Pagi Ini, Ahmad Dhani Dibawa ke Surabaya

Kamis, 07 Februari 2019  03:34

Pagi Ini, Ahmad Dhani Dibawa ke Surabaya

Ahmad Dhani di LP Cipinang

JAKARTA (BM) - Musisi Ahmad Dhani tidak jadi dibawa ke Surabaya Rabu (6/2). Menurut rencana, musisi Dewa 19 dan politisi Partai Gerindra itu baru akan dibawa tim jaksa ke Surabaya dengan penerbangan pertama Kamis (7/2) pagi.

Keberangkatan Ahmad Dhani ke Surabaya adalah untuk menghadiri persidangan kasus “vlog idiot” yang terjadi bulan Agustus tahun lalu.

Keputusan tim Kejaksaan Tinggi Surabaya membawa Ahmad Dhani diambil setelah dialog yang cukup alot di LP Cipinang, (Rabu, 6/2) siang.

 “Saya akan menghadiri persidangan di Surabaya, tetapi saya menolak bila dipindahkan ke LP Medaeng, Surabaya,” ujar Ahmad Dhani yang mengenakan celana hitam dan kaos hitam bertuliskan "Tahanan Politik".

Pihak Kejaksaan dari Surabaya ingin memindahkan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya selama masa persidangan kasus di Surabaya. Mereka diperintahkan atasan membawa Ahmad Dhani pada Rabu (6/2) siang.

“Kami juga membutuhkan klien kami di sini dalam menyiapkan materi banding,” ujar kuasa hukum  Aldwin Rahadian.

Selain itu, Aldwin juga mengatakan, Kejaksaan tidak bisa begitu saja memindahkan tempat penahanan Ahmad Dhani. Ada prosedur yang harus dilalui, katanya.

Mendengar keberatan pihak Ahmad Dhani, pihak Kejaksaan dari Surabaya minta izin meninggalkan ruangan untuk berbicara via telepon dengan atasannya.

Tak lama kemudian ia kembali ke dalam dan mengatakan bahwa pihaknya setuju membawa Ahmad Dhani Kamis pagi dengan penerbangan pertama.

Namun urusannya belum lagi selesai.  Ahmad Dhani dan kuasa hukum masih menolak bila penahanannya dipindahkan dari LP Cipinang ke LP Medaeng. Ahmad Dhani mengkhawatirkan keselamatannya.  Kuasa hukum pun begitu.

“Ini injury time pilpres, apapun bisa terjadi. Lebih baik klien kami tetap di Jakarta,” ujar Aldwin.

 

Tujuh Jaksa

Sebelumnya, tujuh orang yang terdiri dari jaksa dan polisi dari Jawa Timur terbang ke Jakarta untuk menjemput musisi sekaligus calon anggota legislatif Partai Gerindra, Ahmad Dhani.

Mereka berencana memindahkan Dhani dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta ke Surabaya.

"Sekarang tinggal teknisnya saja," kata Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard, Rabu (6/2).

Pemindahan tahanan Ahmad Dhani ke Surabaya ini, katanya untuk memudahkan proses persidangan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (7/2).

 

Mako Brimob

Dua Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang. Sedianya Dhani dibawa jaksa ke Surabaya untuk menghadiri persidangan kasus pencemaran nama baik.

Fahri mendengar kabar Dhani menolak jika harus dipindahkan penahanannya ke Rutan Medaeng, Surabaya. Dia mengatakan Dhani khawatir akan keselamatan dirinya.

"Yang saya dengar, Saudara Ahmad Dhani menolak ditahan di Madaeng itu. Dia curiga dengan keselamatannya. Dia curiga dengan dirinya. Dan dia sudah di sini," kata Fahri di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/2/2019).

Dia mengatakan Dhani khawatir setelah mendapatkan informasi dari lingkungan terdekatnya. Fahri mengatakan kekhawatiran Dhani muncul hanya untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

"Itu tempat baru yang dia sendiri nggak mengerti. Dia mendengar dari keluarganya, teman-temannya, ada sesuatu yang membuat dia takut, bukan dalam arti nggak punya nyali, tapi kalau ada apa-apa dengan dia, kan kacau kalau. Dalam situasi seperti ini, ada hal yang tidak kita kehendaki. Jadi cukup di sini saja," ungkap politikus PKS ini.

Fahri berharap Dhani tetap ditahan di Rutan Cipinang. Dia kemudian kembali menyinggung nama eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang ditahan di Mako Brimob.

"Ahok kan enak, dia nggak ke sini. Malah dia di Mako Brimob. Nah ini doang, adil dong ya. Jadi penegak hukum itu tidak hanya harus adil, tapi tampak adil. Biar negara hukum kita ini tegak," ucapnya.

Sementara itu, Fadli mengatakan ada kekhawatiran soal keselamatan Dhani terkait tahun politik. Atas alasan keamanan, lanjut Fadli, semestinya Dhani bisa diperlakukan seperti Ahok.

"Bukan mengajukan, mengusulkan saja. Itu Ahok kan dapat perlakuan istimewa. Kenapa kok Ahok bisa dan yang lain tidak boleh? Apalagi ini juga kasusnya politik dalam situasi politik tertentu dan dia juga selama ini kooperatif, tidak ada tindak pidana dan sebagainya," kata dia.

