Susunan Kabinet Final: Ada Menteri Di Bawah 30 Tahun
Joko Widodo - KH Maruf Amien
By: admin
14 Ags 2019 17:49
 
 

JAKARTA (BM) - Presiden Joko Widodo menyatakan susunan kabinet periode 2019-2024 sudah final dan bisa saja diumumkan sebelum waktu pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Oktober mendatang. "Bisa kapan saja. Enggak perlu nunggu Oktober," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan insan media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8).

Selain menyatakan susunan menteri kabinet periode kedua sudah selesai. Jokowi juga memastikan jumlah kementerian dalam kabinet periode kedua nanti tetap sama dengan periode pertama, yakni 34 orang. 

Jokowi akan mengubah nomenklatur kementerian, tapi jumlahnya tetap 34. Salah satu perubahan adalah Jokowi akan membentuk kementerian yang fokus menangani investasi.

"Secara jumlah bisa sama, tapi ada kementerian yang dilebur. Misal Menlu juga handle diplomasi ekonomi," ujar Jokowi.

"Ada juga Kementerian Investasi, akan konsentrasi di digital dan kreatif," lanjut Jokowi.

Joko Widodo (Jokowi) mengungkap desain kabinetnya di periode kedua sebagai presiden. Dari usia, latar belakang, hingga kementerian baru. 

Kata Jokowi, kabinetnya nanti akan diisi kalangan generasi muda. Bahkan, kata Jokowi, ada menteri muda yang berusia di bawah 30 tahun. 

"Menteri ada yang usianya 25, di bawah 30, dan di bawah 35 tahun," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen. Ia menginginkan para menteri itu dapat bekerja cepat secara fokus dan terukur. 

"Komposisi 45 parpol, 55 profesional," ucap Jokowi

Sedangkan untuk jabatan Jaksa Agung akan diisi dari non parpol. "Jaksa Agung pasti bukan dari parpol," kata Jokowi.

Terkait komposisi kabinet, Jokowi menegaskan memiliki hak prerogatifnya untuk menyusun kabinet di periode keduanya. Kabinet Jokowi akan diisi 55% dari kalangan profesional.

"Kamu tahu nggak kabinet itu apa? Kabinet itu hak prerogatif presiden. Menteri itu adalah hak prerogatif presiden," ujar Jokowi di Buperta Cibubur, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Jokowi juga memastikan akan ada menteri dari kalangan muda. Namun ia belum membocorkan namanya.

"Ya ada yang umur-umur gitu (25-30 tahun), yang muda dan setengah muda dan ada yang setengah tua," ucap Jokowi.

Pada waktu yang tepat, Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya. Bisa jadi, pengumuman dilakukan sebelum pelantikan sebagai presiden.

"Ya melihat momentumnya, melihat mendesak atau tidak mendesak kebutuhan itu kita lihatlah. Tapi kalau kita lihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti sehingga sebetulnya semakin cepat diumumkan semakin baik, tapi ini tapi ini masih kita...," kata Jokowi.          

 

Cepat Ambil Kebijakan

Jokowi disarankan untuk memilih menteri yang cepat dan pintar dalam proses pengambilan keputusan. Kecepatan ini diperlukan karena karakter Jokowi yang selalu ingin cepat. Bukan hanya cepat, menteri Jokowi juga harus bisa memikirkan dampak dari keputusan tersebut.

"Yang penting dia harus cepat, tidak bisa terlalu lama mikir karena presidennya permintaannya selalu cepat. Tapi harus dipikirkan juga dampak lainnya, misalnya dampak kerugian negaranya harus ditinjau," kata Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Agus mengatakan, menteri Jokowi harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni. Tak hanya itu, menteri pilihan Jokowi pun harus punya integritas tinggi agar tak berpikir untuk korupsi.

"Menteri Jokowi harus mempunyai leadership dan punya integritas tinggi agar tidak kepikiran korupsi," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan menteri Jokowi tak harus punya latar belakang pendidikan tertentu. Menurutnya, kalau sang menteri pintar dan punya pengalaman di lapangan, hal tersebut sudah cukup.

"Dia harus smart (pintar). Biar tahu cara memikirkan kebijakannya. Dari mulai review kebijakannya, birokrasi dan lain-lain. Tidak harus sesuai dengan pendidikannya. Kalau dia smart dan punya pengalaman di lapangan, dia bisa dipilih," tuturnya.

Agus yakin Jokowi akan menggenjot kinerja para menterinya. Walaupun ini merupakan masa terakhir kepemimpinan Jokowi.

"Ya, pastilah Pak Jokowi menggenjot kinerja para menterinya. Tak peduli ini masa terakhir kepemimpinannya. Karena itu dia dipilih lagi jadi Presiden," tukasnya.

Nah, Detikers bisa ikut menyarankan sosok yang cepat, pintar, dan berpengalaman untuk jadi menteri Jokowi. Caranya mudah yaitu lewat program 'Bantu Jokowi Cari Menteri' dengan mengisi survei ini.(det/rmo/mer/tit)


Create Account



Log In Your Account