Prabowo: AHY di Dewan Pembina, SBY Jurkam

Rabu, 12 September 2018  22:11

Prabowo: AHY di Dewan Pembina, SBY Jurkam

Prabowo - Sandi menemui Ketum Partai Demokrat SBY di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9/2018) malam.

JAKARTA (BM) –  Bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018) malam.

Mereka tiba sekitar pukul 19.45 menggunakan mobil Lexus warna putih. Dari pantauan di lokasi, Prabowo tampak menggunakan baju berwarna putih dan Sandiaga menggunakan baju berwarna biru.

Mereka langsung disambut SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pada saat penyambutan ini, Sandiaga sempat mencium tangan SBY yang kemudian dibalas dengan pelukan. Sandiaga kemudian berpelukan dengan AHY dan saling mencium pipi.

Keakraban juga tampak antara Prabowo dengan SBY. Keduanya saling berpelukan dan melempar senyum satu sama lain.

Dalam kesempatan ini, Prabowo dan Sandiaga didampingi sejumlah elite Gerindra, yaitu Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Gerindra, Soegiono.

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam pertemuan itu, dibahas tentang susunan Timses yang akan membantu Prabowo-Sandiaga memenangkan kontestasi pilpres tahun depan. AHY akan masuk ke dalam Timses.

"AHY bersama saya dewan pembina," kata Prabowo di rumah SBY, Mega Kuningan, Jakarta.

Sementara soal SBY, Prabowo pun merasa kaget. Presiden dua periode itu malah ingin menjadi Juru Kampanye. Padahal, posisi SBY kata dia harusnya lebih di atas lagi.

"Pak SBY beliau ingin jadi Jurkam, (harusnya) sudah enggak ada karena di atas (saya), godfather, beliau itu mentor saya," kata Prabowo.

Prabowo-Sandi juga tengah mengumpulkan ahli ekonomi masuk ke timnya, salah satunya Kwik Kian Gie. Bukan cuma soal ekonomi, Prabowo-Sandi juga berkomitmen mengumpulkan para ahli hukum untuk memberantas korupsi di negeri ini.

Terkait nama-nama tim sukses , salah satu nama unggulan yang disebut Prabowo yakni mantan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie.

Prabowo mengatakan, Kwik ingin jadi penasihat ekonominya. Dia pun mengapresiasi niat Kwik meskipun diketahui, ekonom tersebut merupakan kader PDIP.

"Kwik Kian Gie, meskipun beliau PDIP, tapi demi kepentingan negara, beliau salah satu penasihat saya. Kalau untuk negara dan bangsa, kita tidak melihat partai jadi saya kira di situ," kata Prabowo.

Prabowo juga mengatakan, tim suksesnya juga akan diisi oleh sejumlah anak-anak muda kader terbaik bangsa Indonesia. Menurut dia, dalam merekrut tim, pihaknya tak membedakan latar belakang apapun.

"Kita tidak memikirkan latar belakang, ras, agama atau daerah mana, kita kumpulkan mereka, kita memikirkan demi negara dan bangsa bukan partai," jelas Prabowo.

Begitu juga soal hukum, Prabowo tengah mengumpulkan para ahli hukum. Salah satu konsennya adalah pemberantasan korupsi.

"Kita ingin benar-benar mengatasi masalah korupsi, kita kumpulkan ahli hukum yang terbaik," tutup dia.

 

Kumpulkan Gubernur Demokrat

Kabar lain, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memberikan arahan kepada kader dan kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi.

Itu setelah Gubernur yang diusung Partai Demokrat seperti Lukas Enembe dan Khofifah Indar Parawansa mendukung secara terang-terangan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Kabarnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim pun lalai dari sikap partai dengan ikut mendukung Jokowi.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Advokasi dan Hukum, Ferdinand Hutahaean, di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Ferdinand mengatakan, SBY akan mengumpulkan seluruh kader pada tanggal 17 September mendatang di sebuah kawasan di Jakarta.

Di sana, nanti SBY akan menyampaikan pidato politik sekaligus memukul gong kampanye bagi seluruh kader Partai Demokrat.

"Pak SBY akan memberikan arahan bersama Sekjen, mengarahkan langsung semua termasuk Pak Lukas, Pakde Karwo. Semua akan dipanggil ke Jakarta, akan diarahkan," ujar dia.

Pertemuan itu akan menyamakan persepsi seluruh kader. Intinya adalah mengatur setiap daerah. Sehingga tidak akan ada lagi narasi-narasi yang berbeda.

"Karena kita sudah beri komando ke daerah A seperti ini, daerah B seperti ini, sehingga nanti strategi akan dibawa. Jadi pasca dikumpulkan tidak ada narasi yang berbeda antara daerah dan pusat," tandas dia.  (det/tir/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>