Sidang Cerai Ahok-Veronica 31 Januari

Rabu, 10 Januari 2018  18:25

Sidang Cerai Ahok-Veronica 31 Januari

Ahok dan Veronica Tan

JAKARTA (BM) — Majelis hakim yang menangani gugatan perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan istrinya, Veronica Tan, menetapkan sidang perceraian pada Rabu (31/1/2018).

Jootje Sampaleng dari bagian Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara  mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan surat pemanggilan kepada pihak Ahok dan Vero.

"Sidangnya pada Rabu, 31 Januari 2018. Dalam sidang pertama nanti akan ditetapkan waktu mediasi. Mediator bisa dari luar atau dalam," ujar Jootje, Rabu (10/1/2018).

Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng mengatakan pihaknya telah menunjuk tiga majelis hakim untuk menangani gugatan perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan istrinya, Veronica Tan, Rabu (10/1/2018).

Jootje mengatakan, jika tak bisa hadir, Ahok dan Vero diperbolehkan untuk diwakili kuasa hukum mereka. Bila Ahok dan Vero, ataupun perwakilannya tidak hadir, hakim akan kembali melakukan pemanggilan. "Akan dipanggil lagi nantinya baik penggugat maupun tergugat," ujar Jootje.

Ahok melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1/2018) pekan lalu. Pada persidangan pertama perceraian Ahok-Veronica, majelis hakim akan menetapkan jadwal mediasi.

 

Good friend

Isi dokumen yang diduga berkas gugatan cerai Ahok berseliweran di media sosial sejak Selasa (9/1/2018). Dalam dokumen tersebut, Ahok disebut sebagai PENGGUGAT, sedangkan Veronica Tan sebagai TERGUGAT.

Dalam surat gugatan cerai yang beredar tersebut tertera nama seorang pria yang disebut-sebut sebagai good friend dari Veronica.

Good friend itu kemudian disebut bernama Julianto Tio atau Ahwa. Pria inilah yang diduga menjadi penyebab keretakan rumah tangganya Ahok dan Vero.

Dalam surat tersebut, diceritakan Julianto telah lama berhubungan dengan istri Ahok, bahkan sejak tahun 2010.

Ahok mengungkap jika ia sudah berupaya mempertahankan bahtera rumah tangganya.

Bahkan disebutkan jika ia juga sudah meminta bantuan pendeta untuk menyadarkan istrinya.

Begitupun dijelaskan upaya dari anak-anak mereka untuk membujuk ibunya untuk meninggalkan pria itu.

Hal ini sempat membuat Veronica sempat berjanji untuk berhenti berhubungan dengan si pria.

Namun, hanya sebatas janji sebab Ahok mendapat informasi yang akurat jika Vero masih berhubungan dengan Julianto.

Veronica, seperti yang tertulis dalam surat tersebut ketahuan berhubungan lagi pada tanggal 4 Desember dan tanggal-tanggal selanjutnya.

Berikut sepenggal kutipan dari surat gugatan cerai yang beredar di media sosial.

"Namun setelah ditelusuri ternyata, lagi-lagi janji tersebut hanya sementara, sebab pada tanggal 4 Desember 2017 dan tanggal-tanggal selanjutnya, TERGUGAT tetap berhubungan dengan laki-laki good friend-nya tersebut."

Yang paling membuat Ahok patah hati kala mengetahui jika istrinya dan pria itu pergi ke Singapura.

"Bahkan ada banyak kejadian di mana saat TERGUGAT pergi ke Singapura, bertepatan dengan jadwal berangkat dari good friend-nya (teman baiknya) yang bernama JULIANTO TIO alias AHWA tersebut dan hanya berbeda pesawat," tulisnya.

Saat Ahok mengkonfirmasi hal tersebut Vero disebutnya malah mengancam balik.

"Dan ketika PENGGUGAT menanyakan hal tersebut kepada TERGUGAT, TERGUGAT justru sering kali mengancam PENGGUGAT dengan mengatakan akan menceraikan PENGGUGAT."

Ahok pun seperti pasrah dengan segala upaya yang telah dilakukannya.

"Bahwa PENGGUGAT telah melakukan segala macam upaya maksimal untuk merukunkan kembali rumah tangga yang telah retak tersebut dan hanya meminta satu hal agar TERGUGAT berhenti berhubungan dengan laki-laki 'good friend'-nya tersebut."

"Akan tetapi usaha dimaksud tidak pernah berhasil, sebab dari TERGUGAT sendiri tidak ada daya upaya untuk hidup rukun dalam rumah tangga."

"Padahal, selain anak-anak pun juga telah meminta agar TERGUGAT berhenti berhubungan dengan laki-laki good friend-nya, dalam kondisi PENGGUGAT yang saat ini sedang berada dalam tahanan di MAKO BRIMOB, tentu hal yang dibutuhkan oleh PENGGUGAT adalah dukungan moril dari TERGUGAT selaku istri sah dari PENGGUGAT". (tri/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>