Setelah Alexis, Giliran Diamond Karaoke Ditutup

Selasa, 14 November 2017  17:28

Setelah Alexis, Giliran Diamond Karaoke Ditutup

Anies Baswedan

JAKARTA (BM) — Setelah tidak memberikan ijin perpanjangan Alexis, kini giliran Diamond Karaoke yang bakal ditutup Pemda DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Diskotek Diamond di Jakarta Barat harus ditutup terkait dengan pelanggaran dalam penggunaan narkoba.

"Kemarin sore Kepala Satpol PP datang melaporkan mengenai Diamond bagaimana tindak lanjutnya, di mana di situ pernah dilakukan penangkapan atas penggunaan narkoba. Lalu, beliau tanyakan bagaimana langkah ke depan? Kami jalankan Perda Nomor 6 itu (Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan)," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/11/2017).

Anies ingin penindakan terhadap tempat hiburan malam yang jadi lokasi penyalahgunaan narkoba benar-benar tegas. Karena itu, Diskotek Diamond tidak bisa lagi membuka usaha sejenis.

"Kami ingin agar serius dalam cegah narkoba, tidak ada tutup buka tutup buka. Begitu di situ ditemukan narkoba, tempat itu tidak bisa beroperasi," kata Anies.

Anies mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan kerja sama semua pihak untuk memerangi narkoba. Dia pun membuka data mengenai penggunaan narkoba di Jakarta. Menurut dia, ada 500.000 pengguna narkoba di Jakarta.

Masih menurut Anies, KPAI pernah merilis data bahwa dalam tiga tahun terakhir, pengedar narkoba berusia anak meningkat 300 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada lulusan universitas, yaitu 400 persen. Dia meminta semua pihak, termasuk para pengusaha hiburan malam, ikut memerangi narkoba.

"Kami meminta pada semua tempat, apalagi yang beroperasi pada malam hari, jangan biarkan lokasi itu jadi tempat peredaran narkoba," ujar Anies.

Diskotek Diamond disegel setelah mencuatnya kasus penangkapan politisi Partai Golkar, Indra J Piliang, bersama dua rekannya, bulan lalu. Indra dan kedua rekannya dinyatakan positif menggunakan sabu berdasarkan tes urine.

Ketika itu, Pemprov DKI Jakarta belum menutup permanen Diamond dan hanya melakukan penyegelan. Alasannya menunggu hasil penyelidikan polisi terkait kasus tersebut karena tidak ada barang bukti sabu atau narkoba jenis lain saat Indra dan dua rekannya ditangkap di Diskotek Diamond.

Saat penangkapan, polisi hanya menemukan alat isap sabu, plastik, dan korek yang diduga merupakan alat penggunaan sabu.

Berdasarkan aturan, tempat hiburan malam akan ditutup permanen jika ditemukan narkoba di dalamnya sebanyak dua kali. Sebelum kasus Indra J Piliang, narkoba pernah ditemukan satu kali di diskotek itu.

Saat ini, surat penyelidikan Polda Metro Jaya sudah keluar. Hasilnya ada penggunaan narkoba di dalam diskotek itu, tetapi narkoba bukan berasal dari dalam diskotek, melainkan dari luar.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pernah mengeluarkan pernyataan keras, bakal menutup diskotek yang kedapatan ada narkoba.

”Aturan kita jelas. Kalau narkoba kemudian operasi dia kena sekali, kemudian yang kedua langsung kita tutup,” ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, 30 Mei lalu.

Djarot mengatakan, peraturan tersebut tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan. Langkah Pemprov DKI berdasarkan peraturan tersebut.

Selain itu, kata Djarot, razia-razia narkoba di tempat hiburan malam akan terus dilakukan. Namun, bukan Pemprov DKI Jakarta yang berwenang untuk melakukan razia tersebut melainkan Badan Narkotika Nasional (BNN).

”Kita selalu kerja sama dengan BNN. Pemda enggak bisa langsung operasi loh, nanti dianggap mencari-cari (kesalahan),” kata Djarot.

Seperti diketahui, dua diskotek di kawasan Jakarta Barat Diamond, telah diberi peringatan keras oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta per hari Senin (15/5) silam. Peringatan keras diturunkan karena dua diskotek tersebut kedapatan temuan narkoba, beberapa waktu lalu.

”Diskotek Illigals dan Diamond akhirnya diberikan peringatan keras. Besok suratnya ditanda tangani dan dikirim ke yang bersangkutan,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud DKI Jakarta Jamhuri Androfa.

Menurutnya, diskotek Diamond kedapatan ada narkoba untuk pertama kali pada April 2017 lalu. Sedangkan Illigals diketahui ada narkoba beberapa waktu lalu, di mana putra dari aktris Ayu Azhari, Sean Azad, menjadi satu dari puluhan pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba.

Temuan narkoba di Illigals menjadi bagian dari operasi Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta. Pihak BNNP DKI meringkus dua pengedar narkoba yang sudah diincar sejak dua bulan lalu.

Sebagai barang bukti, didapati salah satunya 1.000 butir ekstasi di dalam ransel salah satu pelaku. Pihak BNNP DKI juga mencurigai adanya pembiaran oleh pengelola diskotek karena banyaknya jumlah barang bukti hingga bisa masuk ke dalam diskotek. Adapun tempat hiburan malam yang telah ditutup Pemprov DKI karena narkoba adalah Stadium dan Mille's di Jakarta Barat.

Sedangkan dua diskotek lain yang juga sudah dapat peringatan keras adalah karaoke Tematik di Jakarta Utara dan diskotek F1 di Jakarta Pusat. Peringatan keras langsung diberikan untuk kasus narkoba, berbeda dengan pelanggaran lain peringatan diberikan sebanyak tiga kali. (kom/tem/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>