Polres Grobogan Bantah Tangkap Panitia Ngaji UAS
UAS saat pengajian di Gubug, Grobogan, bulan Juli lalu.
By: admin
11 Sept 2018 17:54
 
 

Grobogan (BM) - Video Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyatakan pembatalan ceramah di beberapa daerah di Jawa Tengah beredar luas. Dia menyebut panitia pengajiannya di Grobogan sempat ditangkapi polisi. Kapolres Grobogan membantahnya.

Kapolres Grobogan, AKBP Choiron El Atiq, mengatakan apa yang disampaikan UAS soal penangkapan panitia pengajian UAS oleh polisi di Gubug, Grobogan, tidak benar. "Mungkin UAS terima beritanya salah itu," kata Choiron, Selasa (11/9/2018).

Choiron menceritakan pengajian diadakan di Kecamatan Gubug, Grobogan, Juli 2018. Polisi saat itu memediasi antarpihak yang pro dan kontra adanya pengajian yang mengundang UAS. Choiron menegaskan bukan menangkap atau menculik panitia, namun memediasi.

"Kita itu malah memediasi. Bukan menculik. Kita enggak berani (menculik). Bukan penculikan. Sebelumnya kita sudah tahu ada yang, apa namanya, tidak terima. Tidak setuju. Makannya kita mediasi," sambungnya.

Menurutnya mediasi itu bukan aksi culik. Bahkan hal itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum pengajian. Kondisi di lapangan justru panitia malah membantu polisi. "Bagus kok. Malah welcome, kok. Malah bantu kita panitianya mengamankan," tambahnya.

"Memang kita undang, tapi enggak kita culik, itu. Menculik, enggak berani. Kita mediasi karena banyak yang pro dan kontra. Kita ajak gabung, kita ajak ngobrol. Bagaimana baiknya. Akhirnya kan bisa berjalan dengan lancar. Bisa berjalan dengan pengamanan full. Antisipasi, terus pihak-pihak yang apa namanya, yang kontra, kita lokalisir. Terus tidak berbenturan. Dan itu berhasil. Lancar itu, kok," jelasnya.

Choiron mengatakan bahkan mobilnya yang ditumpangi oleh Ustaz Abdul Somad ketika berada di Grobogan juga kita siapkan oleh polisi. Alasannya, agar kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, lebih mudah melakukan pengamanan.

"Mungkin UAS terima beritanya salah itu. Memang ada penolakannya. Diculik ya enggak ada to. Malah kita panitia terima kasih banyak. Jangan sampai ada miskomunikasi. Saya kaget dengan ada berita seperti itu. Kalau tidak dimediasi, malah yang pro dan kontra bisa ketemu di situ," terangnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkap gangguan yang menyebabkan rencana ceramah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sempat batal.

UAS menuturkan, saat akan berceramah di Kudus, Jawa Tengah, awalnya panitia menyatakan semua persiapan sudah selesai. Seusai acara, panitia baru mengatakan ada gangguan. Hal yang sama terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Bahkan, kata UAS, panitia mengatakan ada beberapa anggotanya yang ditangkap polisi.

"Ternyata setelah acara baru ngaku. Tadi malam itu sebenarnya banyak yang mengganggu, (panitia) ditangkap," ungkapnya.

Pihak Polri sendiri telah membantah, dan menyatakan tak ada penangkapan terhadap panitia ceramah UAS di Grobogan, Jawa Tengah. Menurut Polri, Somad dipersilakan melapor jika memang merasa ada gangguan saat ceramah.

"Tidak ada penangkapan terhadap panitia pengajian Ustaz Abdul Somad tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (10/9).

Simbol Moral

Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menyayangkan adanya larangan Ustaz Abdul Somad untuk berceramah karena seharusnya diberi ruang untuk menyampaikan pesan yang mencerahkan publik.

"Di dalam alam demokrasi dan era 'post' digital demokrasi, ini harusnya diberi ruang lebih," kata Ubedilah di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, adanya larangan berceramah akan memberi efek politik karena Ustaz Abdul Somad merupakan simbol moralis di dalam politik, apalagi setelah menolak menjadi cawapres. Pernyataan Ustad Abdul Somad dinilainya tidak menimbulkan keresahan publik dan tidak menghasut selama ini. Pemerintah pun dimintanya menanggapi dengan baik adanya larangan Ustad Abdul Somad untuk berceramah di sejumlah daerah.

"Justru kalau tidak direspon dengan baik bisa berbahaya untuk pemerintah karena nanti kesannya untuk seorang Ustad Abdul Somad adalah simbol moralis ketika dilarang pemerintah membiarkan seolah Ustaz Abdul Somad simbol oposisi moral," ucap Ubedilah.

Ustaz Abdul Somad menyampaikan pembatalan jadwal tausiahnya di beberapa daerah beserta alasannya melalui akun instagram @ustadzabdulsomad yang telah terverifikasi. Ustaz Abdul Somad antara lain menyebut "beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan dan lain-lain terhadap tausiyah di beberapa daerah seperti Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang" sebagai alasan pembatalan.

Terpisah, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan UAS harus dibela. "Ustaz Somad itu harus kita bela, tidak banyak ulama sekaliber Ustaz Somad, UAS," kata Zulkifli di Hotel Balairung, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (11/9/2018).

Zulkifli mengatakan UAS sebagai sosok yang mempunyai ilmu mendalam saat menyampaikan ceramah. Dia menilai ceramah UAS banyak diisi pesan persatuan sebagai bangsa Indonesia.

"Ilmunya dalam, yang disampaikan memperkuat persatuan, benar, saling menghormati," sebutnya. (det/rmo/rep/tit)


Create Account



Log In Your Account