Kuatkan Kepemimpinan Tingkat Dunia, Indonesia Bangun UIII

Selasa, 05 Juni 2018  18:31

Kuatkan Kepemimpinan Tingkat Dunia, Indonesia Bangun UIII

Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama UIII Depok, Selasa (5/6)

Depok (BM) - Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Pembangunan kampus menelan dana hingga Rp 3,5 triliun.

"Setelah dihitung-hitung habisnya berapa, dilaporkan ke saya kurang lebih Rp 3,5 triliun dan sudah saya masukan ke proyek strategis nasional," ujar Jokowi saat acara peletakkan batu pertama di kampus UIII Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).

Jokowi tiba di lokasi pada Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Turut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakapolri Komjen Syafruddin dan duta besar sejumlah negara.

Jokowi mengatakan, pembangunan kampus ditargetkan selesai 4 tahun. Namun mulai 2019 mendatang, kampus sudah dapat digunakan untuk beberapa jurusan.

"Tahun ini sudah mulai dianggarkan Rp 700 miliar. Tahun depan sudah bisa kita gunakan untuk satu, dua tiga mata kuliah. Kita berharap ide ini mempercepat hadirnya kesejahteraan umat, mewujudkan keadilan sosial dan mewujudkan negara yang badlatun, toyibbun ghafur. Dengan ini saya letakkan batu pertama pembangunan kampus UIII," ucap Jokowi.

Dalam rapat terbatas pada Januari 2018 lalu, Jokowi menjelaskan soal urgensi pendirian UIII. UIII diperlukan untuk menguatkan kepemimpinan Indonesia di dunia Islam.

"Perlu saya ingatkan lagi mengapa Universitas Islam Internasional Indonesia ini kita dirikan, padahal kita sudah memiliki banyak UIN," kata Jokowi mengawali rapat terbatas soal UIII di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (18/1/2018).

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII ditandatangani Jokowi pada tanggal 29 Juni 2016. UIII berdiri di bekas lahan RRI seluas 142,5 hektare dengan dana Rp 3,9 triliun. Rencananya kegiatan kampus akan dimulai pada 2019 mendatang.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan akan ada 3 jurusan yang dibuka di tahun pertama untuk tingkat magister dan doktor.

"Untuk tahun pertama akan dibuka jurusan Political Science, Islamic Studies dan Education," ujar Lukman.

Semula pembangunan kampus UIII disorot terkait penggusuran sebuah rumah peninggalan Belanda yang berlokasi di kawasan lapangan pemancar RRI, Kecamatan Cimanggis, Depok. JK menjelaskan pembangunan UIII tidak mengambil wilayah rumah peninggalan Belanda tersebut. Lahan yang akan digunakan hanya berkisar 15 persen dari seluruh jumlah lahan.

"Tidak termasuk wilayah itu, artinya tidak termasuk yang dibangun, artinya yang mau dibangun. OKI kita membangun cuma 15 persen. Lahannya yang dipakai cuma 15 persen, paling tinggi 20 persen," terang JK.

Ada 3 pilar yang dikembangkan dalam kampus ini. "Penerimaan mahasiswa diharapkan tahun depan. Ada tiga pilarnya yaitu pertama antarperkuliahan, kedua risetnya, ketiga kebudayaan. Maka bisa saja nanti kebudayaan mulai dari workshop dan mulai membuat skrip nusantara kemudian juga bisa dimulai dan itu dibuka hanya tiga jurusan yaitu Islamic Studies, Political Studies, dan Education dan ini semua khusus pasca sarjana," ujar Ketua Panitia Pembangunan UIII, Komaruddin Hidayat, saat konferensi pers di lokasi peletakkan batu pertama, Jl. Raya bogor, Cimanggis, Depok, Selasa (5/6/2018).

Dia mengatakan nantinya para mahasiswa UIII tak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga luar negeri. Nantinya, para mahasiswa asing juga diwajibkan untuk mempelajari bahasa Indonesia agar bisa menjadi duta budaya Indonesia di negaranya masing-masing.

"Mahasiswanya sementara mungkin 50-50 dari luar negeri dan 50-50 dari Indonesia, kedua mahasiswa asing yang di sini nanti dikasih beasiswa. Jadi untuk mahasiswa asing nanti diwajibkan belajar bahasa Indonesia sehingga nanti alumninya secara tidak langsung jadi duta budaya Indonesia pada negaranya masing-masing," jelasnya.

Hidayat berharap adanya UIII ini bisa menambah kualitas lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Diharapkan, tak hanya dosen asing tapi juga anak-anak bangsa berprestasi yang mengajar di UIII.

"Saya harap ke dalam juga UIII ini mendorong kualitas lembaga-lembaga di Indonesia. Di samping juga kita ingin kampus ini agar tidak hanya mahasiswa asing, tapi kita juga ingin beberapa dosen-dosen yang ada di Indonesia tidak semuanya dosen luar negeri, yang tidak dari luar negeri juga ini kita harapkan jadi interpretasi, ini sebagai pintu gerbang orang di Indonesia untuk terkoneksi dengan dunia luar," jelas dia.

Hidayat menambahkan nantinya bahsa yang akan digunakan di kampus UIII ini yaitu bahasa Arab dan Inggris. Meski begitu, ada kewajiban bagi mahasiswa asing untuk belajar bahasa Indonesia.

"Adapun standar keilmuannya kita sudah melakukan kajian di Al-Azhar, Australia, Jepang, Mesir dan lainnya. Kita juga sudah mendalami kajian tapi nanti ada satu kajian konteks lokal yaitu studi kawasan dan bahasa, yang dipakai hanya dua yaitu Bahasa Inggris dan Arab," papar dia.

 

142 Hektare

Presiden Joko Widodo (Jokowi) antusias soal pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Semula dia merencanakan kampus tersebut harus dibangun di lahan seluas 1.000 hektare.

Namun harapan Jokowi membangun kampus di area seluas itu harus kandas. Sebab tak ada daerah di Pulau Jawa yang memiliki lahan sampai sebesar itu. Setelah melalui rapat dengan tim, dipilihlah lahan di Cimanggis, Depok seluas 142,5 hektare untuk pembangunan kampus UIII.

"Ramainya sudah 2 tahun. Mencari lahan nggak mudah karena saya sampaikan saya nggak mau setengah-setengah, lahannya harus besar. Permintaan saya lebih dari 1.000 hektare tapi nggak ada di Jawa sulit sekali. Saya menawarkan di luar Jawa dan semua tim menyampaikan tidak setuju," ujar Jokowi saat meletakkan batu pertama di kampus UIII Depok, Selasa (5/6/2018).

Meski tak seluas 1.000 hektare, Jokowi mengungkapkan dirinya sempat kaget saat melihat luas kampus tersebut. Dia pun bersyukur akhirnya kampus UIII dapat dibangun di pulau Jawa.

"Ya sudah dibangun di Jawa. Carikan lahan yang mendekati 1.000 hektare kita mendapatkan 142 hektare jauh dari 1.000 tetapi setelah melihat di lapangan saya kaget. 142 hektare lahan yang sangat luas Alhamdulillah. Saya nggak bayangkan kalau dapat 1.000 hektare," ucapnya diiringi tawa. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>