Peserta Melonjak, TNI/Polri All Out Amankan Pertemuan IMF-WB

Rabu, 07 Oktober 2018  18:55

Peserta Melonjak, TNI/Polri All Out Amankan Pertemuan IMF-WB

Apel Gelar Pasukan di Lapangan Niti Mandala, Renon Denpasar, Minggu (7/10/2018).

DENPASAR (BM) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menerangkan jumlah peserta pertemuan tahunan IMF-WB di Bali melebihi dari dugaan rencana pemerintah Indonesia. Meningkat menjadi 34.000 orang setelah sebelumnya menyentuh angka 32.000. Angka ini jauh berada di atas perkiraan pemerintah yakni 19.000 orang.

"Kita perkirakan tadinya hanya 19 ribu. Sekarang lebih 34 ribu," kata Luhut dalam keterangan tertulis, kemarin (Sabtu, 6/10).

Adapun rinciannya, sambung Luhut tercatat 13.664 orang mendaftar melalui jalur Meeting Team Secretariat (MTS) dari pihak IMF-WB. Adapun, pendaftar dari jalur Indonesia Planning Team sebanyak 20.556 orang.

"Untuk mendampingi para delegasi asing pada seluruh rangkaian kegiatan pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Bali, Pemerintah juga telah menyediakan 560 Liaison Officer (LO)," tegas Luhut.

Luhut juga menjelaskan Indonesia mendapat pujian dalam penanganan masalah ekonomi dari Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde.

“Dia bilang Indonesia ini absolutely different. Dia kagum sekali melihat resilience ekonomi Indonesia,” tutur Luhut.

Khusus mengenai persiapan penyelenggaraan rapat IMF-WB di Nusa Dua Bali, Luhut mengungkapkan Lagarde juga menyampaikan apresiasinya.

 

 

Pengamanan

Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018 bakal mendapat pengamanan yang ketat.

Komando Gabungan Pengamanan VVIP Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018 memberikan pelayanan rasa aman, nyaman, lancar dan sukses tanpa meninggalkan adat dan budaya setempat kepada para peserta pertemuan tersebut. 

“Adakan koordinasi dan keterpaduan antara Pemerintah, TNI-Polri maupun pihak terkait dalam mengelola keamanan, kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan”, ujar Panglima Komando Tugas Gabungan Pengamanan (Pangkogasgabpam)  TNI, Laksdya Didit Herdiawan dalam keterangan tertulis, Minggu (7/10).

Didit menambahkan, sinergitas dan interoperabilitas antara TNI dan Polri sangat diperlukan agar dapat memberikan rasa aman kepada para peserta.

"Dengan cara meningkatkan deteksi dini dan cegah dini terhadap setiap potensi gangguan serta menyukseskan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018," tambah Didit.

Didit menerangkan, usai dilakukan apel dirinya akan menempatkan pasukan pada posisinya masing-masing sesuai tugas dan tanggung jawabnya dengan tidak menyolok.

"Tetap dilaksanakan secara ketat dan terjalin jaring komunikasi dan jaring komando," demikian Didit.

 

Amankan Pintu Masuk

Sekitar 2.000 personel gabungan diterjunkan untuk membantu pengamanan imbangan Annual Meeting International Monetary Fund and World Bank (AM-IMF WB) di Nusa Dua, Bali. Pengamanan fokus di titik masuk menuju Bali.

Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Bagus Suryadi Tayo, memimpin Apel Gelar Pasukan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Minggu (7/10/2018).

"Apa yang kita lakukan sebetulnya sebagai antisipasi. Tugas pokoknya adalah pengamanan wilayah. Hanya saja belakangan ini Indonesia lagi dilanda bencana," papar Kolonel Bagus.

Jika terjadi gejolak alam, sesuai permintaan panitia pusat pertemuan tahunan IMF-WB, aparat yang melaksanakan tugas pengamanan imbangan bertugas membantu proses evakuasi. Itulah sebabnya Pelabuhan Ketapang dan Bandara Banyuwangi menjadi dua titik obyek yang dijadikan lokasi sentral.

"Semua sudah kita atur dan diorganisir. Dalam kondisi situasional bencana Pelabuhan Ketapang dan Bandara Banyuwangi sudah siap sebagai lokasi evakuasi," lanjut Danrem 083 Baladhika Jaya.

Apel Gelar Pasukan selain unsur TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP, juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas, Tagana, Dinas Kesehatan Banyuwangi serta Senkom Mitra Polri.

Danrem 083 Baladhika Jaya bertindak sebagai Komandan Sub Satuan Tugas (Dansubsatgas) dibantu Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman selaku Wakil Dansubsatgas bersama para Komandan Kodim wilayah tapal kuda.

Sementara untuk pengamanan akan dibagi menjadi beberapa titik. Mulai dari hotel, pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang, Pelabuhan rakyat serta memperketat pengamanan di Bandara Banyuwangi.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan di bagian sentral yakni perairan Selat Bali dengan mengerahkan kapal patroli dari Satpolairud dan TNI AL untuk menjaga perairan Selat Bali.

Tudak hanya itu, pihaknya juga mengecek kesiapan personil pengamanan dan meninjua pos pengamanan yang ada di area pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan perwakilan delegasi serta travel wisata yang ada di Banyuwangi. Karena dimungkinkan delegasi IMF WB yang berwisata ke ujung timur Jawa melalui Pelabuhan Ketapang maupun Bandara Banyuwangi," jelasnya. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>