Sinta Nuriyah Tanamkan Kebhinekaan di Pecinan

Selasa, 18 Juni 2017  19:44

Sinta Nuriyah Tanamkan Kebhinekaan di Pecinan

Shinta Nuriyah (tengah), tiba di kampung pecinan Tambak Bayan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/6).

Surabaya (BM) - Istri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah berkunjung ke Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya, untuk menanamkan rasa kebhinnekaan kepada masyarakat setempat.  Kedatangan istri mendiang Abdurrahman Wahid itu disambut dengan tarian barongsay di kampung yang dihuni oleh warga keturunan China selama lebih dari seabad.
 
Sementara di lapangan kawasan kampung tersebut telah berkumpul warga setempat yang berbaur dengan para aktivis dari berbagai organisasi prodemokrasi dan tokoh lintas agama.
 
"Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Puan Amal Hayati milik Sinta Nuriyah," ujar koordinator acara Aan Anshori di sela kegiatan, Jumat.
 
Sinta mengatakan acara yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu telah dilakukannya bersama mendiang Gus Dur, sapaan akrab suaminya, Abdurrahman Wahid, saat menjabat Presiden ke-4 RI.
 
"Hanya saja waktu itu saya bersama Gus Dur bukan buka puasa bersama melainkan sahur bersama berpindah-pindah setiap hari dari satu komunitas ke komunitas lain," katanya.
 
Di sela sahur bersama dengan berbagai komunitas tersebut, Gus Dur selalu menanamkan rasa kebhinnekaan.
 
"Sama seperti yang saya lakukan hari ini di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya," ujarnya.
 
Sinta mengingatkan, setiap warga negara, apapun agamanya, apapun suku bangsanya, apapun warna kulitnya, jika sama-sama hidup di tanah yang sama, yaitu Indonesia, adalah bersaudara.
 
"Bagaimana mungkin kita bisa hidup bertetangga di Tanah Air yang sama jika kita tidak memandang orang-orang di sekitar sebagai saudara," ucapnya.
 
Itulah, Sinta menekankan, inti dari Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
"Yaitu kita tidak memandang segala perbedaan yang ada di sekitar karena kita semua adalah saudara," ujarnya.
 
Menurut Aan, tahun ini merupakan tahun ke-17 pelaksanaan buka dan sahur yang dilakukan Sinta Nuriyah bersama Yayasan Puan Amal Hayati, yang mendapat dukungan penuh dari berbagai aktivis prodemokrasi dan tokoh lintas agama.
 
"Tema yang diusung dalam kegiatan di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya adalah 'Dengan Berpuasa Kita Genggam Erat Nilai Demokrasi dan Pluralisme'. Bu Sinta ingin bersama-sama warga memperkuat keyakinan dalam meneguhkan demokrasi dan pluralisme di Indonesia," ujarnya. (agu/han/ant/nii)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>