Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo

Rabu, 10 April 2019  10:13

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo

Presiden Jokowi memantau Gerbang Tol Probolinggo Timur di Leces. (BM/Saifullah)

PROBOLINGGO (BM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sepanjang 31,3 kilometer (km) di Gerbang Tol Probolinggo Timur, Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Rabu (10/4).
 
Dalam peresmian itu, Kepala Negara didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Putra, Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari serta Anggota DPR RI Hasan Aminuddin.
 
"Kalau kita lihat dari Jakarta, dari Cawang sampai Probolinggo, sudah tembus 840 kilometer," kata Jokowi dalam sambutannya.
 
Kepala Negara menargetkan Jalan Tol Trans-Jawa akan tembus dari Merak hingga Banyuwangi pada 2021. Jalan tol tersebut bakal terhubung sepanjang 1.148 km. "Berarti kurang 186 km. Insya Allah tembusnya tahun 2021,"tambahnya.
 
Presiden meyakini jalan tol tersebut, akan meningkatkan akses mobilitas, sehingga memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. 
 
Tol Pasuruan-Probolinggo terdiri dari tiga seksi, yaitu Seksi I Grati Pasuruan-Tongas, Seksi II Tongas-Probolinggo Barat, dan Seksi III Probolinggo Barat-Probolinggo Timur.
 
"Dengan ini, ruas I, II, dan III jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, saya nyatakan resmi dibuka," ujarnya saat peresmian tol di Gerbang Tol Probolinggo Timur.
 
Presiden Jokowi berharap tol dengan nilai investasi mencapai Rp4,6 triliun tersebut, dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Khususnya, mempercepat dan mempermudah akses mobilitas masyarakat dan barang. 
 
Lebih lanjut masih kata Presiden Jokowi, akses mobilitas itu akan memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi. "Kami harapkan kawasan industri kecil dan mikro di daerah akan cepat berkembang karena akses logistik dan barang itu lebih murah, cepat, efisien. Begitu juga dengan akses pariwisata," katanya. 
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan kehadiran tol tersebut setidaknya akan langsung berdampak pada pengurangan kepadatan mobilitas kendaraan di jalan nasional utama Pasuruan-Probolinggo. Selain itu, kehadiran tol tersebut akan menambah akses ke kawasan wisata Bromo Tengger Semeru. 
 
"Ini kan mengurangi sekitar 50-60 persen jalan nasional Pasuruan-Probolinggo. Lalu akan menambah akses logistik," ucapnya.
 
Meski begitu, ia mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk merampung seksi IV dan V dari tol tersebut. Targetnya, kedua seksi sepanjang 13,7 km bisa rampung pada akhir tahun ini. 
 
Tol Pasuruan-Probolinggo merupakan salah satu jalan tol yang masuk dalam rangkaian Tol Trans Jawa. Selain itu, tol tersebut juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). 
 
Tol tersebut memiliki masa konsesi 50 tahun. Jarak tempuh Pasuruan-Probolinggo diperkirakan hanya akan memakan waktu sekitar 30 menit dengan tol ini. Padahal, sebelumnya mencapai 2 jam 30 menit.  (sip)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>