Tim Gabungan Buru KKB Penambak Briptu Hedar
Brigjen Dedi Prasetyo
By: admin
13 Ags 2019 19:50
 
 

Jakarta (BM) - Tim gabungan TNI-Polri memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah menembak mati Briptu Hedar di Puncak, Papua. "Tim gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran. Wilayahnya cukup luas dan kondisi geografinya cukup ekstrem di sana," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Dedi menyebut pelaku diduga merupakan kelompok bersenjata pimpinan G. Kelompok itu dikenal memiliki basis di wilayah tersebut.

"Diduga melakukan eksekusi itu namanya JM, kelompok tersebut adalah kelompok dari G. Daerah tersebut dikuasai oleh kelompok G, kemudian yang melakukan diduga YM, yang melakukan penembakan terhadap Briptu Hedar," ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menyatakan tim sudah melakukan pengejaran setelah kejadian. Sebanyak 2 Satuan Setingkat Pleton (STT) dikerahkan untuk pengejaran itu.

"Dua STT tim yang memburu pelaku," kata Akmal, Selasa (13/8/2019).    

 

Jebakan

Polisi kini mendalami adanya jebakan yang dilakukan KKB untuk menyergap Briptu Hedar sebelum bertemu rekannya Bripka Alfonso. "Kalau jebakan masih didalami ya. Mereka kan sama-sama melakukan lidik di distrik itu, tapi di jalur yang berbeda, di satu titik mereka ketemu lagi," kata Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskan, penyelidikan itu dilakukan Briptu Hedar dan Bripka Alfonso dengan cara undercover. Kedua masuk ke wilayah yang dituju tanpa membawa identitas dan senjata.

"Dia melakukan penyelidikan tanpa identitas, kan dia undercover (penyamaran). Itu semuanya identitas, senjata, ditinggalkan dulu. Dia masuk sangat dalam di wilayah sangat rawan, masyarakat juga sudah sangat resah dengan keberadaan KKB yang sering melakukan intimidasi terhadap masyarakat setempat," ujar Dedi.

Penyanderaan terhadap Briptu Hedar itu terjadi pada Senin (12/8/2019), sekitar pukul 11.00 WIT. Hedar dan rekannya Bripka Wakum Alfonso sedang melakukan tugasnya.

Kala itu, keduanya sedang berada di Kampung Usir, Kabupaten Puncak. Di lokasi ada warga yang memanggil Briptu Hedar sehingga keduanya berhenti. Wilayah penyanderaan itu dikenal sebagai wilayah kelompok kriminal bersenjata.

Briptu Heidar mendatangi orang yang memanggilnya karena mengenal warga tersebut. Sedangkan Bripka Alfonso tetap di atas motornya.

Saat Briptu Heidar berbicara dengan temannya tersebut, tiba-tiba sekolompok orang datang dan langsung menyandera Briptu Heidar. Sementara Bripka Alfonso berhasil kabur dan kembali ke Posko Kago Kabupaten Puncak.

 

Senjata Laras Panjang

Polri menyebutkan, Briptu Hedar, yang tewas di Puncak Papua, ditembak menggunakan senjata laras panjang. Penembakan itu dilakukan oleh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Jambi Mayu (JM).

"Yang melakukan JM, diduga menggunakan senjata laras panjang melakukan penembakan terhadap Briptu Hedar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

"Saat melarikan diri, dari jarak sekian meter ditembak dari belakang, yang mengenai kepala," imbuhnya.

Dedi menyebut Jambi Mayu merupakan anggota kelompok pimpinan G. Kelompok itu diketahui memiliki basis di Kabupaten Puncak, Papua.

"Kelompok tersebut adalah kelompok dari G. Daerah tersebut dikuasai oleh kelompok G, kemudian yang melakukan diduga JM, yang melakukan penembakan terhadap Briptu Hedar," ungkapnya.

Sebelumnya, Briptu Hedar ditemukan tak bernyawa setelah disergap dan disandera oleh KKSB di Puncak, Papua. Jasad Hedar ditemukan dalam kondisi telentang dan ditemukan luka tembak di bagian kepala.

Jenazah korban kini diterbangkan dari Pupua ke Makassar. Polri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa terhadap anggotanya tersebut.

 

KKB Distrik Sinak

Pelaku penyanderaan dan pembunuhan Briptu Hedar di Ilaga, Puncak, Papua, diduga berasal dari Sinak. Polisi menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Sinak tak pernah sejalan dengan NKRI.

"Mereka datang dari luar Ilaga, mereka kelompok Sinak, markasnya di sana di Sinak," ujar Kapolsek Ilaga Iptu Manase Sayori seusai upacara pelepasan jenazah Briptu Hedar di Bandara Mosez Kilangin, Timika, Selasa (13/8/2019).

Dia mengatakan kepolisian dalam selalu berkomunikasi dengan warga setempat dengan baik. Manase menjelaskan, polisi dengan kelompok yang berbeda pandangan ideologi NKRI selalu melakukan pendekatan agar mereka bisa kembali ke Ibu Pertiwi.

"Sejauh ini komunikasi kami dengan masyarakat, tokoh adat, cukup bagus bahkan dengan ketua kelompok-kelompok yang berbeda pandangan," Kata M Sayori.

Dia meyakini pelaku penembakan Brigpol Anumerta Brigadir Hedar merupakan kelompok KKSB dari luar Ilaga. pelaku merupakan kelompok KKSB dari Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Manase, menambahkan, pihak Polsek Ilaga di bantu Tim dari Polda Papua telah melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut. 

"Mereka sudah masuk di wilayah Puncak Ilaga kurang-lebih satu minggu," ucap Manase Sayori. (det/tit)


Create Account



Log In Your Account