Miring, Jembatan Kertosono Ditutup Total

Senin, 05 Februari 2018  23:16

Miring, Jembatan Kertosono Ditutup Total

Sejumlah warga hendak melalui Jembatan Kertosono harus balik, karena ditutup total

NGANJUK(BM)–Jembatan lama yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kertosono, kini ditutup total. Tak sedikit warga sempat kecele saat hendak melintasi jembatan, karena di police line (garis polisi) oleh Polisi. Artinya, jembatan yang sudah berumur ratusan tahun tersebut tidak boleh dilintasi lagi.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga saat hendak melalui Jembatan itu terpaksa harus kembali lagi. Sebab, di pintu masuk jembatan tersebut tampak sebuah garis polisi yang membentang di badan jalan. Jembatan tersebut terpaksa dipolice line oleh Polsek Kertosono, sejak  Sabtu, (3/2). Pihak kepolisian menilai, jembatan lama sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Jika, tetap dilalui, maka besar kemungkinan akan membahayakan penguna itu sendiri.

Kondisi Jembatan sudah tampak rusak berat dan miring. Selain badan jembatan yang membujur di atas sungai Brantas terlihat nyaris putus dan ambruk, bagian pondasi jembatan terlihat ada retakan yang cukup besar yang seakan tidak kuat lagi menahan badan jembatan. Makanya, pihak kepolisian bertindak cepat untuk mengantisipasi dan mengatasi persoalan tersebut. Sehingga, jembatan yang kondisinya kini sudah rusak berat itu tidak sampai menelan korban jiwa.

“Upaya penutupan jembatan untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kecelakaan. Terlebih sampai menelan korban jiwa akibat terperosok ke lubang jembatan,” ungkap Kapolsek Kertosono, Kompol Abraham Sisik. Menurut Abraham, badan jalan yang nyaris putus dan ambruk itu disebabkan pada bagian kaki jembatan sudah tidak berfungsi untuk menyangga beban badan dan gelagar jembatan, karena mengalami degradasi (penurunan). “ Itu bisa dilihat dari kemiringan kaki sudah mencapai 90 derajat, “ sebutnya.

Jembatan lama ini memang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Namun, untuk tetap memaksakan agar jembatan ini bisa dilalui dengan kondisi yang sekarang ini tentu merupakan pilihan yang konyol. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memikirkan mau dibawa kemana nasib jembatan lama ini untuk ke depan.(wan/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>