KKB Kembali Serang Aparat, Polri: Kita Akan Tangkap!
Jenazah Briptu Hedar Dibawa Ke Makassar
By: admin
14 Ags 2019 17:44
 
 

JAKARTA (BM) - Aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah menembak mati Kasus penembakan terjadap Briptu Hedar. Polri pun tengah memetakan jaringan kelompok KKB tersebut. 

Polri menegaskan akan mengejar KKB tersebut hingga tertangkap. "Jelas kita kejar karena itu namanya perbuatan melawan hukum, menghilangkan nyawa seseorang. Kita akan tangkap ke mana pun mereka lari," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Universitas Padjajaran (Unpad), Sumedang, Jawa Barat, Rabu (14/8/2019).

KKB yang menewaskan Briptu Hedar disebut memiliki nama Jambi Mayu. Polisi menduga KKB tersebut memang kerap berulah. "Kita duga kelompok yang sama. Tapi kan saat ini sedang berproses apakah kelompok yang sama atau ada kelompok-kelompok lain," ujar Iqbal. 

Seperti diketahui, Briptu Hedar gugur setelah disergap dan ditembak KKB di Distrik Usir, Kabupaten Puncak, Papua. Hedar tewas akibat luka tembak di kepala.

Sebelum disergap, Hedar dan rekannya, Bripka Alfonso, sedang melakukan penyelidikan dengan cara menyamar. Saat Hedar disergap, Alfonso berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke Polres setempat.

Polri sudah mengidentifikasi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan Briptu Hedar di Kabupaten Puncak, Papua. "Sudah (diidentifikasi). Nanti saya kasih denahnya, saya lagi buat denahnya. Kelompok tersebut, jaringannya, kemudian pimpinannya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Grandkemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Dedi mengatakan kelompok bersenjata di Papua melakukan operasi dengan membentuk kelompok gabungan (pokgab). Mereka juga dipimpin oleh sub-komandan di tiap wilayah.

"Di beberapa distrik, beberapa wilayah, dia punya pokgab masing-masing. Pokgab itu yang bertanggung jawab di wilayah itu, dan dia memiliki sub-sub komandan-komandan juga yang ikut beroperasi di wilayah-wilayah tersebut," ujarnya.

Seperti diketahui, KKB kembali menyerang aparat yang melakukan olah tempat kejadian perkara penembakan Brigadir Anumerta Hedar di Puncak Jaya, Papua. Tembakan KKB dibalas tembakan dan pengejaran oleh personel Ditreskrimum Polda Papua dan Sat Reskrim Polres Puncak Jaya.

"Pada saat olah TKP, tiba-tiba anggota mendapat tembakan dari arah seberang kali, yang diduga dilakukan oleh KKB. Sehingga anggota langsung melakukan tembakan balasan serta melakukan pengejaran," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (14/8/2019).

Olah TKP dilakukan pada Selasa, 13 Agustus kemarin, tepatnya pukul 11.27 WIT. Setelah menyerang balik KKB, aparat kembali melanjutkan oleh TKP pukul 12.15 WIT.

"Olah TKP kembali dilanjutkan setelah situasi kembali aman dan kondusif. Pukul 13.15 WIT olah TKP selesai dan anggota kembali ke Pos Polisi Ilaga," jelas Dedi.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua adalah pemberontak yang harus dihantam. 

Ryamizard mengaku tak suka kepada KKB, yang dianggapnya sebagai pemberontak. Dia meminta agar kelompok tersebut dihantam. "Saya nggak suka dengan KKB-KKB, pemberontak ya itu harus dihantam," kata Ryamizard kepada wartawan setelah mengisi kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (13/8).

Ryamizard meminta aparat berwenang menindak tegas KKB tersebut. Menurutnya, perbuatan menghilangkan nyawa seseorang tidak dibenarkan.

Menanggapi hal itu, Polri mengatakan pihaknya fokus melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di sana. "Polri, TNI, bersama pemerintah daerah setempat fokusnya adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian harus betul-betul terjaminnya pelayanan masyarakat yang ada di sana, itu fokus yang kita lakukan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Grandkemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Dedi mengatakan polisi juga tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan di Papua. Dia menyebut polisi bakal menindak tegas pelanggaran hukum yang dilakukan KKB.

"Termasuk tentunya penegakan hukum tetap kita lakukan dalam rangka untuk mitigasi ancaman KKB ataupun KKB ini mengulangi lagi perbuatannya. Penegakan hukum secara tegas dan terukur akan terus dilakukan oleh tim gabungan dari TNI-Polri," ujarnya.

Dia mengatakan Polri bakal melakukan evaluasi di mana yang menjadi titik lemah dan akan dilakukan peningkatan. Dedi menyebut saat ini personel yang ada di Papua sudah mencukupi untuk memberikan jaminan keamanan.

"Tetap sama, setiap kejadian selalu dievaluasi apa yang jadi titik lemah di situ akan ditingkatkan. Sementara untuk kondisi sangat kondusif, kemudian untuk jumlah personel yang ada di Papua sudah mencukupi dalam rangka memberikan jaminan keamanan dan ketertiban di Papua," ucap dia.

 

Serahkan Ke Panglima TNI

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terlihat sangat berhati-hati dalam menyikapi insiden tewasnya anggota polisi Briptu Hedar yang dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

"Itu silahkan nanti tanyakan ke panglima ya, kami serahkan ke TNI, " ujarnya saat ditemui di kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Rabu (14/8).

Saat ditanyakan soal bagaimana sikap istana dalam menyikapi  masalah KKB Papua ini, Moeldoko kembali menegaskan kalau itu sudah diserahkan kepada panglima TNI.

"Itu hal-hal yang cukup ditangani oleh Panglima, sudahlah jangan lagi tanyakan itu " jelasnya.(rmo/det/mer/tit)


Create Account



Log In Your Account