lah yang harus kita ingat. Kita jaga, langgengkan di republik ini," ujarnya.

Selain itu, Anies juga memuji FPI yang turun langsung ketika masyarakat tertimpa musibah. Anies juga menyebut Laskar Pembela Islam (LPI) FPI kerap berada di garda terdepan untuk membantu warga.

"Saya menyambut baik yang dilakikan oleh saudara-saudara kita di FPI, Imam FPI DKI Habib Muchsin bersama turun, begitu ada masalah di Jakarta ada banjir, ada bencana, ada kebakaran maka langsung laskar-laskar berada di ujung paling depan untuk hadir mengikutinya," katanya.

Anies berterina kasih kepada anggota FPI. Dia berkomitmen untuk terus mendorong setiap elemen masyarakat yang membantu Pemprov dalam mengatasi segala persoalan di Jakarta.

"Habib Muchsin dan seluruh jajaran di FPI Jakarta. Saya mengucapkan terima kasih. Kita ingin agar kehadiran kita terutama di Jakarta yang punya masalah sosoal ekonomi yang amat banyak, kita membutuhkan saudara kita untuk langsunh dibantu, langsung turun tangan, dan Pemprov DKI Jakarta selalu mengaoresiasi dan ingin mendukung terus semua kegiatan-kegiatan yang langsung dirasakan kepada masyarakat," ujarnya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>