Aspadin Keberatan Dikenakan Cukai

Senin, 15 Januari 2018  23:20

Aspadin Keberatan Dikenakan Cukai

Asosiasi perusahaan air minum keberatan plastik kemasana air minum dikenakan cukai

Surabaya(BM)-Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) mengingatkan pemerintah agar kebijakan pengenaan cukai untuk plastik tidak berlaku pada plastik kemasan industri. Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat menuturkan pengenaan cukai sebaiknya terbatas pada kantong plastik pembungkus. Pada produk ini, industri makanan dan minuman  memiliki alternatif seperti penggunaan pembungkus dari bahan lainnya. 

 

"Jika dikenakan plastik kemasan industri akan memukul industri dan perekonomian," kata Rachmat, Senin (15/1). Pemerintah harus melihat bahwa komponen biaya plastik kemasan pada sebagian besar produk industri menyumbang 20% hingga 70% terhadap total komponen biaya. Belum lagi dampak seperti penurunan minat membeli dari masyarakat akibat keharusan produsen menaikkan harga. 

"Memang nilai pendapatan cukai pemerintah naik, tapi tentu kami akan menaikkan harga yang berdampak pada menurunnya minat beli. Padahal konsumen membayar PPN ketika membeli dan pengusaha membayar PPH," tambahnya. Rachmat mengingatkan tujuan utama menjaga lingkungan sebenarnya tidak berlaku untuk plastik kemasan produk industri. Ini karena produk plastik industri telah memiliki mekanisme daur ulang. 

"Kami minta pemerintah tidak mengenakan cukai bagi plastik industri, karena persoalannya tidak sesederhana itu," katanya. Sementara, kinerja 2017, Rachmat berharap target penjualan 27 miliar liter yang dapat terealisasi. Meski begitu dia mengakui penjualan pada beberapa bulan terakhir tahun lalu sangat berat. "Kami belum final datanya. Kami tunggu pertemuan dengan Kemenperin dan asosiasi lainnya. Tapi agak berat, minuman ringan juga tertekan," katanya.  Pada 2018, dikatakan meruapakan tahun politik menjadi tantangan bagi industri. Meski begitu pihaknya berharap industri minuman ringan dapat terus tumbuh. "Minimal sama dengan persentase pertumbuhan 2017. Volumenya harus di atas capaian tahun lalu meski cukup berat," jelasnya.(nis/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>