KSAD: Enzo Allie Tetap Taruna Akmil
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) Memberi Keterangan Pers Terkait Enzo Zenz Allie Di Mabes AD, Jakarta, Selasa (13/8/2019).
By: admin
13 Ags 2019 17:45
 
 

Jakarta (BM) – Polemik sosok taruna Akademi Militer (Akmil), Enzo Zenz Allie, yang disebut-sebut terkait HTI akhirnya diklarifikasi langsung Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Andika Perkasa. Dalam keterangannya, TNI AD tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna Akademi Militer (Akmil). 

Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Andika Perkasa mengatakan, Enzo dipertahankan karena sudah memenuhi standar semua pengukuran, termasuk terkait indeks moderasi beragama. Tapi, nantinya ada penilaian lagi untuk menjadi anggota aktif TNI. 

"Namun demikian penilaian terhadap calon perwira, belum menjadi anggota aktif TNI. Penilaian terhadap calon pada tahap pendidikan 4 tahun. Maka selama 4 tahun pula penilaian berlaku dan tidak semuanya berhasil," kata Andika dalam jumpa pers di Mabesad, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). 

Andika memberi contoh dalam 5 tahun terakhir. Di tahun 2014, ada 3 taruna Akmil yang dikeluarkan sebelum dilantik jadi perwira TNI Angkatan Darat. Sementara itu, ada 1 taruna yang dikeluarkan pada 2015. Sebanyak 4 taruna dikeluarkan pada 2016 dan 5 orang pada 2018. 

"Tahun ini 2019 sudah ada 2 orang yang kami keluarkan. Berbagai alasan. Ada yang karena kesehatannya mereka tidak bisa mengikuti standar. Ada yang karena jasmaninya dan juga ada yang karena mental ideologinya," ungkapnya. 

TNI mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna Akademi Militer (Akmil). Alasannya adalah karena indeks moderasi bernegara Enzo sudah memenuhi standar.

Setelah muncul kabar viral yang mengaitkan Enzo dengan HTI, TNI AD melakukan salah satu alternatif penilaian lagi bagi para taruna Akmil. TNI AD mengklaim pengukuran itu dapat dipertanggungjawabkan karena sudah digunakan selama 8 tahun. 

"Kesimpulannya Enzo Zenz Allie dilihat dari indeks moderasi bernegara itu ternyata kalau dikonversi menjadi presentase itu memiliki nilai 84% atau nilainya di situ 5,9 dari maksimum 7," kata Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, dalam jumpa pers di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). 

Meski demikian, hasil pengukuran ini tidak berlaku selamanya. Taruna-taruna ini akan mengikuti evaluasi berkala sebelum nantinya bisa menjadi anggota aktif TNI. 

"Penilaian terhadap calon pada masa pendidikan dan karena tahap yang diikuti Enzo ini selama 4 tahun maka selama 4 tahun itu pula penilaian berlaku dan tidak semuanya berhasil," ungkap Andika.

"Terus terang Angkatan Darat meminta maaf atas keriuhan yang terjadi tapi kami memang bener-bener tidak bermaksud misalnya dengan sengaja untuk berada dalam pusat kontroversi," kata Andika Perkasa. 

Jenderal Andika mengatakan ada perbaikan yang dilakukan dengan cara lebih terbuka. Enzo sendiri dipertahankan sebagai taruna Akmil karena sudah memenuhi parameter di pemeriksaan terbaru. 

"Bahwasanya kami akan memperbaiki, pasti. Jangankan berikutnya, sekarang saja kami sudah membuka diri, artinya kami nggak ngotot. Saya sudah ukur mereka dengan parameter yang kita punya dan oleh karenanya saya sudah yakin, nggak juga. Makanya kami gunakan metode pengukuran yang berbeda dan ternyata confirm," ucapnya. 

"Tahun depan dan berikutnya pasti. Kami pasti akan selalu memperbaiki. Sebetulnya tiap tahun pun kami selalu memperbaiki. Ini adalah memang salah satu tugas kami, pengawasan ke dalam," sambung Andhika.

Andhika memastikan Enzo tidak mengetahui keriuhan pemberitaan tentang dirinya ini. Itu karena para taruna Akmil tidak diperkenankan mengakses alat komunikasi.

"Pemberitaan tidak didengar karena, begitu mereka diterima, buka pendidikan, tidak ada alat komunikasi apapun," ujar Andhika. 

"Jadi saya yakin dia tidak mendengar beritanya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sempat beredar foto diduga Enzo memegang bendera tauhid. Selain itu, beredar pula screenshot posting-an ibu Enzo. Netizen juga menganggap posting-an ibu Enzo berisi fitnah kepada pemerintah dan berbau dukungan terhadap organisasi yang dilarang di Indonesia, HTI.

Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani, membantah santrinya itu terkait HTI. "Enzo sudah jelas Pancasilais dan cinta NKRI," ujarnya pada Rabu (7/8/2019) yang lalu. 

Sejak isu itu viral, TNI langsung turun tangan melakukan penelusuran. Hasilnya kemudian diumumkan hari ini.

Polemik Enzo juga mendapat tanggapan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu. "Saya belum tahu (kalau TNI mempertahankan Enzo). Saya dari kemarin nggak di sana, di sini ya. Saya malah sudah empat kali ini bicara (masalah Enzo) ini," kata Ryamizard di Universitas Pembangunan Negara Veteran Yogyakarta di Sleman, DIY, Selasa (13/8/2019).

Namun Ryamizard memiliki catatan tersendiri soal kebijakan TNI mempertahankan Enzo. Ada dua catatan yang disampaikan Ryamizard kepada wartawan.

"Begini ya, kalau dia (Enzo) disinyalir itu dia berubah, dia setia kepada Negara Kesatuan ini (Republik Indonesia), dia setia kepada Pancasila ya nggak ada masalah (dipertahankan di Akmil)," tuturnya.

"Masalahnya kalau dia tetap mempertahankan pandangannya itu dia harus keluar (dari Akmil), tidak boleh. Tidak ada tawar-menawar lagi Pancasila adalah nomor satu," tegas Ryamizard.(det/tit)


Create Account



Log In Your Account