KKP Tangkap 6 Kapal Asing
Kapal asing diamankan Tim KKP
By: admin
10 Apr 2019 17:39
 
 

Jakarta (BM) – Tim patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap enam kapal asing yang diduga melakukan illegal fishing di laut Indonesia. Dari keenam kapal itu, 4 kapal berbendera Vietnam dan 2 kapal lainnya berbendera Malaysia.

"Sejumlah 4 kapal perikanan berbendera Vietnam dan 2 kapal berbendera Malaysia berhasil ditangkap oleh 2 Kapal Pengawas Perikanan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara dan ZEEI Selat Malaka, Selasa (9/4)," kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman dalam keterangan tertulis, Rabu (10/4/2019).

Agus mengatakan kapal asing itu ditangkap karena tak memiliki dokumen perizinan dari Pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap yang dilarang (trawl). Dari 4 kapal berbendera Vietnam itu, ada 24 awak kapal berkebangsaan Vietnam yang ikut diamankan.

"KP Hiu Macan 01 yang dinakhodai Kapten Samson melakukan penangkapan keempat kapal tersebut sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Adapun keempat kapal tersebut, yaitu BV 4939 TS, BV 5156 TS, BV 93817 TS, dan BV 93816 TS," tutur Agus.

Empat kapal berbendera Vietnam yang ditangkap itu dibawa ke Stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat, untuk diproses secara hukum. Selain itu, KKP menangkap 2 kapal Malaysia atas nama KM PKFA 8888 (61,70 GT) dan PKF 7878 (67,63 GT).

"Ditangkap oleh KP Hiu Macan Tutul 002 yang dinakhodai Ilman Rustam di ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 15.00 WIB. Dua kapal beserta 9 orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau," ujarnya.

Agus mengatakan kapal-kapal perikanan asing tersebut diduga melanggar UU nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar. Tangkapan itu disebutnya menambah deretan kapal perikanan ilegal yang telah ditangkap sebelumnya oleh armada Kapal Pengawas Perikanan KKP.

"Sejak Januari hingga 9 April 2019, KKP telah berhasil menangkap 38 kapal perikanan ilegal, yang terdiri dari 28 kapal ikan asing dan 10 kapal perikanan Indonesia. Dari sejumlah kapal ilegal asing yang ditangkap tersebut, 15 kapal berbendera Vietnam dan 13 kapal lainnya berbendera Malaysia," pungkas Agus.

 

Intervensi Malaysia

Sebuah video yang memperlihatkan kapal patroli Maritim Malaysia mendekati kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beredar. Rupanya, kapal yang patroli maritim Malaysia itu coba 'mengintervensi' penangkapan kapal yang diduga melakukan illegal fishing oleh pihak KKP.

"Itu kapalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, kapal KKP Hiu, dia memang melaksanakan penangkapan terhadap dua kapal ikan asing Malaysia di Selat Malaka. Intinya, ini kan sama-sama mengklaim ya, kita sebagai negara yang berdaulat harus menangkap kapal ikan asing yang melakukan illegal fishing di perairan kita, makanya KKP melakukan penangkapan dan membawa kapal itu ke Belawan. Nah berdasarkan kejadian itu, Malaysia mengklaim bahwa itu adalah wilayah Malaysia akhirnya, sebetulnya itu hanya negosiasi saja Polisi Maritim Malaysia," kata Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho saat dihubungi, Rabu (10/4/2019).

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada 3 April 2019. Selama proses negosiasi itu, kapal patroli maritim Malaysia mengikuti kapal yang diamankan oleh pihak KKP.

"Kapal polisi maritim Malaysia itu sambil shadowing kapal ikan asing yang di dalamnya ada personel KP Hiu. Kalau dalam prosedur pengawalan kapal itu, kapal yang kita tangkap harus ada on board petugas kita. Petugas KKP saat itu on board di kapal Malaysia yang akan dibawa ke Belawan," ujarnya.

Sambil mengikuti kapal yang dibawa ke Belawan itu, personel patroli maritim Malaysia meminta agar kapal yang diamankan oleh pihak KKP dilepas. Namun, permintaan itu ditolak dan kedua kapal asing yang diamankan tersebut tetap dibawa ke Belawan untuk proses hukum lebih lanjut.

"Dalam perjalanan itu ada kapal Polisi Maritim Malaysia berusaha untuk negosiasi supaya dilepas, karena (mereka anggap) itu adalah masih wilayah Malaysia. Ya karena kita tegas, KKP tetap melaksanakan prosedur yang sesuai membawa kapal itu ke Belawan. Jadi tidak ada insiden yang menonjol ya, itu cuma negosiasi polisi Maritim karena dia juga punya kewajiban melindungi kapal Malaysia," ucap Agung.

Akhirnya, karena permintaannya ditolak oleh pihak KKP, kapal patroli maritim Malaysia itupun balik kanan. Kapal KKP dan juga dua kapal asing yang diamankan itu disebut tiba di Belawan pada 4 April 2019.

"Di video itu kan kapal patroli Malaysia balik kanan, mungkin akan diselesaikan G to G, pemerintah ke pemerintah. Yang jelas tidak ada kejadian yang menonjol, ini hanya kejadian biasa saja. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan tugasnya dalam penegakan hukum dan kedaulatan, menangkap kapal ikan Malaysia yang sedang melaksanakan illegal fishing. Di sisi lain, pemerintah Malaysia mengklaim itu adalah masih wilayah dia, begitu dengan melaksanakan negosiasi," pungkasnya. (det/tit)


Create Account



Log In Your Account