Massa Kompas Desak Segera Sidangkan Romahurmuziy!

Rabu, 15 Mei 2019  17:47

Massa Kompas Desak Segera Sidangkan Romahurmuziy!

JAKARTA (BM) - Puluhan massa dari Komite Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Kompas) menggeruduk gedung Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/5). Mereka mendesak pimpinan KPK segera menuntaskan kasus jual beli jabatan di Kemenag yang telah menetapkan Anggota DPR Fraksi PPP M. Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka.

Koordinator aksi Kompas, Miza dalam orasinya menyebutkan kasus Romi yang juga menyeret nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinilai terlalu lamban. Karenanaya, pihaknya meminta KPK untuk segera melakukan sidang terhadap Romi dan menghukumnya sesuai aturan yang berlaku.

"Maka dengan ini kami yang tergabung dalam Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi menuntut KPK segera sidangkan Romahurmuziy dan hukum seberat-beratnya," teriak Mirza dari atas mobil komando di halaman Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/5).

Mirza juga menyebut proses praperadilan yang diajukan Romi hanyalah upaya untuk mengulur-ulur waktu atau buying time. Meskipun gugatan Romi telah dinyatakan ditolak oleh hakim PN Jakarta Selatan.

"Proses prapradilan yang dilakukan Romahurmuziy hanyalah upaya buying time. Sehingga tindakan hukum terhadap Romahurmuziy segera dapat diproses ke persidangan Tipikor," kata Mirza.

Lebih lanjut, massa Kompas menegaskan bahwa pimpinan KPK Agur Rahardjo Dkk untuk tidak tebang pilih dalam menuntaskan kasus korupsi meskipun yang menjadi tersangka itu petinggi partai maupun kementerian.

"KPK jangan mundur sejengkal pun seret tindak koruptor jual beli jabatan di Kemenag tanpa pandang bulu," tandas Miza.

 

Dibantarkan

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membawa mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. Itu lantaran politisi yang akrab disapa Rommy itu kembali mengalami gangguan kesehatan. Karena itu, Rommy kembali dibantarkan status penahanannya.

“RMY tadi malam dibawa ke RS Polri karena menurut dokter perlu rawat inap, maka dilakukan pembantaran,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (14/5).

Sementara itu, pengacara Rommy, Maqdir Ismail membenarkan bahwa penahanan terhadap kliennya kembali dibantarkan. Karena saat ini legislator PPP itu harus mendapat perawatan di RS Polri.

 “Beliau (Rommy) masuk rumah sakit dari kemarin. Iya dibantarkan lagi, di RS Polri,” ucap Maqdir.

Maqdir menyebut, kliennya saat ini mengalami penyakit ginjal. Sehingga harus mendapat perawatan secara intensif di RS Polri. “Salah satu diantaranya yang belum selesai ginjalnya. Nah itu yang jadi masalah,” jelas Maqdir.

Sebelumnya, KPK pernah membantarkan Rommy di RS Polri karena mengalami gangguan kesehatan bagian pencernaan dan ginjal. Namun belakangan Rommy justru mengajukan praperadilan.

Setelah menjalani perawatan medis lebih dari 20 hari akhirnya Rommy dibawa kembali ke rutan. Kini, setelah praperadilannya ditolak, Rommy malah kembali dibantarkan untuk menjalani perawatan medis di RS Polri. (rmo/jpc/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>