Komisi I Restui Hadi Panglima TNI

Rabu, 06 Desember 2017  17:43

Komisi I Restui Hadi Panglima TNI

Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Gatot Nurmantyo

Setuju Jenderal Gatot Diberhentikan dengan Hormat

Jakarta (BM) - Komisi I DPR RI menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain itu, Komisi I juga menyetujui usulan pemberhentian Jenderal Gatot dengan hormat seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo ke DPR.

"Komisi I juga menyetujui memberhentikan dengan hormat Jenderal Gatot," ujar Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis usai fit and proper test Marsekal Hadi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Komisi I berharap agar capaian positif Jenderal Gatot akan diteruskan oleh Marsekal Hadi. Fit and proper test Marsekal Hadi digelar sejak pukul 10.00 WIB tadi dan baru selesai sekitar pukul 16.30 WIB.

"Kita harapkan capai-capaian positif beliau (Jenderal Gatot) dilanjutkan calon panglima berikutnya," kata Kharis.

Persetujuan Komisi I DPR akan segera dibawa ke paripurna untuk disepakati sebagai keputusan DPR. Kemudian akan dilakukan pelantikan setelah Keppres dari Presiden Jokowi keluar.

"Setelah melaksanakan proses uji kepatutan dan kelayakan, Komisi I DPR memberikan persetujuan terhadap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI," jelas Kharis.

Surat presiden soal pemberhentian Jenderal Gatot dengan hormat sudah dibacakan di sidang paripurna kemarin, Selasa (5/12). Surat tersebut diantar oleh Mensesneg Pratikno sekaligus surat penunjukan Marsekal Hadi.

Hadi menyampaikan rasa syukurnya setelah adanya persetujuan Komisi I tersebut. "Syukur alhamdulillah berkat doa teman-teman semua," ujar Hadi seusai fit and proper test di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Marsekal Hadi menjalani fit and proper test sekaligus menyampaikan visi dan misinya sebagai Panglima TNI di hadapan Komisi I DPR. Sesi tanya-jawab dilakukan secara tertutup.

"Tanggapan dari saya, proses uji kelayakan yang dilaksanakan siang sampai sore hari ini sesuai dengan tahapan dari paparan visi-misi sampai menyampaikan kebijakan dan strategi, dilanjutkan pandangan fraksi-fraksi telah selesai," jelas Hadi.

Sebelumnya, Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai Panglima TNI di Komisi I DPR. Hadi memaparkan visi dan misinya menjadi Panglima.

Saat awal pemaparan, fit and proper test digelar secara terbuka di ruang rapat Komisi I DPR, kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (6/12/2017). Ada lima hal yang disoroti Hadi terkait fungsi dan peran TNI yang harus diperkuat.

Pertama, Marsekal Hadi menyoroti tatanan dunia baru akibat pengaruh kekuatan ekonomi baru, seperti China, Rusia, dan India. Disoroti juga gaya kepemimpinan baru negara superpower yang mengubah pola keamanan global.

"Kondisi tersebut semakin rumit dengan masuknya aktor-aktor non-negara yang mengusung kepentingan individu maupun kelompok dalam berbagai kemasan, mulai ideologi agama, suku, hingga murni motif ekonomi," katanya saat memberi pemaparan.

Hal kedua yang disoroti Hadi adalah soal terorisme. Kemudian dilanjutkan dengan masalah cyber war yang menjadi ancaman serius untuk urusan keamanan nasional.

Lalu hadi menyoroti soal kemajuan China dan stabilitas keamanan kawasan Laut China Selatan. Terakhir adalah soal masalah pertahanan di laut.

"Maraknya aksi perampokan bersenjata dan penculikan di perairan Filipina Selatan di sekitar laut Sulu, yang merupakan kawasan perairan perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina, merupakan contoh kerawanan yang menjadi tanggung jawab Indonesia, khususnya TNI," kata Marsekal Hadi.

Hadi, yang kini masih menjabat KSAU, membacakan visi dan misinya sebagai Panglima TNI saat fit and proper tes di sesi tertutup. Adapun visi dan misi Hadi adalah sebagai berikut:

Visi: Terwujudnya TNI yang profesional dan modern yang memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global.

Misi: Menjaga Kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, menjadi kekuatan regional dan berperan serta secara global, mendukung kebijakan politik negara sebagai Poros Maritim Dunia.

 

Tugas Pertama

Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafid mengatakan tugas pertama Marsekal Hadi Tjahjanto, usai sah menjabat Panglima TNI, adalah pengamanan libur akhir tahun 2018. Dia mengingatkan agar Hadi mempersiapkan pengamanan dengan baik agar tidak ada catatan buruk di awal kepempimpinannya.

"Memang ada pesan (dari Golkar), karena ini akhir tahun ya. Bahwa beliau harus, kalau Presiden segera melantik, maka beliau berhadapan dengan tugas pertama yaitu persiapan pengamanan akhir tahun," kata Meutya di sela kegiatan fit and proper test Hadi, di lorong Ruang Rapat Komisi I, gedung Nusantara II, Komplek DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

"Jangan sampai ada, memulai tugas dengan catatan kurang baik," ucap Meutya.

Ia sedikit membocorkan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para anggota Komisi I kepada Hadi seputar visi misi dan rencana strategisnya jika memimpin TNI. Saat ini fit and proper test digelar secara tertutup.

"Kurang lebih apa yang disampaikan beliau di visi misi dan juga di rencana strategis akan di-follow up dengan pertanyaan-pertanyaan," ujar dia.

Meutya menegaskan sikap Partai Golkar mendukung Marsekal Hadi untuk disahkan menjadi Panglima TNI.

"Dari Golkar kan pada prinsipnya setelah mengkaji, begitu DPP kami sudah menyepakati untuk mendukung calon panglima untuk disahkan menjadi panglima," jelas Meutya.

 

Jenderal Gatot Ikhlas

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan keikhlasannya digantikan dengan Marsekal Hadi Tjahjanto, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU). Gatot menyebut dirinya tulus ikhlas menyerahkan tongkat komando tertinggi TNI kepada Hadi yang saat ini tengah menjalani fit and proper test di Komisi I DPR.

"Begitu sudah disetujui (DPR), kemudian dilantik (oleh Presiden), maka saya dengan tulus ikhlas, tongkat estafet saya berikan kepada Pak Hadi," ucap Gatot saat mengantar Hadi melakukan uji kelayakan dan kepatutan sebagai Panglima TNI di gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Gatot pun mengungkapkan kesiapan dirinya bila diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberi pendampingan kepada Hadi yang akan mengemban tugas sebagai Panglima TNI. "Dan saya siap mendampingi apabila saya diperlukan, sesuai petunjuk Bapak Presiden," sambung dia.

Gatot memberi pesan untuk Hadi agar memberi perhatian ekstra terhadap momen pesta demokrasi di tahun-tahun politik. Seperti diketahui, Pilkada Serentak akan berlangsung pada 2018, kemudian Pileg dan Pilpres tahun 2019.

"Kami yakin bahwa Pak Hadi mampu untuk memimpin (TNI), khususnya menghadapi tahun politik ini. Yang saya katakan harus punya perhatian lebih," ujar Gatot. (det/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>