Prabowo Akan Gugat ke MK
Prabowo dalam jumpa pers didampingi cawapres Sandiaga Uno di Jl Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
By: admin
21 Mei 2019 20:31
 
 

Jakarta (BM) - Capres Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 sebagaimana diumumkan KPU pada Selasa (21/5) dini hari. Berdasar rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan 85.607.362 suara. Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239.

Prabowo menyebut Pilpres 2019 penuh kecurangan. "Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi. Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan," ujar Prabowo dalam jumpa pers didampingi cawapres Sandiaga Uno di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Prabowo menyebut dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 sudah disampaikan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 14 Mei. Saat itu, Prabowo menegaskan sudah menolak penghitungan perolehan suara di Pilpres 2019 yang bersumber dari kecurangan.

"Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 14 Mei 2019 yang lalu, kami pihak pasangan calon 02, tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," ujarnya.

"Pihak paslon 02 juga telah menyampaikan untuk memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil, namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut," imbuh Prabowo.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Keputusan itu diambil dalam rapat internal yang digelar pagi ini di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.

"Menyikapi hasil dari KPU RI yang sudah mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pada dini hari tadi. Rapat hari ini memutuskan bahwa paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Dasco mengatakan, pihaknya dalam beberapa hari ini akan mempersiapkan materi gugatan.  "Dalam tempo beberapa hari ini kami akan mempersiapkan materi sesuai dengan tenggat waktu yang ada untuk memajukan gugatan ke MK," ujarnya.

Waketum Partai Gerindra itu menjelaskan alasan pihaknya mengajukan gugatan ke MK. Salah satunya, kata Dasco, terkait penghitungan suara yang sangat signifikan.

 

"Kami melihat bahwa ada pertimbangan-pertimbangan kemudian ada hal-hal sangat krusial trrutama mengenai perhitungan-perhitungan yang sangat signifikan yang bisa dibawa ke MK," tutur Dasco.

Prabowo lantas menyeru seluruh simpatisan tetap tertib. Ia mengarahkan relawan dan simpatisan mencari keadilan sesuai konstitusi.

"Menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat, relawan pendukung, dan simpatisan paslon 02 untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai berakhlak dan konstitusional," katanya.

Prabowo menyindir pengumuman KPU yang digelar senyap-senyap. "Terima kasih, izinkanlah saya atas nama pasangan calon presiden dan wakil presiden RI 02 dalam rangka Pemilu 2019 ini untuk membacakan statement yang kami susun untuk menanggapi pengumuman KPU dini hari tadi," kata Prabowo Subianto.

Prabowo menyebut KPU mengumumkan penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Menurut Prabowo, pengumuman itu bersifat senyap.

"Tadi pagi ya, sekitar jam 2 pagi, senyap-senyap begitu, he-he-he..., ya, di saat orang masih tidur atau belum tidur sama sekali," ucap Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu menegaskan sikap paslon 02 terkait penghitungan pemilu. Menurutnya, paslon 02 tidak akan mengakui hasil pemilu yang berdasarkan penghitungan curang.

"Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 14 Mei 2019 yang lalu, kami pihak pasangan calon 02 tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo.

 

Berat di Pembuktian

Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra meyakini kubu Prabowo-Sandi sudah mengetahui tidak mudah membuktikan kecurangan selisih selisih suara di Mahkamah Konstitusi (MK). Tapi Yusril tetap menghargai hak konstitusi yang dimiliki kubu Prabowo-Sandi.

"Iya, sebagai advokat profesional tidak mudah tapi kami menghargai hak konstitusional," kata Yusril di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Menurut Yusril, kubu Prabowo-Sandi akan berat membuktikan kecurangan selisih hasil rekapitulasi KPU. Sebab, Yusril sangat berpengalaman menangani perkara sengketa pemilu di MK.

"MK mengadili dan memeriksa hasil, Anda dapat berapa, dan saya dapat berapa kok saya diumumkan KPU kok dapat 1.000 suara padahal saya ada 1.500 suara, sebenarnya simpel tapi pembuktian berat sekali," jelas dia.

Selain itu, ia menyebut ingin mendengarkan kecurangan selisih hasil suara yang akan digugat Prabowo-Sandi. Kubu Prabowo-Sandi harus bisa membuktikan kecurangan tersebut.

"Kemudian beban pembuktian ada dalam pemohon, kalau ada 17 juta kecurangan silahkan Anda buktikan kami mau denger kecurangan seperti apa," tutur dia. (det/mer/tit)


Create Account



Log In Your Account