Fadli mengatakan akan menempuh prosedur hukum bila nantinya Dhani tak dikembalikan ke Rutan Cipinang setelah menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik. Menurutnya, seseorang tak bisa ditetapkan untuk dilakukan penahanan dua kali.

"Saudara Ahmad Dhani saya kira sudah jelas ada penetapan hakim ditahan di sini. Tidak ada penetapan dua kali dan tidak bisa ada penahanan dua kali. Dan yang bersangkutan juga menolak di sana karena merasa keselamatannya bisa terganggu, juga tentu saya atas nama partai juga lebih bagus di sini. Karena Saudara Ahmad Dhani juga politisi Gerindra," kata Fadli.

"Ya harus kita ramaikan, ya. Bisa segala macam kita lakukan sesuai dengan prosedur hukum yang ada," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sudah mengeluarkan putusan penahanan Ahmad Dhani. Rencananya, Dhani akan dipinjam alias dibon Kejari Surabaya untuk menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik di PN Surabaya.

"Ketika seseorang itu menyatakan banding, berarti proses hukumnya itu beralih pada tingkat pengadilan yang lebih tinggi, dalam hal ini PT. Jadi sekarang beliau ini tahanan Pengadilan Tinggi," ujar Karutan Cipinang Oga Darmawan kepada wartawan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/2/2019).

PT DKI juga mengeluarkan penetapan soal Ahmad Dhani, yang harus menjalani sidang di Surabaya. Surat PT DKI, menurut Oga Darmawan, ditujukan ke kepala rutan. Tapi Oga belum mengetahui kepastian pemindahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya atau kembali ke Jakarta seusai sidang perdana, Kamis (7/2).

"Jadi mau kembali atau tidak, masih tergantung. Yang penting pihak rutan harus siap. Misalnya balik lagi, pihak rutan harus siap. Kalau akhirnya tidak kembali dan dititipkan di Surabaya, tidak apa-apa selama surat-surat sudah lengkap," papar Oga.

 

Debat Jaksa

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan Ahmad Dhani sempat akan dieksekusi untuk dipindah ke Rutan Medaeng di Jawa Timur. Fahri sempat mendebat jaksa yang hendak melakukan eksekusi.

"Kami tadi di dalam agak lama karena ada insiden tadi ya, Saudara Ahmad Dhani, yang kebetulan sudah ditahan di sini, akan semacam dieksekusi kembali ke penjara atau Rutan Madaeng di Jatim," kata Fahri di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/2/2019).

Fahri bertanya kepada jaksa soal tujuan eksekusi Dhani. Fahri ingin memastikan apakah Dhani hanya dipinjam (dibon) atau dieksekusi untuk menghuni Rutan Medaeng.

Dia ingin Dhani hanya menjalani sidang di Surabaya. Setelah itu, Dhani kembali ke Rutan Cipinang.

"Saya tanya dia, 'Anda ini mau minjam atau mau mengeksekusi, mau nahan?' (tanya) saya keras. (Dijawab) 'Oh, kami melaksanakan keputusan PT'. 'Pak, apa keputusan PT? Keputusan PT itu cuma satu, nggak boleh dua. Anda ini datang mau nahan apa mau minjam?'," kata Fahri.

"Dia bilang 'mau minjam Pak, karena perintah Pengadilan Surabaya minta kami menghadirkan'. 'Ya Anda datang kan minjam. Kalau orang minjam itu statusnya hanya minjam dan itu statusnya harus jelas. Anda pinjam berapa lama? Tanggal berapa, jam berapa, habis itu Anda balikin dong'," sambung dia.

Fahri mengatakan penetapan ganda akan membuat terjadinya ketidakpastian hukum. Menurutnya, semestinya jaksa hanya bisa meminjam, karena kasus ujaran kebencian Dhani belum inkrah karena tengah mengajukan upaya banding.

"Kalau kemarin Saudara AD tidak banding, peminjamannya dilakukan kepada lapas cq (casu quo atau dalam hal ini) Dirjen Pas. Tapi, karena Saudara AD banding, meminjamnya itu kepada PT yang masih ada urusan dengan perkara Ahmad Dhani ini," tutur Fahri.

Fahri menyinggung soal motif politik dalam penanganan kasus Dhani. Dia menilai jaksa yang datang untuk mengeksekusi Dhani seolah hanya diperintah.

"Kalau saya tambahkan begini. Nuansa politiknya tolong dikurangi. Jaksa nggak perlu. Saya lihat jaksa itu tadi kosong matanya ya. Dia kayak diperintah begitu supaya mengeksekusi Ahmad Dhani ke Surabaya. Tolonglah, ya," ucapnya.

Akhirnya Dhani diputuskan hanya menghadiri sidang yang akan digelar Kamis (7/2). Setelah itu Dhani akan kembali ke Rutan Cipinang.

"Jadi besok itu ya datang hanya untuk persidangan itu. Habis itu balik lagi. Kecuali jaksa mengembangkan perkara ini menjadi penahan kembali. Nah, itu repot nanti, kacau ini hukum kita ini," ucap politikus PKS ini. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>