Soal Isu Masjid Radikal, Ketua MPR: Jangan Bikin Gaduh!

Kamis, 07 Juni 2018  18:56

Soal Isu Masjid Radikal, Ketua MPR: Jangan Bikin Gaduh!

Zulkifli Hasan

JAKARTA (BM) - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) angkat bicara soal isu 40 masjid di wilayah DKI Jakarta yang diduga ikut menyebarkan ajaran radikalisme dan intoleransi.

Menurut dia, isu yang belakangan menguat itu sangat jauh dari kebenaran. "Tegas ya, saya tidak setuju isu tersebut, mana ada Masjid ajarkan radikalisme dan intoleransi, gak ada!" ujarnya di tengah-tengah diskusi dengan ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) peserta Semarak I'tikaf Ramadhan 1439 H, di Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Kamis (7/6).

Dikatakan Zulhas, Masjid adalah tempat ibadah, tempat kebaikan berasal dan dikaji.  Kalau memang ada oknum pihak yang melanggar hukum atau tidak beres harus ditangkap dan diproses.

"Yang menyebarkan isu Masjid radikal itu cuma buat gaduh saja itu.  Kalau ada oknum yang gak beres tangkap saja jangan salahin Masjidnya, bikin gaduh saja," imbuhnya.

Zulhas juga menegaskan seratus persen menolak aksi radikalisme seperti bom bunuh diri. Aksi tersebut melanggar prinsip-prinsip dalam Islam dan kemanusiaan.

"Sekali lagi jangan dibilang Masjidnya radikal, nanti persepsi masyarakat akan terbentuk ke masjidnya padahal Masjid adalah tempat kebaikan," ujarnya.

"Hati-hati bikin stigma itu bisa bikin gaduh. Saya melihat pemerintah bekerja keras bagaimana tahun politik adem damai. Saya minta hati-hati," tegas Zulkifli.

Dia menyebut stigma tersebut bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Jika pun ada oknum yang membuat masjid itu dicap radikal, Zulkifli mempersilakan oknum itu ditangkap.

"Salahnya jangan dibilang masjid radikal, masjid itu umum. Nah hati-hati jangan sampai marah umat Islam. Kalau ada orang atau oknum di situ tangkap, periksa," ucap dia.

Sebelumnya, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius membuka informasi soal adanya sejumlah masjid di DKI yang terpapar radikalisme telah diketahui melalui hasil penelitian sejak 2012. Suhardi pun meminta Kementerian Agama ikut berpartisipasi dalam penanggulangannya.

 

Bisa Memecah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI Jakarta fokus melakukan pembinaan di masjid-masjid. Dia memilih untuk tidak saling menunjuk lokasi masjid yang diduga terpapar paham radikalisme agar tidak menimbulkan perpecahan.

"Tentu kita harus berikan pembinaan. Tidak ingin memecah-belah dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Jadi ini menjadi PR bagi kita. Kita fokus di pembinaan dan pemberdayaan. Jangan kita saling menunjuk. Setiap kita menunjuk, satu ke dia, ada tiga jari ke arah kita. Jadi kita lakukan pembinaan dengan melakukan pendekatan ekonomi kerakyatan, ekonomi umat, Kerja sama dengan semua pihak. kita jadikan semua ini sebagai alarm jangan jadi radikalisme dan ekstrimisme di DKI," jelas Sandiaga di Kantor BAZNAS Wisma Sirca, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Bentuk pembinaannya, kata Sandi, akan mendorong program OK OCE. Apalagi, Sandiaga menyebut faktor ekonomi jadi salah satu penyebab munculnya terorisme.

"Nanti kita akan lihat bagaimana OK OCE menciptakan lapangan pekerjaan, itu salah satu yang menjadi isu utama adalah lahan subur untuk radikalisme, dan ekstremisme itu adalah kalau kita melihat masyarakat tidak mendapatkan lapangan pekerjaan tidak ada keadilan, timbul kesenjangan," terangnya.

"Untuk itu program Pemprov yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan seperti OK OCE dan seperti pemberdayaan itu akan kita dorong dan kita pastikan pendidikan Islam yang berbasis rahmatan lil alamin," tambah Sandi.

Sebelumnya, Sandi sudah mengantongi data 40 masjid yang diduga terpapar radikalisme. Sandiaga menolak menyebutkan nama masjid itu untuk menghindari perpecahan.

"Memang ada beberapa yang kita pantau dan tentunya tidak mungkin kita umum-umumkan, (yang) akhirnya nanti menjadi perpecahan," kata Sandiaga usai buka puasa bersama di Masjid Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/6).

Sandiaga mempersilakan lembaga terkait yang ingin mengetahui data masjid tersebut untuk mengonfirmasi langsung ke dirinya. Sandiaga menegaskan pihaknya akan melakukan pembinaan masjid.

Sandiaga juga mengaku siap bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dia ingin Jakarta terbebas dari paham radikalisme. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>